<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450</id><updated>2012-02-09T03:18:20.727-08:00</updated><category term='GIS'/><category term='air terjun'/><category term='shift share'/><category term='sunan malik ibrahim'/><category term='nasionalisme'/><category term='statistik'/><category term='pendidikan'/><category term='sunan bonang'/><category term='Lingkungan'/><category term='psikologi'/><category term='persamaan reaksi'/><category term='media pembelajaran'/><category term='evaluasi'/><category term='indikator'/><category term='perencanaan'/><category term='wisata'/><category term='SMK'/><category term='taman'/><category term='keunggulan lokal'/><category term='SMA'/><category term='endoterm'/><category term='IPA'/><category term='asam'/><category term='model belajar'/><category term='LQ'/><category term='Kimia'/><category term='aksesibilitas'/><category term='sumber belajar'/><category term='hutan kota'/><category term='rotasi bumi'/><category term='RTH'/><category term='random sampel'/><category term='eksoterm'/><category term='basa'/><category term='Planologi'/><category term='kompetensi guru'/><category term='persepsi'/><category term='TIK'/><category term='sarana belajar'/><category term='SMP'/><category term='blog'/><category term='ekosistem'/><category term='sunan giri'/><category term='sunan drajat'/><category term='wilayah'/><category term='BUMDes'/><category term='Muatan Lokal'/><category term='atom'/><category term='perencanaan pendidikan'/><category term='spasial'/><category term='sunan ampel'/><title type='text'>EDUPLANOLOGI</title><subtitle type='html'>edukasi dari sudut perencanaan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-5788314380309643514</id><published>2011-05-05T20:03:00.000-07:00</published><updated>2011-05-05T20:03:15.118-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model belajar'/><title type='text'>Teori Belajar dari Sudut Pendekatan Lingkungan</title><content type='html'>Pendekatan pembelajaran yang bermakna akan membantu konsep-konsep yang ditemukan siswa selama proses pembelajaran mempengaruhi daya retensinya. Belajar memerlukan keterlibatan aktif baik berupa manipulasi langsung, penginderaan, maupun mengeksplorasi atas inisiatif sendiri. Memfokuskan hal-hal yang menarik bagi anak jauh lebih baik dibanding menarik perhatian mereka untuk melakukan aktivitas atas pilihan guru.  &lt;br /&gt;  Teori belajar yang sesuai dengan pengembangan pendekatan lingkungan adalah teori belajar kognitif dan konstruktivis. Dasar dari pengembangan pendekatan lingkungan adalah teori belajar kognitif yang memberi tekanan pada organisasi pengamatan atas stimulus di dalam lingkungan serta pada faktor-faktor yang mempengaruhi pengamatan (Dalyono (1997). Dari pandangan Piaget tentang tahap perkembangan kognitif anak dapat dipahami bahwa pada tahap tertentu cara maupun kemampuan anak mengkonstruksi ilmu berbeda-beda berdasarkan kematangan intelektual anak. Piaget mengemukakan bahwa pengetahuan tidak diperoleh secara pasif oleh seseorang, melainkan melalui tindakan. Bahkan perkembangan kognitif anak bergantung pada seberapa jauh mereka aktif memanipulasi dan berinteraksi dengan lingkungannya (Poedjiadi, 1999 dalam Hamzah, 2008).  Pengajaran yang baik mengajarkan siswa bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir dan bagaimana memotivasi diri mereka sendiri  (Corebima, 2006). Jadi pengajaran kognitif ini mengajarkan siswa untuk belajar mandiri dan atas kemauan mereka sendiri. Menurut Nur (2008) kognitivis mempunyai pandangan tentang pembelajaran mandiri dimana siswa lebih bersandar pada strategi-strategi kognitif mereka sendiri dalam mengembangkan sumber belajar yang tersedia. Kognitivisme mempunyai cara pandang yang berbeda terhadap pola-pola pembelajaran tentang bagaimana informasi diterima, diproses, diolah, dan dimanipulasi oleh pebelajar. Kognitivis menciptakan model mental  (pada para pebelajar) tentang memori jangka pendek dan memori jangka panjang. &lt;br /&gt;Berdasarkan pandangan konstruktivis-kognitif (Arends,1997:163) menyatakan bahwa siswa dalam segala usia secara aktif dapat terlibat dalam proses perolehan informasi serta membangun pengetahuan mereka sendiri. Konstruktivis memandang keterlibatan siswa dalam pengalaman-pengalaman bermakna merupakan inti suatu pembelajaran. Para konstruktivis berpendapat bahwa siswa meletakkan pengalaman baru di dalam pengalaman belajar mereka sendiri, dan tujuan pengajaran bukan mengajarkan informasi tetapi menciptakan situasi sehingga siswa dapat menafsirkan informasi untuk pemahaman diri mereka sendiri. Konstruktivis yakin bahwa pembelajaran paling efektif  terjadi apabila siswa terlibat dalam tugas-tugas autentik yang berhubungan dengan konteks bermakna.&lt;br /&gt;Teori konstruktivis adalah suatu ide bahwa setiap siswa harus secara individu dapat menemukan dan mentransfer informasi-informasi kompleks apabila mereka harus menjadikan informasi tersebut untuk dimilikinya. Oleh karena dalam pengajaran konstruktivis penekanan diarahkan pada siswa sebagai siswa yang aktif, sehingga dinamakan pembelajaran yang terpusat pada siswa atau student-centered instruction (Nur, 2000).&lt;br /&gt;Implikasi dari teori belajar konstruktivisme dalam pendidikan anak menurut Hamzah, (2008) adalah sebagai berikut: (1) tujuan pendidikan menurut teori belajar konstruktivisme adalah menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi, (2) kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi situasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Selain itu, latihan memecahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari dan (3) peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Guru hanyalah berfungsi sebagai mediator, fasilitator, dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri peserta didik. &lt;br /&gt; Sudut pandang teori belajar konstruktivis agar pengetahuan siswa yang diberikan kepada siswa bermakna,  maka siswa sendirilan yang harus memproses sendiri informasi yang diterimanya, menstrukturkannya kembali dan mengintegrasikan dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya (Susantini, 2010). Selanjutnya dijelaskan contoh konstruktivisme dalam pembelajaran IPA/Biologi antara lain siklus belajar, strategi metakognitif dan pembelajaran koopertif.  Dalam siklus belajar ada tiga tahapan yaitu (1) tahap eksplorasi, siswa mengalami/mengindera objek secara langsung sehingga memperoleh pengalaman fisik dan interaksi social (2) tahap pengenalan konsep, memberikan kesempatan siswa untuk berinteraksi dengan teman dan guru sehingga siswa mampu mengasimilasi dan mengakomodasi gagasan tertentu untuk menarik kesimpulan dari beberapa pengalaman yang telah dimilikinya (3) tahap penerapan konsep, menerapkan konsep yang baru pada situasi dan kondisi yang berbeda dimana pengalaman ini membantu siswa menemukan jawaban terhadap pertanyaan yang muncul selama tahap eksplorasi dan tahap pengenalan konsep.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-5788314380309643514?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/5788314380309643514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=5788314380309643514&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/5788314380309643514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/5788314380309643514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2011/05/teori-belajar-dari-sudut-pendekatan.html' title='Teori Belajar dari Sudut Pendekatan Lingkungan'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-1827265971316757613</id><published>2011-02-28T19:27:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:21:34.483-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RTH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model belajar'/><title type='text'>Pendekatan Lingkungan dalam Pembelajaran</title><content type='html'>Lingkungan dalam Ensikloppedia Indonesia (1983) adalah segala sesuatu yang ada di luar suatu organisme, meliputi: (1) lingkungan mati (abiotik), yaitu lingkungan di luar suatu organisme yang terdiri atas benda atau faktor alam yang tidak hidup, seperti bahan kimia, suhu, cahaya, grafitasi, atmosfer, dan lainnya, (2) lingkungan hidup (biotik) , yaitu lingkungan di luar suatu organisme yang terdiri dari organisme hidup, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Menurut Zaidin (2000) dalam pengertian yang lain  lingkungan itu merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya. &lt;br /&gt;Pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akaan menarik siswa, jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan, sehingga apa yang dipelajari berhubungan dengan kehidupan dan berfaedah bagi lingkungan (Khusnin, 2008). Menurut Yulianto (2002) pendekatan lingkungan berarti mengaitkan lingkungan dalam suatu proses belajar mengajar dimana lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. Untuk memahami materi yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sering digunakan pendekatan lingkungan. Sehingga dapat dikatakan lingkungan yang ada di sekitar merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Lingkungan dapat memperkaya bahan  dan kegiatan belajar.&lt;br /&gt;Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Penggunaaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna sebab anak dihadapkan pada kondisi yang sebenarnya. Pelajaran biologi dengan menggunakan bahan-bahan alami lebih menguntungkan bagi siswa dan pengalaman bersahabat dengan alam lebih cenderung menyiapkan perasaan positif bagi siswa terhadap keajaiban alam. Hal senada juga diungkapkan Suniarsih (2006) yaitu berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;Pendidikan lingkungan sebagai suatu dimensi, di dalam pembelajarannya menggunakan pendekatan lingkungan. Di dalam model pengajaran, pendekatan ini diklasifikasikan berdasarkan lingkungan belajarnya. Jadi pendekatan lingkungan tidak memiliki sintaks pembelajaran. Karli dan Margaretha (2002) menjelaskan bahwa pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan, dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan. &lt;br /&gt;Pembelajaran melalui pendekatan lingkungan kini dipopulerkan dengan istilah outbond yaitu suatu program pembelajaran di alam terbuka yang&lt;br /&gt;berdasarkan pada prinsip experimential learning yaitu belajar melalui pengalaman&lt;br /&gt;langsung. Nasution (1976:197) dalam Habiba (2006) mengatakan pendekatan lingkungan atau karyawisata adalah pendekatan yang berorientasi pada alam bebas dan nyata, tidak harus selalu ke tempat yang jauh tetapi dapat dilakukan di lingkungan alam sekitar kita.  Jadi menggunakan pendekatan lingkungan dalam pembelajaran adalah memanfaatkan atau menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk keperluan pengajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan pendekatan lingkungan berarti mengaitkan lingkungan dalam suatu proses belajar mengajar dimana lingkungan digunakan sebagai sumber belajar.&lt;br /&gt;Pendekatan lingkungan berarti mengajak siswa belajar langsung ke lapangan tentang konsep pelajaran. Pendekatan lingkungan berpangkal pada adanya hubungan antara perkembangan fisik manusia dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Belajar melalui pendekatan lingkungan bukan berarti mengeksploitasi terhadap alam, akan tetapi hanya menggunakan jasa alam  untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan. &lt;br /&gt;Menurut Hidayah (2006) pendekatan lingkungan sebagai salah satu alternatif pendekatan dalam pembelajaran biologi sudah mulai diterapkan. Pendekatan lingkungan sebagai pendekatan dalam pembelajaran biologi juga dapat dipadukan dengan pendekatan lain. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan  lebih bermakna bila dikombinasikan dengan pembelajaran kooperatif. Didalam pembelajaran siswa bekerja sama dengan kelompoknya serta saling membantu dalam belajar. Pendekatan lingkungan diwujudkan dengan cara menampilkan contoh-contoh penerapan biologi yang terdapat di lingkungan   siswa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-1827265971316757613?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/1827265971316757613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=1827265971316757613&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1827265971316757613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1827265971316757613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2011/02/pendekatan-lingkungan-dalam.html' title='Pendekatan Lingkungan dalam Pembelajaran'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-3287461128150823504</id><published>2010-11-28T20:12:00.000-08:00</published><updated>2011-03-20T21:12:10.692-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><title type='text'>Nominasikan Blog Favorit Anda : The 2010 Edublog Awards</title><content type='html'>Bagi anda yang memiliki blog pendidikan yang jadi favorit serta sering dikunjungi, mari nominasikan dalam &lt;a href="http://edublogawards.com/"&gt;The 2010 Edublog Awards&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;Dalam even kali ini dibuka untuk 23 kategori, yaitu :&lt;br /&gt;1. Best individual blog&lt;br /&gt;2. Best individual tweeter&lt;br /&gt;3. Best group blog&lt;br /&gt;4. Best new blog&lt;br /&gt;5. Best class blog&lt;br /&gt;6. Best student blog&lt;br /&gt;7. Best resource sharing blog&lt;br /&gt;8. Most influential blog post&lt;br /&gt;9. Most influential tweet / series of tweets / tweet based discussion&lt;br /&gt;10. Best teacher blog&lt;br /&gt;11. Best librarian / library blog&lt;br /&gt;12. Best school administrator blog&lt;br /&gt;13. Best educational tech support blog&lt;br /&gt;14. Best elearning / corporate education blog&lt;br /&gt;15. Best educational use of audio&lt;br /&gt;16. Best educational use of video / visual&lt;br /&gt;17. Best educational wiki&lt;br /&gt;18. Best educational podcast&lt;br /&gt;19. Best educational webinar series&lt;br /&gt;20. Best educational use of a social network&lt;br /&gt;21. Best educational use of a virtual world&lt;br /&gt;22. Best use of a PLN&lt;br /&gt;23. Lifetime achievement&lt;br /&gt;Sebagai partisipan, saya menominasikan kategori Best Teaccher Blog yaitu &lt;a href="http://urip.wordpress.com/"&gt;Log Guru Kimia Borneo&lt;/a&gt;. Blok ini sudah lama saya jadikan acuan dalam pengembangan profesi saya sebagai guru.&lt;br /&gt;Silakan anda berpartispasi dalam menominasikan blok pendidikan. Caranya :&lt;br /&gt;1. Posting artikel yang berisi link &lt;a href="http://edublogawards.com/"&gt;The Edublog Awards Homepage&lt;/a&gt;, dan juga link blog yang anda nominasikan.&lt;br /&gt;2. Mengisi form pada situs &lt;a href="http://edublogawards.com/"&gt;The Edublog Awards Homepage&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menominasikan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-3287461128150823504?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/3287461128150823504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=3287461128150823504&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/3287461128150823504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/3287461128150823504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/11/nominasikan-blog-favorit-anda-2010.html' title='Nominasikan Blog Favorit Anda : The 2010 Edublog Awards'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-1596206299097849229</id><published>2010-10-05T20:12:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:22:37.112-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RTH'/><title type='text'>Ragam Vegetasi di Ruang Terbuka Hijau Sekolah</title><content type='html'>Berikut adalah beberapa vegetasi yang tumbuh di lingkungan SMAN 1 Banjarbaru.  &lt;br /&gt;1. Agave Amerika  (Agave americana)&lt;br /&gt;2.  Akalifa  (Acalypha wilkesiana)&lt;br /&gt;3.  Andong  (Cordyline fruticosa)&lt;br /&gt;4.  Asoka  (Saraca indica)&lt;br /&gt;5.  Bakungan  (Hymenocallis litthoralis)&lt;br /&gt;6.  Bayam merah  (Alternanthera amoena)&lt;br /&gt;7.  Beras Wutah  (Dieffenbachia amoena)&lt;br /&gt;8.  Boroco  (Celosia argentea)&lt;br /&gt;9.  Bougenvil  (Bougainvillea glabra)&lt;br /&gt;10.  Bunga Lilin  (Pachystachys lutea)&lt;br /&gt;11  Cemara Kipas  (Cupressus sempervirens)&lt;br /&gt;12.  Daun Ungu  (Graptophylum pictum)&lt;br /&gt;13.  Drakaena “Song of India”  (Dracaena reflexa)&lt;br /&gt;14.  Glodokan  (Polyalthia longifolia)&lt;br /&gt;15.  Hanjuang  (Cordyline fruticosa)&lt;br /&gt;16.  Jati  (Tectona grandis)&lt;br /&gt;17.  Kamboja Jepang  (Adenium obesum)&lt;br /&gt;18.  Kana  (Canna indica)&lt;br /&gt;19.  Karet Kebo  (Ficus elastica)&lt;br /&gt;20.  Keladi Hias  (Caladium sp)&lt;br /&gt;21.  Kembang Sepatu  (Hibiscus rosa-sinensis)&lt;br /&gt;22.  Kembang Wali Songo  (Scheffiera arbolicora)&lt;br /&gt;23.  Ketapang Cina  (Cassia alata)&lt;br /&gt;24.  Kucai Jepang  (Carex morrowii)&lt;br /&gt;25.  Lidah Buaya  (Aloe vera)&lt;br /&gt;26.  Lidah Mertua  (Sansevieria trifasciata)&lt;br /&gt;27.  Mangga  (Mangifera indica)&lt;br /&gt;28.  Melati  (Jasminum sambac)&lt;br /&gt;29.  Nangka  (Artocarpus heterophyllus)&lt;br /&gt;30.  Nenas Kerang  (Rhoeo spathacea)&lt;br /&gt;31.  Pachypodium Lamerei  (Pachypodium lamerei)&lt;br /&gt;32.  Paku Sarang Burung  (Asplenium nidus)&lt;br /&gt;33.  Palem Kipas  (Livistona chinensis)&lt;br /&gt;34.  Palem Putri  (Veitchia merillii)&lt;br /&gt;35.  Petai Cina  (Leucaena leucocephala)&lt;br /&gt;36.  Pisang Hias  (Heliconia colinsiana)&lt;br /&gt;37.  Puring  (Codiaeum variegatum)&lt;br /&gt;38.  Puring  (Codiaeum variegatum)&lt;br /&gt;39.  Rumput Fatimah  (Labisia pumila)&lt;br /&gt;40.  Rumput Gajah  (Pennisetum purpureum)&lt;br /&gt;41.  Rumput Jepang  (Pennisetum purpureum)&lt;br /&gt;42.  Sri Rejeki  (Dieffenbachia seguine)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vegetasi di lingkungan SMAN 3 Banjarbaru.&lt;br /&gt;1.  Akasia  (Acacia auriculiformis)&lt;br /&gt;2.  Albasia  (Albizia falcataria)&lt;br /&gt;3.  Angsana  (Pterocarpus indicus)&lt;br /&gt;4.  Asoka  (Ixora coccinea)&lt;br /&gt;5.  Bambu Cina  (Bambusa multiplex)&lt;br /&gt;6.  Belimbing Manis  (Averrhoa carambola)&lt;br /&gt;7.  Beras Wutah  (Dieffenbachia amoena)&lt;br /&gt;8.  Bougenvil  (Bougainvillea glabra)&lt;br /&gt;9.  Cemara Kipas  (Cupressus sempervirens)&lt;br /&gt;10.  Cocor Bebek  (Kalanchoe blossfeldiana)&lt;br /&gt;11  Glodokan  (Polyalthia longifolia)&lt;br /&gt;12.  Ilalang  (Imperata cylindrica)&lt;br /&gt;13.  Jambu Biji  (Psidium guajava)&lt;br /&gt;14.  Kaktus Centong  (Opuntia cochenillifera)&lt;br /&gt;15.  Karamunting  (Ochthocharis bornensis)&lt;br /&gt;16.  Kembang Merak  (Caesalpinia pulcherrima)&lt;br /&gt;17.  Kembang Sepatu  (Hibiscus rosa-sinensis)&lt;br /&gt;18.  Kenanga  (Cananga odorata)&lt;br /&gt;19.  Ketapang Cina  (Cassia alata)&lt;br /&gt;20.  Kuping Gajah  (Anthurium crystallinum)&lt;br /&gt;21.  Lidah Buaya  (Aloe vera)&lt;br /&gt;22.  Lidah Mertua  (Sansevieria trifasciata)&lt;br /&gt;23.  Mangga  (Mangifera indica)&lt;br /&gt;24.  Nangka  (Artocarpus heterophyllus)&lt;br /&gt;25.  Nusa Indah  (Mussaenda philippica)&lt;br /&gt;26.  Palem Putri  (Veitchia merillii)&lt;br /&gt;27.  Pepaya  (Carica papaya)&lt;br /&gt;28.  Petai  (Parcia specioa)&lt;br /&gt;29.  Petai Cina  (Leucaena leucocephala)&lt;br /&gt;30.  Pisang  (Musa paradisiaca)&lt;br /&gt;31.  Puring  (Codiaeum variegatum)&lt;br /&gt;32.  Putri Malu  (Mimosa pudica)&lt;br /&gt;33.  Rumput banta  (Leersia hexandra)&lt;br /&gt;34.  Rumput Bebek  (Echinochloa colona)&lt;br /&gt;35.  Rumput Belulang  (Eleusine indica)&lt;br /&gt;36.  Rumput Gajah  (Pennisetum purpureum)&lt;br /&gt;37.  Rumput Teki  (Cyperus rotundus)&lt;br /&gt;38.  Sarikaya  (Annona squamosa)&lt;br /&gt;39.  Sawo Manila  (Manilkara zapota)&lt;br /&gt;40.  Sirsak  (Annona muricata)&lt;br /&gt;41.  Teh-tehan  (Acalypha siamensis) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vegetasi di lingkungan SMA PGRI 1 Banjarbaru.&lt;br /&gt;1.  Andong  (Cordyline fruticosa)&lt;br /&gt;2.  Asoka  (Ixora coccinea)&lt;br /&gt;3.  Beras Wutah  (Dieffenbachia amoena)&lt;br /&gt;4.  Bougenvil  (Bougainvillea glabra)&lt;br /&gt;5.  Cocor Bebek  (Kalanchoe blossfeldiana)&lt;br /&gt;6.  Glodokan  (Polyalthia longifolia)&lt;br /&gt;7.  Jambu Bol  (Syzygium malaccense)&lt;br /&gt;8.  Kacapiring  (Gardenia augusta)&lt;br /&gt;9.  Kaktus Centong  (Opuntia cochenillifera)&lt;br /&gt;10.  Kembang Sepatu  (Hibiscus rosa-sinensis)&lt;br /&gt;11  Kenanga  (Cananga odorata)&lt;br /&gt;12.  Ketapang Cina  (Cassia alata)&lt;br /&gt;13.  Kuping Gajah  (Anthurium crystallinum)&lt;br /&gt;14.  Lidah Buaya  (Aloe vera)&lt;br /&gt;15.  Mangga  (Mangifera indica)&lt;br /&gt;16.  Nangka  (Artocarpus heterophyllus)&lt;br /&gt;17.  Nusa Indah  (Mussaenda philippica)&lt;br /&gt;18.  Palem Putri  (Veitchia merillii)&lt;br /&gt;19.  Puring  (Codiaeum variegatum)&lt;br /&gt;20.  Rumput Gajah  (Pennisetum purpureum)&lt;br /&gt;21.  Rumput Teki  (Cyperus rotundus)&lt;br /&gt;22.  Sukun  (Artocarpus communis)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-1596206299097849229?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/1596206299097849229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=1596206299097849229&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1596206299097849229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1596206299097849229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/10/ragam-vegetasi-di-ruang-terbuka-hijau.html' title='Ragam Vegetasi di Ruang Terbuka Hijau Sekolah'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-6633501347627437293</id><published>2010-09-30T02:01:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:01:13.392-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keunggulan lokal'/><title type='text'>Evaluasi Kesesuaian Program Keahlian SMK Terhadap Potensi Unggulan Daerah di Kota Banjarbaru</title><content type='html'>Oleh : &lt;b&gt;Ibnu Yusa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Brawijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan strategis terkait dengan pemerataan dan perluasan akses pendidikan adalah memperluas akses terhadap pendidikan SMK sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan lokal. Dengan demikian kebijakan pokok pembangunan pendidikan nasional lebih ditekankan pada perluasan akses SMK dari pada SMA. Arah kebijakan ini adalah untuk mencapai komposisi jumlah murid SMK dengan jumlah murid SMA dengan perbandingan 70 % : 30 %.   Perluasan SMK ini dilaksanakan melalui penambahan program pendidikan kejuruan yang lebih fleksibel sesuai tuntutan pasar kerja yang berkembang.  &lt;br /&gt;Tujuan  Penelitian ini, untuk mendiskripsikan  sektor yang menjadi potensi unggulan daerah di Kota Banjarbaru, untuk menganalisis Program Keahlian SMK  yang sesuai dengan potensi unggulan daerah di Kota Banjarbaru, dan menentukan prioritas terhadap pengembangan Program Keahlian SMK yang sesuai dengan potensi unggulan daerah di Kota Banjarbaru.&lt;br /&gt;Metode yang digunakan dalam proses analisis data  adalah, dengan cara dokumentasi tentang Program Keahlian dari tujuh SMK di Kota Banjarbaru, dianalisis secara deskriptif. Untuk mengetahui potensi unggulan  daerah,  digunakan analisis LQ (Location Qoutien) PDRB daerah Kota Banjarbaru terhadap PDRB Propinsi  Kalimantan Selatan. Selain itu juga analisis pertumbuhan  ekonomi. Untuk mengetahui Program Keahlian SMK  yang sesuai dengan potensi unggulan daerah digunakan analisis chek list berskala. Untuk menentukan prioritas terhadap pengembangan Program Keahlian yang sesuai dengan potensi unggulan daerah di Kota Banjarbaru, digunakan analisis IPA (Importance Performance Analysis). &lt;br /&gt;Dari perhitungan LQ lima tahun series atas sembilan lapangan usaha, menunjukkan bahwa ada enam lapangan usaha yang merupakan sektor basis (unggulan) dan tiga lapangan usaha yang non basis.&lt;br /&gt;Dari 18 Program Keahlian SMK yang ada, 16 diantaranya mendapatkan Chek List, ini berarti  bahwa 16 Program Keahlian tersebut memang telah sesuai dengan potensi unggulan daerah Kota Banjarbaru.  Selanjutnya dari 16 Program Keahlian tersebut  dipilih satu Program Keahlian yang memiliki tingkat kesesuaian paling tinggi dengan potensi  unggulan  daerah untuk di analisis prioritas pengembangannya. Dari perhitungan skala tingkat kesesuaian,  diketahui  bahwa  Program Keahlian Teknik Konstruksi Batu dan Beton memperoleh angka tertinggi dibandingkan dengan Program Keahlian yang lain.&lt;br /&gt;Dari 10  variabel yang dianalisis untuk kemungkinan pengembangan Program Keahlian Teknik Konstruksi Batu dan Beton, diketahui ada tiga variabel  yang  merupakan prioritas utama untuk dikembangkan/dibenahi, karena ketiga variabel  tersebut oleh stakeholder dianggap sangat penting, namun pelaksanaannya belum  memuaskan. Tiga  variabel tersebut adalah: Pengadaan Ruang Kelas Baru (RKB),  Pengadaan Perpustakaan dan Beasiswa untuk siswa kurang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Program Keahlian SMK, Potensi Unggulan Daerah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-6633501347627437293?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/6633501347627437293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=6633501347627437293&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6633501347627437293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6633501347627437293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/09/evaluasi-kesesuaian-program-keahlian.html' title='Evaluasi Kesesuaian Program Keahlian SMK Terhadap Potensi Unggulan Daerah di Kota Banjarbaru'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-7687325517738036265</id><published>2010-09-26T01:43:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:37:37.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Planologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perencanaan pendidikan'/><title type='text'>Perencanaan Pendidikan</title><content type='html'>Manusia lahir dalam kondisi tidak mempunyai pengetahuan dan ketrampilan apa-apa,  sedangkan untuk menjadikan manusia menjadi ahli apapun tergantung pendidikannya, menurut teori tabularasa dalam ilmu pendidikan (Jonh Locke dan Bacon) mengatakan bahwa anak yang baru dilahirkan itu dapat diumpamakan sebagai kertas putih bersih yang belum ditulis (a sheet of white paper of all characters) jadi sejak lahir anak itu tidak mempunyai bakat dan pembawaan apa-apa. Anak dapat dibentuk sesuai dan sekehendak pendidikannya. Disini kekuatan ada pada pendidik, pendidikan atau lingkungan berkekuatan untuk membentukan anak didiknya. Pendidikan merupakan upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi sumber daya manusia untuk mampu mengemban tugas yang dibebankan kepadanya, hal ini karena hanya sumber daya manusia yang dapat di didik dan mendidik. Karena pendidikan adalah kegiatan sosial yang hasilnya baru dapat dilihat atau dinilai dalam waktu yang relatif lama. Pendidikan yang diharapkan di sini adalah pendidikan yang dapat mendukung proses peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga nantinya pendidikan ini dapat mendukung proses pembangunan di suatu daerah ataupun Negara.&lt;br /&gt;Menurut LAN_RI (2003) Pendidikan dan pelatihan menggabungkan pengertian dari kata-kata pendidikan dan pelatihan yaitu suatu “Pendidikan adalah suatu proses, tehnis dan metode belajar mengajar dengan maksud mentransfer suatu pengetahuan dari seseorang kepada orang lain melalui prosedur yang sistimatis dan terorganisir yang berlangsung dalam jangka waktu yang relatif lama.&lt;br /&gt;Pengembangan sumber daya manusia adalah kegiatan belajar yang diadakan dalam jangka waktu tertentu guna memperbesar kemungkinan untuk meningkatkan kinerja dan dirancang secara matang. Tujuan yang hendak dicapai dengan pengembangan adalah pertumbuhan Sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja yang terlibat didalamnya dari tingkat atas sampai tingkat bawah. Dengan pengembangan diharapkan terjadi peningkatan produktifitas dan efektivitas dalam lembaga tersebut. &lt;br /&gt;Dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional  arti pendidikan dirumuskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;“Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan kecerdasan ahlak mulia serta ketrampilan” &lt;br /&gt;Adapun alasan-alasan perlunya suatu perencanaan itu dilakukan menurut Tjokroamidjojo (1995) didasarkan pada tiga hal yaitu pada:&lt;br /&gt;1. Penggunaan sumber-sumber penggunaan secara efisien dan efektif&lt;br /&gt;2. Keperluan mendobrak kearah perubahan ekonomi dan dan sosial masyarakat&lt;br /&gt;3. Yang terpenting adalah arah perkembangan untuk kepentingan keadilan sosial&lt;br /&gt;Dari beberapa teori dan pendapat di atas pengembangan sumber daya manusia sangat penting, hal ini ditujukan untuk mengelola potensi yang dimiliki wilayah,  sehingga setiap  pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah bermanfaat sangat besar pada komunitas masyarakat yang ada di wilayahnya.&lt;br /&gt;Perencanaan pendidikan menurut Combs (1982) dalam Saud et all (2005), “Perencanaan pendidikan adalah suatu penerapan yang rasional dari analisa sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakat.&lt;br /&gt;Perencanaan pendidikan menurut Saud et all (2005), “Perencanaan pendidikan adalah suatu kegiatan melihat masa depan dalam hal menentukan kebijkanan, prioritas dan biaya pendidikan dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik untuk mengembangkan system pendidikan Negara dan peserta didik yang dilayani”. &lt;br /&gt;Dari definisi diatas, ada beberapa unsur penting yang terkandung dalam perencanaan pendidikan :&lt;br /&gt;1. Penggunaan analisa yang bersifat rasional dan sistematik dalam perencanaan pendidikan&lt;br /&gt;2. Proses pembangunan dan pengembangan pendidikan&lt;br /&gt;3. Prinsip efektif dan efisiensi, artinya dalam perencanaan pendidikan pemikiran ekonomis sangat menonjol.&lt;br /&gt;4. Kebutuhan dan tujuan peserta didik dan masyarakat, artinya perencanaan pendidikan mencakup aspek internal dan eksternal dari keorganisasian sistem pendidikan itu sendiri.&lt;br /&gt;Perencanaan pendidikan sudah pasti harus memperhatikan faktor lingkungan, situasi perekonomian dan faktor kebutuhan sosial politik,  karena pendidikan pembentukan watak manusia. Oleh karena itu perencanaan pendidikan yang dilakukan harus menyeluruh dan terpadu serta disusun secara logis dan rasional mencakup berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan. Selain itu perencanaan pendidikan juga harus menggunakan sumber data yang tepat. &lt;br /&gt;Data dasar (base line data) untuk perencana pendidikan mempunyai fungsi yang amat penting, sebab tanpa data perencanaan tidak mungkin dapat menegembangkan perencanaan pendidikan dengan baik. Data dasar ini mencakup berbagai aspek di dalam dan di luar yang mempunyai hubungan erat dengan pendidikan. Menurut Saud et all (2005) data dasar yang diperlukan dapat dikelompokkan :&lt;br /&gt;1. Kependudukan&lt;br /&gt;2. Data ekonomi &lt;br /&gt;3. Kebijakan nasional&lt;br /&gt;4. Data kependidikan&lt;br /&gt;5. Data ketenagakerjaan&lt;br /&gt;6. Nilai dan sosial budaya&lt;br /&gt;Salah satu pendekatan dalam perencanaan pendidikan adalah analisis kebutuhan sosial. Dalam hal ini perencanaan pendidikan harus memperhitungkan kebutuhan pada masa sekarang dan yang akan datang. Jenis pendidikan di Indonesia sebagaimana terdapat pada Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan  Nasional.&lt;br /&gt;Pendidikan formal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan pendidikan ketrampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Di samping  juga satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan sejenis sangat dibutuhkan keberadaannya. Disamping juga keberadaan pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti penambah dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan formal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.&lt;br /&gt;Dalam rumusan tujuan perencanaan dalam bentuk yang lebih konkrit didasari dengan informasi yang akurat bukan hanya mengenai keadaan yang sekarang melainkan juga lebih dikembangkan proses perencanaan di masa mendatang, (Muljana: 2001).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-7687325517738036265?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/7687325517738036265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=7687325517738036265&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7687325517738036265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7687325517738036265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/09/strategi-pengembangan-rth-sekolah.html' title='Perencanaan Pendidikan'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-764562679835482145</id><published>2010-09-25T00:19:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:36:23.113-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kompetensi guru'/><title type='text'>Kompetensi Guru dalam Efektivitas Sumber Belajar</title><content type='html'>Oleh : Ilham Alfian Nor, 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;blockquote&gt;Sebanyak 69,7% responden menyatakan bahwa seorang guru harus memiliki kompetensi bidang studi dalam menggunakan sumber belajar ruang terbuka hijau sekolah (Alfian Nor : 2009)&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan kompetensi yang baik dalam penerapan strategi penggunaan RTH sekolah sebagai sumber belajar. Pengetahuan yang luas tentang karakteristik RTH sekolah sangat membantu dalam efektivitas dan efisiensi dalam pemanfaatannya sebagai sumber belajar. Karena tidak semua materi pembelajaran dapat menggunakan RTH sekolah sebagai sumber belajar. Diperlukan suatu kemampuan (kompetensi) untuk merancang dan mengorganisasikan agar RTH sekolah dapat diadopsi sebagai salah satu sumber belajar. Dengan demikian, guru harus selalu menambah kemampuan penguasaan terhadap materi pembelajaran ataupun strategi pembelajarannya, termasuk kemampuan dalam pengelolaan kelas. Hal yang demikian juga diperkuat dengan tulisan Murwani (2006) yang mengatakah bahwa guru harus terus menerus mengaktualisasikan diri, belajar memperluas dan memperdalam pengetahuannya agar dapat memfasilitasi siswa dalam belajar. Guru harus membuat dirinya kompeten dan profesional. Hal ini berarti guru perlu secara terus menerus mengembangkan kemampuannya dalam menguasai disiplin ilmu yang diajarkannya serta metode pembelajarannya.&lt;br /&gt;Salah satu fungsi guru adalah sebagai pengelola kegiatan belajar mengajar. Sebagai pengelola pembelajaran  (learning manager), guru berperan dalam menciptakan  iklim  belajar  yang  memungkinkan  siswa  dapat  belajar  secara  nyaman.  Melalui pengelolaan  kelas  yang  baik  guru  dapat menjaga  kelas  agar  tetap  kondusif  untuk  terjadinya  proses belajar seluruh siswa (Muhibbuddin : 2008). Sehingga kemampuan pengelolaan kelas sangat penting untuk dikuasai oleh guru, apalagi untuk model pembelajaran di luar kelas. Karena dalam pembelajaran di luar kelas, misalnya di RTH sekolah, siswa merasa lebih bebas dan cenderung mudah melakukan kegiatan tidak terarah. Jika hal demikian tidak dikelola, maka proses pembelajaran akan terganggu, bahkan nyaris tidak memiliki nilai lebih dibanding dengan pembelajaran di kelas.&lt;br /&gt;Agar tercapai optimalisasi proses pembelajaran, sangat diperlukan motivasi seorang guru. Karena motivasi guru dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran semakin tinggi motivasi kerja guru, maka semakin meningkat pula kinerja guru tersebut. Sehingga dengan motivasi yang tinggi, diharapkan proses pembelajaran dengan menggunakan RTH sekolah sebagai sumber belajar akan optimal. &lt;br /&gt;Dalam hal pemberian insentif bagi guru yang menggunakan RTH sebagai sumber pembelajaran merupakan salah satu upaya dalam memotivasi guru agar dapat merubah proses pembelajaran agar lebih berkualitas. Karena secara naluri, seseorang yang ingin mendapatkan imbalan maka akan berupaya untuk menghasilkan sesuatu dengan lebih baik. Menurut Rahardja (2004), beberapa hal yang mempengaruhi tinggi rendahnya motivasi guru, antara kesesuaian imbalan yang diterima dan keahlian yang dimiliki, latar belakang pendidikan dan pekerjaan misalnya: bidang studi yang diajarkan, serta kepuasan karena terpenuhinya kebutuhan. Sehingga pemberian insentif termasuk hal yang penting dilakukan dalam upaya merubah gaya pembelajaran untuk menggunakan sumber belajar selain guru, misalnya RTH sekolah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-764562679835482145?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/764562679835482145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=764562679835482145&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/764562679835482145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/764562679835482145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/09/kompetensi-guru-dalam-efektivitas.html' title='Kompetensi Guru dalam Efektivitas Sumber Belajar'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-6397011191831417472</id><published>2010-09-24T23:57:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:35:34.438-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sarana belajar'/><title type='text'>Sarana dan Prasarana Pendidikan</title><content type='html'>Oleh : Herlina maulidah (2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan sarana pendidikan haruslah bertitik tolak dari perundangan-undangana pendidikan yang akan dicapai. Sarana pendidikan berupa sekolah (ruang kelas) harus memungkinkan siswa untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan serta sikap secara optimal. Pendidikan merupakan salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk memberikan penjagaan terhadap lingkungan, sehingga lingkungan yang baik dan efisien akan terpelihara.&lt;br /&gt;Sarana pendidikan terdiri dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP/MTs) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA/SMK/MA). Dalam Pedoman Tehnik Pembangunan Prasarana dan Sarana Lingkungan Perumahan Perdesaan dan Kota Kecil Tahun 2000 (Dwiari, 2008) disebut pokok-pokok standar dalam pembangunan sarana prasarana di bidang pendidikan, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pra-sekolahPra-sekolah adalah tingkatan sebelum anak memasuki dunia sekolah yang dikenal dengan Kelompok Bermain (Play Group), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Raudhatul Athfal (RA) adalah fasilitas pendidikan yang dipergunakan untuk anak-anak usia 5 sampai 6 tahun. Untuk menentukan kebutuhan ruang belajar haruslah melihat pada :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jumlah anak usia pra-sekolah yang ada dalam lingkungan sekitar maksimal dalam pencapaian radius 500 m; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah anak usia pra-sekolah dalam proyeksi 5 tahun mendatang.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Selain itu TK merupakan sekolah yang lebih banyak melaksanakan kegiatan bermain daripada belajar, sehingga ruang terbuka (lapangan bermain) haruslah dimiliki oleh TK. &lt;br /&gt;Standar kebutuhan TK dapat dilihat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Minimum penduduk yang mendukung sarana ini adalah 1000 penduduk dengan jumlah anak usia 5 – 6 tahun minimal 8 %;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Luas tanah yang diperlukan adalah seluas 1200 m2 dengan luas lantai seluas 252 m2;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minimal 2 ruang belajar dengan kapasitas 35 sampai 40 anak; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radius pencapaian dari area yang dilayani maksimal sejauh 500 m.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;2. Sekolah Dasar (SD)&lt;br /&gt;Sekolah Dasar (SD) terdiri dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidayah (MI), yang merupakan kelanjutan dari tingkatan Pra-sekolah. Sekolah Dasar adalah fasilitas pendidikan yang dipergunakan untuk anak usia 6 sampai 12 tahun. Untuk menentukan kebutuhan ruang belajar harus dipertimbangkan :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jumlah anak usia SD yang ada dalam lingkungan sekitar maksimal dalam pencapaian radius 1000 m; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah anak usia SD dalam proyeksi 5 tahun mendatang.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Standar kebutuhan SD adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Minimal penduduk yang mendukung sarana ini adalah 1600 penduduk;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Luas lahan 3600 m2 dengan luas lantai 400 sampai 600 m2;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minimal terdiri dari 6 ruang kelas, masing-masing dapat menampung 30 murid dan dilengkapi ruang-ruang lain; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radius pencapaian dari area yang dilayani maksimal sejauh 1000 m.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;3. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP/MTs)&lt;br /&gt;Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP/MTs) merupakan tingkatan pendidikan kelanjutan dari sekolah dasar. Di Indonesia SMP/MTs adalah termasuk sekolah dasar, karena usia anak yang masuk SMP/MTs adalah usia wajib belajar sekolah dasar. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP/MTs) terdiri dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) adalah fasilitas pendidikan yang dipergunakan untuk menampung lulusan Sekolah Dasar. Untuk mempertimbangkan pembangunan SMP/MTS haruslah dilihat dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jumlah lulusan SD dalam lingkungan sekitar;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah lulusan SD yang diproyeksikan dalam 5 tahun mendatang; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persentase lulusan SD yang melanjutkan sekolah ke SMP/MTs.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Standar pembangunan SMP/MTs, adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Minimum penduduk yang mendukung sarana ini adalah 4800 penduduk;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minimal terdiri dari 3 ruang kelas, masing-masing dapat menampung 30 murid dan dilengkapi ruang-ruang lain; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Luas lantai untuk SMP/MTs Umum adalah 1514 m2 dan luas tanah 2700 m2, sedangkan untuk SMP/MTs Khusus luas lantai 2551 m2 dan luas tanah 5000 m2.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;4. Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA/SMK/MA)&lt;br /&gt;Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA/SMK/MA) adalah fasilitas pendidikan untuk menampung lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP/MTs). Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA/SMK/MA) terdiri dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Untuk menentukan kebutuhan ruang belajar SMA/SMK/MA, perlu diperhatikan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jumlah lulusan SMP/MTs di lingkungan sekitar;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah lulusan SMP/MTs dalam proyeksi 5 tahun mendatang;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persentase lulusan SMP/MTs yang melanjutkan ke SMA/SMK/MA; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daya tampung satu unit ruang belajar yang paling efektif dan efisien berdasarkan situasi dan kondisi lingkungan pemukiman.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Standar pembangunan SMA/SMK/MA adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Minimum penduduk yang mendukung sarana ini adalah 6000 penduduk;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minimal terdiri dari 6 ruang kelas, masing-masing dapat menampung 40 murid dan dilengkapi ruang-ruang lain; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk SMA/SMK/MA, luas tanah yang diperlukan 2700 m2 dengan luas lantai 1514 m2, sedangkan untuk SMA/SMK/MA Khusus luas tanah yang diperlukan adalah 5000 m2 dengan luas lantai 2551 m2.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-6397011191831417472?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/6397011191831417472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=6397011191831417472&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6397011191831417472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6397011191831417472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/09/sarana-dan-prasarana-pendidikan.html' title='Sarana dan Prasarana Pendidikan'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-4832401106268212728</id><published>2010-08-24T23:48:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:37:01.340-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Planologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LQ'/><title type='text'>Metode Location Quotient (LQ)</title><content type='html'>Logika dasar Location Quotient (LQ) adalah teori basis ekonomi yang intinya adalah karena industri basis menghasilkan barang-barang dan jasa untuk pasar di daerah maupun di luar daerah yang bersangkutan, maka penjualan keluar daerah akan menghasilkan pendapatan bagi daerah.  Secara umum metode analisis LQ dapat diformulasikan sebagai  berikut (Widodo, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;LQ = (Vik/Vk) / (Vip/Vp)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Vik :Nilai output (PDRB) sektor i daerah studi k (kabupaten/kota misalnya) dalam pembentukan Produk Domestik Regional Riil (PDRR) daerah studi k.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vk :Produk Domestik Regional Bruto total semua sector di daerah studi k&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vip :Nilai output (PDRB) sektor i daerah referensi p (provinsi misalnya) dalam pembentukan PDRR daerah referensi p.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vp :Produk Domestik Regional Bruto total semua sector di daerah referensi p.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil perhitungan Location Quotient (LQ), dapat diketahui konsentrasi suatu kegiatan pada suatu wilayah dengan kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Nilai LQ di sector i=1.  Ini berarti bahwa laju pertumbuhan sektor i di daerah studi k adalah sama dengan laju pertumbuhan sektor yang sama dalam perekonomian daerah referensi p;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nilai LQ di sector lebih besar dari 1.  Ini berarti bahwa laju pertumbuhan sektor i di daerah studi k adalah lebih besar dibandingkan dengan laju pertumbuhan sektor yang sama dalam perekonomian daerah referensi p. Dengan demikian, sektor i merupakan sektor unggulan daerah studi k sekaligus merupakan basis ekonomi untuk dikembangkan lebih lanjut oleh daerah studi k; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nilai LQ di sector lebih kecil dari 1.  Ini berarti bahwa laju pertumbuhan sektor i di daerah studi k adalah lebih kecil dibandingkan dengan laju pertumbuhan sektor yang sama dalam perekonomian daerah referensi p. Dengan demikian, sektor i bukan merupakan sektor unggulan daerah studi k dan bukan merupakan basis ekonomi serta tidak propektif untuk dikembangkan lebih lanjut oleh daerah studi k.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-4832401106268212728?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/4832401106268212728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=4832401106268212728&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4832401106268212728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4832401106268212728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/08/metode-location-quotient-lq.html' title='Metode Location Quotient (LQ)'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-3092930304891903349</id><published>2010-08-02T07:35:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:40:39.221-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekosistem'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPA'/><title type='text'>Komponen Ekosistem</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/TFbnBWAfd0I/AAAAAAAAAdA/CV4Yx2pcXfY/s1600/eKOSISTEM+lAUT.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/TFbnBWAfd0I/AAAAAAAAAdA/CV4Yx2pcXfY/s320/eKOSISTEM+lAUT.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik atau interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Selain itu ekosistem merupakan tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup organisme dan lingkungan tak hidup, dimana kedua komponen tersebut saling mempengaruhi dan berinteraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen penyusun ekosistem terdiri atas dua macam, yaitu komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah komponen yang terdiri atas makhluk hidup, sedangkan komponen abiotik adalah komponen yang terdiri atas benda mati. Seluruh komponen biotik dalam suatu ekosistem membentuk komunitas. Dengan demikian, ekosistem dapat diartikan sebagai kesatuan antara komunitas dengan lingkungan abiotiknya.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Komponen Biotik&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Berdasarkan caranya memperoleh makanan di dalam ekosistem, organisme anggota komponen biotik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Produsen, yang berarti penghasil. Produsen merupakan organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri (autotrof) melalui fotosintesis. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah tumbuhan hijau atau tumbuhan yang mempunyai klorofil. Produsen ini kemudian dimanfaatkan oleh organisme-organisme yang tidak bisa menghasilkan makanan (heterotrof) yang berperan sebagai konsumen.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konsumen, yang berarti pemakai, yaitu organisme yang tidak dapat menghasilkan zat makanan sendiri tetapi menggunakan zat makanan yang dibuat oleh organisme lain. Organisme yang secara langsung mengambil zat makanan dari tumbuhan hijau adalah herbivora. Oleh karena itu, herbivora sering disebut konsumen tingkat pertama. Karnivora yang mendapatkann makanan dengan memangsa herbivora disebut konsumen tingkat kedua. Karnivora yang memangsa konsumen tingkat kedua disebut konsumen tingkat ketiga dan seterusnya. Proses makan dan dimakan di dalam ekosistem akan membentuk rantai makanan. Perhatikan contoh sebuah rantai makanan ini: daun berwarna hijau (Produsen) –&amp;gt; ulat (Konsumen I) –&amp;gt; ayam (Konsumen II) –&amp;gt; musang (Konsumen III) –&amp;gt; macan (Konsumen IV/Puncak).&amp;nbsp;Dalam ekosistem, banyak proses rantai makanan yang terjadi sehingga membentuk jaring-jaring makanan (food web) yang merupakan kumpulan dari beberapa rantai makanan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dekomposer atau pengurai. Dekomposer adalah jasad renik yang berperan menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan. Dengan adanya organisme pengurai, organisme akan terurai dan meresap ke dalam tanah menjadi unsur hara yang kemudian diserap oleh tumbuhan (produsen). Selain itu aktivitas pengurai juga akan menghasilkan gas karbon dioksida yang akan dipakai dalam proses fotositesis.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;2. Komponen Abiotik&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;Komponen abiotik merupakan komponen tak hidup dalam suatu ekosistem. Komponen abiotik sangat menentukan jenis makhluk hidup yang menghuni suatu lingkungan. Komponen abiotik banyak ragamnya, antara lain: tanah, air, udara, suhu, dan lain-lain.&lt;li&gt;Suhu&lt;/li&gt;Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.&lt;li&gt;Sinar matahari&lt;/li&gt;Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.&lt;li&gt;Air&lt;/li&gt;Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.&lt;li&gt;Tanah&lt;/li&gt;Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. . Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.&lt;li&gt;Angin&lt;/li&gt;Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.&lt;li&gt;Garis lintang&lt;/li&gt;Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-3092930304891903349?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/3092930304891903349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=3092930304891903349&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/3092930304891903349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/3092930304891903349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/08/komponen-ekosistem.html' title='Komponen Ekosistem'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/TFbnBWAfd0I/AAAAAAAAAdA/CV4Yx2pcXfY/s72-c/eKOSISTEM+lAUT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-2472493320394221765</id><published>2010-07-27T01:26:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:40:54.799-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rotasi bumi'/><title type='text'>Rotasi Bumi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/TE6YrCyjURI/AAAAAAAAAcw/CvXPlYj0GOQ/s1600/earthafr.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/TE6YrCyjURI/AAAAAAAAAcw/CvXPlYj0GOQ/s320/earthafr.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bumi melakukan beberapa gerak yang alami, yaitu gerak rotasi dan revolusi. Gerak rotasi bumi merupakan gerak berputarnya bumi pada porosnya (sumbu). Gerakan rotasi ini menyebabkan daerah sepanjang equator bergerak cepat, sedangkan di daerah kutub hampir-hampir tidak mengalami pergerakan. Bumi yang berbentuk bulat mengalami perubahan bentuk akibat gerakan rotasi yang dilakukan. Perubahan tersebut adalah terbentuknya daerah agak pepat di kedua kutubnya dan seakan-akan sebagian massa bumi tertumpuk di daerah equator. Bentuk ini disebabkan  rotasi bumi yaitu perputaran bumi pada porosnya. Gerak rotasi bumi terjadi dari arah barat ke timur. Jika dilihat dari kutub utara, rotasi bumi memiliki arah berlawanan arah jarum jam. Sedangkan jika dilihat dari arah kutub selatan arah rotasi bumi searah dengan arah jarum jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poros (sumbu) bumi merupakan garis khayal yang menandakan sumbu rotasi dari bumi, yang melalui kutub utara dan kutub selatan. Poros bumi tidaklah tegak lurus, tetapi mengalami kemiringan sebesar 23,5o dari garis tegaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu rotasi bumi dalam satu putaran adalah 23 jam 56 menit. Akibat dari rotasi bumi, menimbulkan beberapa gejala alam seperti (a) terjadinya pergantian siang dan malam, (b) perbedaan waktu di berbagai tempat di muka bumi, (c) gerak semu harian  bintang, (d) perbedaan besar gaya gravitasi di berbagai tempat di bumi, dan (e) terjadinya pembelokan arah angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1&lt;/b&gt;&lt;b&gt;. Terjadinya Pergantian Siang dan Malam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah bumi yang terkena sinar matahari dinamakan siang, sedangkan daerah bumi dibelakangnya, yang tidak terkena sinar matahari dinamakan malam. Akibat adanya rotasi menyebabkan terjadinya pergiliran daerah siang dan malam secara bergantian. Jika rotasi bumi terjadi selama 24 jam, maka lama siang dan malam masing-masing terjadi selama 12 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengecualian di daerah dekat kutub, lama siang dan malam dapat lebih atau kurang dari 12 jam, tergantung posisi bumi ketika berevolusi mengelilingi matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Perbedaan waktu di berbagai tempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat gerakan rotasi bumi dari barat ke timur menyebabkan daerah sebelah timur akan menjumpai siang terlebih dahulu, dibanding daerah barat. Perbedaan ini menyebabkan adanya perbedaan waktu di setiap bagian bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rotasi bumi maka permukaan bumi di sebelah timur akan melihat matahari terbit dan terbenam lebih cepat daripada daerah di sebelah barat. Oleh karena itu setiap tempat di berbagai belahan bumi akan memiliki waktu yang berbeda. Untuk menyamakan waktu secara internasional digunakan waktu GMT (Greenwich Mean Time). Waktu ini sesuai dengan waktu di kota Greenwich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengecualian di daerah dekat kutub, lama siang dan malam dapat lebih atau kurang dari 12 jam, tergantung posisi bumi ketika berevolusi mengelilingi matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan bahwa kota Greenwich sebagai bujur 0o. Garis bujur di sebelah timur Greenwich dinamakan garis bujur timur (BT), sedangkan garis bujur disebelah baratnya dinamakan garis bujur barat (BB). Garis bujur 180o BT berimpit dengan garis 180o BB, yang melewati Negara Hawaii, Amerika Serikat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis ini digunakan sebagai batas penanggalan, wilayah di bujur timur lebih terdahulu tanggalnya disbanding wilayah di bujur barat. Seluruh wilayah di bumi dibagi dalam 24 zona waktu, setiap 15o garis bujur ditentukan sebagai 1 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, ada 3 zona waktu yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), yang meliputi Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah; Waktu Indonesia Tengah (WITA), meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur; dan Waktu Indonesia Timur (WIT), meliputi Maluku dan Papua. Perhitungannya adalah WIT = GMT + 7; WITA = GMT + 8; dan WIT = GMT + 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Pergerakan semu bintang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat rotasi bumi dari arah barat ke timur maka bintang-bintang (termasuk matahari) tampak seperti bergerak dari timur ke barat. Namun sebenarnya bintang-bintang tersebut tidak bergerak. Oleh karena  itu maka gerakan bintang ini disebut sebagai gerak semu. Karena gerak semu ini dapat dilihat setiap hari maka disebut gerak semu harian. Dengan gerak semu harian ini maka matahari tampak terbit di timur dan terbenam di barat demikian juga dengan bintang-bintang pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang diperlukan bintang untuk menempuh lintasan peredaran semunya adalah 23 jam 56 menit atau satu hari bintang. Periode peredaran semu harian matahati dan bulan tidak 23 jam 56 menit. Satu hari matahari tepat 24 jam sedang satu hari bulan lebih lambat lagi yaitu 24 jam 50 menit, hal ini disebabkan karena kedudukan bintang sejati di langit selalu tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari memiliki periode semu harian yang berbeda akibat revolusi, sedangkan bulan sebagai satelit bumi memiliki peredaran bulanan mengitari bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bumi mengalami pembekuan dari gas menjadi cair kemudian menjadi padat, Bumi berotasi terus pada porosnya. Ini menyebabkan menggebungan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub bumi sehingga seperti keadaannya sekarang. Karena percepatan gravitasi benbanding terbalik dengan kuadrat jari-jari, maka percepatan gravitasi tempat-tempat di kutub lebih besar daripada disekitar khatulistiwa, karena jarak permukaan bumi di kutub lebih dekat ke pusat bumi. Akibatnya, berat benda yang sama akan berbeda jika ditimbang di khatulistiwa dan di kutub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Pembelokan arah angin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hukum Buys Ballot, udara akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Di daerah kutub yang bertekanan tinggi, maka udara cenderung akan bergerak ke daerah khatulistiwa. Namun akibat rotasi bumi, udara yang bergerak menuju khatulistiwa akan berbelok kearah timur mengikuti arah rotasi bumi, ini berpotensi membentuk angin siklon.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-2472493320394221765?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/2472493320394221765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=2472493320394221765&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2472493320394221765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2472493320394221765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/07/rotasi-bumi.html' title='Rotasi Bumi'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/TE6YrCyjURI/AAAAAAAAAcw/CvXPlYj0GOQ/s72-c/earthafr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-6873866540690218706</id><published>2010-07-24T23:25:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:41:33.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keunggulan lokal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMA'/><title type='text'>PEMBELAJARAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL UNTUK SLTA  DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN</title><content type='html'>Oleh : &lt;b&gt;Herlina Maulidah&lt;/b&gt; (2009)&lt;br /&gt;Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Brawijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Abstrak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Tujuan penelitian adalah menganalisis karakteristik potensi sektor pertanian tanaman bahan pangan dan karakteristik sekolah tingkat SLTA, menganalisis dan menentukan komoditi tanaman bahan pangan unggulan lokal apa yang bisa digunakan sebagai pembelajaran untuk SLTA di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.  Metode yang dipergunakan adalah Location Quotient (LQ) dan kemampuan lahan. Selain itu juga dipergunakan analisis skalogram, pola permukiman, sentralis, jarak terdekat, dan isoline.  Setelah itu, overlay hasil dari analisis karakteristik potensi pertanian tanaman bahan pangan dan karakteristik sekolah tersebut serta Importance Performance Analysis (IPA).  Hasil studi adalah bahwa tanaman bahan pangan berpotensi untuk dilakukan ekspor.  Lahannya cocok untuk  pertanian tanaman pangan tersebut. Indeks fungsi pola permukiman dan sentralitas tertinggi berada di Kecamatan Kandangan.  Di Kecamatan Kalumpang dan Telaga Langsat tidak terdapat SLTA, maka kesempatan terdekat yaitu di Kecamatan Simpur dan Angkinang.  Isoline SLTA meliputi hampir semua wilayah kabupaten.  Komoditi tanaman bahan pangan unggulan lokal yang bisa digunakan sebagai pembelajaran di setiap SLTA adalah padi, palawija atau padi-palawija. Variabel penataan proses pembelajaran muatan lokal, penataan kerjasama dengan instansi/pihak terkait, dan penambahan pelajaran kewirausahaan merupakan prioritas utama untuk dibenahi dalam usaha pengembangan materi keunggulan lokal (pertanian tanaman pangan) pada SLTA di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.&lt;br /&gt;Kata kunci :  keunggulan lokal dan SLTA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-6873866540690218706?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/6873866540690218706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=6873866540690218706&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6873866540690218706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6873866540690218706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/09/pembelajaran-berbasis-keunggulan-lokal.html' title='PEMBELAJARAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL UNTUK SLTA  DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-5637271463245103838</id><published>2010-06-24T23:33:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:42:00.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keunggulan lokal'/><title type='text'>Strategi Penerapan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal Pada SMP di Kabupaten Balangan</title><content type='html'>Oleh : &lt;b&gt;Suprapto&lt;/b&gt; (2009)&lt;br /&gt;Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Brawijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Abstrak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Dalam Rencana strategis Departemen Pendidikan Nasional tahun 2004-2009 disebutkan bahwa perluasan satuan pendidikan berbasis keunggulan lokal (PBKL) dilaksanakan oleh pemerintah daerah secara bertahap.  Pada tahun 2009, setiap kabupaten diharapkan telah memiliki sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan yang melaksanakan PBKL pada setiap jenis, jenjang dan jalur pendidikan.  PBKL di Kabupaten Balangan belum dilaksanakan semestinya pada jenjang SMP.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan arahan penyelenggaraan PBKL pada jenjang SMP.  Agar arahan penerapan PBKL lebih baik, sebelumnya harus diidentifikasi sektor unggulan daerah dan kesiapan sekolah.&lt;br /&gt;Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan pendekatan deskriptif.  Metode analisis untuk mengidentifikasi sektor unggulan daerah adalah analisis LQ dan analisis kesesuaian lahan.  Sedangkan untuk identifikasi kesiapan sekolah digunakan analisis evaluatif yaitu analisis tingkat layanan sarana standar, wilayah layanan dan indeks sentralitas.  Analisis dengan matriks Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT) untuk menentukan langkah penerapan PBKL pada jenjang SMP.&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian diketahui potensi unggulan di Kabupaten Balangan adalah sub sektor pertanian tanaman bahan makanan dan tanaman perkebunan dengan nilai LQ masing-masing 1,08 dan 1,20.  Kedua sub sektor tersebut didukung oleh produksi beberapa komoditas dari tiap kecamatan.  Komoditas unggulan dari Kecamatan Lampihong adalah padi sawah dan aren; dari Kecamatan Batumandi adalah padi sawah dan kopi; dari Kecamatan Awayan adalah kacang tanah dan kelapa; dari Kecamatan Tebing Tinggi adalah kacanag tanah dan kemiri; dari Kecamatan Paringin dan Paringin Selatan adalah jagung dan karet; Kecamatan Juai adalah ubi kayu dan aren sedangkan Kecamatan Halong adalah ubi kayu dan kopi.  Komoditas yang menjadi sektor basis dan dapat dikembangkan, berbeda pada tiap kecamatan, sehingga penerapan PBKL di tiap kecamatan dapat berbeda.  Penerapan PBKL pada SMP diperlukan kesiapan yang cukup dari beberapa aspek.  Sekolah yang memiliki kesiapan tinggi untuk penerapan PBKL adalah SMPN 1 Paringin di Kecamatan Paringin Selatan, SMPN 1 Batumandi di Kecamatan Batumandi.  Sekolah tersebut memiliki kesiapan tinggi pada aspek ketersediaan ruang kelas, wilayah pelayanan dan ketersediaan jumlah guru.  Sedangkan guru muatan lokal bidang pertanian belum tersedia di Kecamatan Paringin, Kecamatan Awayan dan Kecamatan Halong.  PBKL diharapkan dapat diterapkan pada SMP yang memiliki kesiapan cukup dengan langkah yang dilakukan yaitu penetapan kebijakan keunggulan lokal, menyusun kurikulum yang berisi keunggulan lokal; penyediaan sarana pembelajaran, pelatihan guru muatan lokal serta peningkatan kerjasama dengan masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: keunggulan lokal, kesiapan sekolah, strategi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-5637271463245103838?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/5637271463245103838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=5637271463245103838&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/5637271463245103838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/5637271463245103838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/09/strategi-penerapan-pendidikan-berbasis.html' title='Strategi Penerapan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal Pada SMP di Kabupaten Balangan'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-7335142139597173151</id><published>2010-06-20T23:27:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:42:27.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RTH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hutan kota'/><title type='text'>STRATEGI PENGEMBANGAN HUTAN KOTA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA  DI KOTA BANJARBARU</title><content type='html'>Oleh : &lt;b&gt;Imam Almadi&lt;/b&gt; (2009)&lt;br /&gt;Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Braijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Abstrak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Banjarbaru sebagai salah satu kota kecil di Indonesia, memiliki hutan kota yang relatif lebih luas dibanding kota-kota yang sederajat di Kalimantan Selatan.  Hutan kota adalah tumbuhan berkayu di wilayah perkotaan yang memberikan manfaat lingkungan yang sebesar- besarnya dalam kegunaan proteksi, estetika, rekreasi dan kegunaan khusus lainnya. Di dalam Peraturan Pemerintah No. 63 Tahun 2002 Tentang Hutan Kota Pasal 3 disebutkan bahwa fungsi hutan kota adalah: (1) memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika; (2) meresapkan air; menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota; (4) mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Selanjutnya Pada Pasal 27 ayat (1) menyatakan bahwa Hutan kota dapat dimanfaatkan antara lain untuk keperluan pendidikan.&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi karakteristik hutan kota dan karakteristik pembelajaran biologi SMA di Kota Banjarbaru, mengetahui belum/telah berfungsi sebagai sumber belajar biologi SMA di Kota Banjarbaru dan mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhinya, dan menyusun strategi pengembangan hutan kota sebagai sumber belajar biologi SMA di Kota Banjarbaru.&lt;br /&gt;Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis karakteristik hutan kota dan karakteristik pembelajaran biologi SMA, analisis evaluatif digunakan untuk menganalisis belum/telah berfungsinya hutan kota sebagai sumber belajar biologi SMA, analisis korelasi digunakan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi berfungsinya hutan kota sebagai sumber belajar biologi SMA, analisis IPA serta analisis SWOT IFAS/EFAS untuk menentukan strategi pengembangan hutan kota sebagai sumber belajar biologi SMA.&lt;br /&gt;Hasil penelitian mendapatkan bahwa berdasarkan proses terbentuknya Hutan Mentaos 1 dan Mentaos 2 merupakan hutan buatan, berdasarkan bentuk yang dikaitkan dengan luas lahan adalah hutan kota berbentuk tegakan hutan kompak, berkaitan dengan tataguna lahannya adalah tipe rekreasi,  berdasarkan strukturnya masuk dalam klasifikasi hutan kota berstruktur banyak, dan berdasarkan asal pohon termasuk dalam klasifikasi exote yaitu pohon didatangkan dari luar. &lt;br /&gt;Hasil penelitian mendapatkan bahwa guru- guru biologi SMA di Kota Banjarbaru yang selalu membuat Silabus dan RPP adalah sebesar 62,5% , selalu membuat LKS 25%, sering membuat bahan ajar berbasis TIK 37,5%, selalu mengaplikasikan silabus 75%, selalu mengaplikasikan RPP 62,5%, sering mengaplikasikan bahan ajar berbasis TIK 37,5%, sering menggunakan laboraturium biologi 75%, sering menggunakan LKS 75%, sering menggunakan metode pembelajaran di luar kelas 25%  dan telah menggunakan hutan kota sebagai sumber belajar adalah  sebesar 50% dengan kategori kadang- kadang. &lt;br /&gt;Berdasarkan hasil analisis IPA, analisis SWOT dan IFAS EFAS dapat diketahui bahwa posisi strategi pengembangan hutan kota sebagai sumber belajar biologi SMA di Kota Banjarbaru berada pada posisi Agressive Maintenance Strategy dimana pengelola objek melaksanakan pengembangan secara aktif dan agresif. Strategi yang dapat dilakukan untuk memberikan solusi terhadap berbagai kelemahan dan ancaman hutan kota sebagai sumber belajar biologi SMA di Kota Banjarbaru melalui rezonasi hutan kota secara terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci: hutan kota, sumber belajar biologi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-7335142139597173151?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/7335142139597173151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=7335142139597173151&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7335142139597173151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7335142139597173151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/09/strategi-pengembangan-hutan-kota.html' title='STRATEGI PENGEMBANGAN HUTAN KOTA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA  DI KOTA BANJARBARU'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-1224758862353329892</id><published>2010-05-31T07:43:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:42:54.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Planologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perencanaan pendidikan'/><title type='text'>Konsep Perencanaan Pendidikan</title><content type='html'>Dalam menjalankan program pendidikan, prinsip yang harus disertakan adalah berkelanjutan, artinya proses pendidikan harus terus-menerus dijalankan dari generasi ke generasi berikutnya. Hal ini tidak terlepas dari konsep pendidikan seumur hidup. Untuk itu diperlukan suatu manajemen perencanaan yang terukur dan terarah di bidang pendidikan. Perencanaan sumber daya manusia memfokuskan perhatian pada langkah-langkah tertentu yang diambil oleh manajemen guna lebih menjamin bahwa dalam organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai kedudukan, jabatan dan pekerjaan yang tepat pada waktu yang  tepat, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran yang telah dan akan ditetapkan (Taqiyuddin : 2006).&lt;br /&gt;Menurut catatan Sukardika (2001), kualitas pendidikan Indonesia sampai saat  ini berada pada posisi bawah bila dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia, Philipina, Singapura, bahkan dengan Vetnam sekalipun. Hal ini dapat dipahami mengingat salah satu penyebabnya adalah bahwa perencanaan pendidikan saat ini belum ditunjang oleh data dan informasi yang memadai. Perencanaan yang baik hanya dapat terwujud apabila didukung dengan data  dan informasi yang cepat, tepat dan akurat.&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari manajemen, langkah perencanaan sangatlah penting, apalagi bidang yang direncanakan adalah bidang yang sangat subtansial yaitu pendidikan, yang merupakan langkah awal dalam pembentukan kerangka sumber daya manusia. Dari pandangan ini, berarti diperlukan perencanaan terpadu secara horizontal [antarsektor] dan vertikal [antar jenjang – bottom-up dan top-down planning], pendidikan harus berorientasi pada peserta didik dan pendidikan harus bersifat multikultural serta pendidikan dengan perspektif global” (Fasli Jalal dalam Sanaky : 2003)&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan kemajuan teknologi, khususnya di bidang informasi, perencanaan bidang pendidikan juga harus mengantisipasi perubahan kondisi seperti saat sekarang ini. Jadi perencanaan pendidikan harus lebih kreatif dalam beradaptasi dan berkembang sesuai dengan improvisasi yang tepat. Pendidikan selalu dituntut untuk cepat tanggap atas perubahan yang terjadi dan melakukan upaya yang tepat secara normatif sesuai dengan cita-cita masyarakat madani Indonesia. Maka, pendidikan selalu bersifat progresif  tidak resisten terhadap perubahan, sehingga mampu mengendalikan dan mengantisipasi arah perubahan (Sanaky : 2003).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-1224758862353329892?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/1224758862353329892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=1224758862353329892&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1224758862353329892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1224758862353329892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/05/konsep-perencanaan-pendidikan.html' title='Konsep Perencanaan Pendidikan'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-4188287319364895244</id><published>2010-05-24T23:29:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:43:50.209-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Planologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media pembelajaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIK'/><title type='text'>Strategi Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi SMA di Kabupaten Kapuas</title><content type='html'>Oleh : &lt;b&gt;Sidik Widiantoro&lt;/b&gt; (2009)&lt;br /&gt;Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Brawijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Abstrak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Penelitian yang dilakukan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah dilatarbelakangi kenyataan bahwa kehidupan dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang sangat dominan dimana berbeda dengan era agraris dan industri, kemajuan suatu bangsa dalam era informasi sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktivitasnya.&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Karakteristik SMA di Kabupaten Kapuas, potensi dan masalah dalam pembelajaran berbasis TIK  dan strategi pengembangan apa yang tepat untuk diterapkan di Kabupaten Kapuas sesuai kondisi existing yang ada. Sehingga penelitian ini dapat memberikan alternatif arahan pengembangan dan kebijakan pada instansi terkait 5 tahun ke depan.&lt;br /&gt;Jenis penelitian termasuk dalam penelitian survei dengan analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif dan analisis evaluatif development. Analisis deskriptif, dimana analisis yang digunakan berupa teknik pengolahan data seperti pengecekan data dan tabulasi serta membaca tabel, grafik atau angka-angka yang tersedia. Analisis evaluatif digunakan dalam menentukan potensi masalah dalam penerapan pembelajaran berbasis TIK di SMA. Penelitian ini meliputi analisis deskriptif terhadap karakteristik SMA di Kabupaten Kapuas, analisis potensi masalah untuk menentukan kesiapan sekolah terhadap pengembangan pembelajaran berbasis TIK terkait kondisi existing SMA di Kabupaten Kapuas serta analisis SWOT untuk mengetahui apa saja potensi atau kekuatan yang mendukung dalam rangka pengembangan pembelajaran berbasis TIK SMA di Kabupaten Kapuasl, kelemahan-kelemahan yang ada, kesempatan terbuka yang dapat diraih dan juga ancaman yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan di masa yang akan datang. Sebagai alat bantu penelitian digunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan SPSS 11,5.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian 17 SMA di Kabupaten Kapuas secara umum sarana prasarana SMA yang 100% terpenuhi adalah ruang kelas, perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha dan jamban. Sarana prasarana penunjang pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi SMA di Kabupaten Kapuas masih sangat rendah yaitu hanya 7 SMA yang sudah memenuhi. Untuk kompetensi guru 10,5 % tidak dapat mengoperasikan komputer dan penerapan dalam pembelajaran ditemukan bahwa 69,3% guru pernah memberikan tugas ke siswa dengan memanfaatkan TIK, 89,3% memanfaatkan TIK untuk pembuatan silabus, 30,7% digunakan untuk analisis soal dan 50% guru memanfaatkan TIK untuk menyampaikan materi belajar pada siswa.&lt;br /&gt;.  Berdasarkan kedudukannya dalam kuadran SWOT, maka pengembangan pembelajaran berbasis TIK SMA Kabupaten Kapuas terletak pada kuadran II yang memiliki strategi pengembangan, yaitu: Ruang C dengan Agressive Maintenance Strategy dimana pengelola obyek  melaksanakan pengembangan secara agresiff dan strategis. Hal ini berarti Instansi terkait harus lebih aktif dalam pengembangan pembelajaran berbasis TIK SMA yang mempunyai peluang sangat besar untuk dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pengembangannya kedepan. Peluang yang ada hendaknya digunakan untuk menyelesaikan segala permasalahan/ kelemahan dalam pengembangan pembelajaran berbasis TIK SMA di Kabupaten Kapuas. Sehingga diharapkan pembelajaran berbasis TIK SMA akan menaikkan kualitas pendidikan dan muaranya adalah kualitas masyarakat dan bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-4188287319364895244?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/4188287319364895244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=4188287319364895244&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4188287319364895244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4188287319364895244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/09/strategi-pengembangan-pembelajaran.html' title='Strategi Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi SMA di Kabupaten Kapuas'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-4282824143561755850</id><published>2010-04-27T05:56:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:44:19.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aksesibilitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Planologi'/><title type='text'>PENGEMBANGAN AKSESIBILITAS PENDIDIKAN MENENGAH  DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT</title><content type='html'>Agus Basrawiyanta&lt;br /&gt;Fakultas Teknik Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat aksesibilitas pendidikan menengah, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi aksesibilitas pendidikan menengah dan  mendeskripsikan pengembangan aksesibilitas pendidikan menengah di Kab. Kotawaringin Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Metode yang dipergunakan antara lain metode analisis indeks sentralitas, analisis tetangga terdekat, analisis tingkat pelayanan jumlah sarana berdasarkan standard, analisis wilayah pelayanan (isoline) dan analisis sistem transportasi, analisis faktor dan analisis SWOT IFAS - EFAS. Hasil studi ini adalah tingkat aksesibilitas pendidikan menengah cukup baik, kondisi jaringan jalan yang melalui sekolah 78%, pelayanan angkutan umum belum dapat melayani pendidikan menengah, rute angkutan umum masih ada 3 kecamatan dan 8 pendidikan menengah yang belum mendapatkan pelayanan. Pelayanan sarana pendidikan menengah dari hirarki tinggi ke rendah adalah Kecaman Arut Selatan, Kumai, Pangkalan Banteng, Pangkalan Lada, Kotawaringin Lama dan Arut Utara. Pola persebaran permukiman adalah acak sedangkan pola persebaran sekolah, mengelompok. Berdasarkan standard jenjang SLTA masih dalam kondisi buruk.  Faktor-faktor yang mempengaruhi aksesibilitas pendidikan menengah yaitu; faktor fasilitas pendidikan, faktor sarana prasarana transportasi, faktor manajemen transportasi, faktor sosial ekonomi dan faktor tarif angkutan. Berdasarkan analisis SWOT IFAS-EFAS yaitu memanfaatkan potensi yang ada untuk menangkap peluang dengan mengatasi kelemahan berdasarkan skala prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : pengembangan, aksesibilitas, dan pendidikan menengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Purpose of this research is to analyze accessibility level of secondary school, to identify factors affecting secondary education accessibility, and to describe accessibility development of secondary education in West Kotawaringin County. The used method is centrality index analysis, closest neighbor analysis, service level analysis on the number of means based on the standard, service area analysis (isoline) and transportation system analysis, factor analysis, and SWOT IFAS-EFAS analysis. The research result shows that accountability level of secondary level is good enough. Street network condition pass through the school is 78%. Public transportation service cannot service secondary education. There are still 3 sub-districts and 8 secondary-education public transportation routes, which do not get services. Secondary education means services from high to low hierarchy are South Arut, Kumai, Pangkalan Banteng, Pangkalan Lada, Old Kotawaringin and North Arut sub-districts. Residence distribution pattern is randomly while school distribution pattern is cliquish. Based on the standard, senior high school level is still in bad condition. Factors affecting secondary education accessibility are education facilities, transportation means, transportation management, social-economy, and transportation cost factors. Based on SWOT IFAS-EFAS analysis, it is utilizing the existing potency to grasp the opportunity by solving the weaknesses based on the priority scale. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyword: development, accessibility, and secondary education&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-4282824143561755850?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/4282824143561755850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=4282824143561755850&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4282824143561755850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4282824143561755850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/04/pengembangan-aksesibilitas-pendidikan.html' title='PENGEMBANGAN AKSESIBILITAS PENDIDIKAN MENENGAH  DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-9041282547000816329</id><published>2010-04-26T02:11:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:44:37.963-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='shift share'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Planologi'/><title type='text'>Analisis Shift Share</title><content type='html'>Pelaksanaan pembangunan ekonomi akan menyebabkan terjadinya perubahan struktur ekonomi. Suatu sektor bisa menjadi kurang penting peranannya dalam pembentukan PDRB/PDB digeser oleh sektor lainnya sesuai dengan kondisi ekonomi yang sedang terjadi saat itu. Proses transformasi ekonomi ini bisa berbeda antar propinsi yang selanjutnya bisa mengubah posisi suatu propinsi di dalam perekonomian nasional. Perbedaan tersebut disebabkan adanya perbedaan seperti penyediaan bahan baku, teknologi, investasi, dan sumber daya manusia. Dengan adanya perbedaan tersebut maka diketahui transformasi ekonomi di suatu wilayah adalah penting terutama untuk pedoman dalam mengalokasikan dana pembangunan yang terbatas, sumberdaya manusia, teknologi dan input-input penting untuk produksi antar propinsi. Dalam hal ini analisis yang umumnya digunakan untuk mengevaluasi perubahan struktur adalah analisis shift-share.&lt;br /&gt;Analisis shift share membandingkan perbedaan laju pertumbuhan berbagai sektor industri di daerah dengan wilayah nasional (Tarigan, 2005:85). Analisis shift-share mempunyai empat kegunaan yaitu : &lt;br /&gt;1. mengetahui sejauh mana peranan petumbuhan ekonomi secara keseluruhan.&lt;br /&gt;2. mengetahui sejauhmana pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan suatu sektor.&lt;br /&gt;3. mengetahui komponen yang mempengaruhi kesempatan kerja nyata.&lt;br /&gt;4. mengetahui pergeseran ekonomi regional sebagai akibat perubahan ekonomi nasional maupun ekonomi regional itu sendiri.&lt;br /&gt;Kerangka analisis ini dikemukakan oleh Dunn (1960) dan kemudian dikembangkan oleh Perloff (1960). Menurut metode ini pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dipengaruhi oleh tiga komponen utama, yakni pertumbuhan nasional (national growth component), pertumbuhan sektoral atau bauran industri (industrial mix component), dan pertumbuhan daya saing (competitive effect component).&lt;br /&gt;Komponen pertumbuhan nasional adalah banyaknya pertambahan pendapatan atau tingkat produksi suatu daerah (kabupaten/kota) agar bisa tumbuh paling tidak sama dengan laju pertumbuhan daerah acuan (propinsi) dalam suatu periode tertentu. Hal ini merupakan kriteria untuk mengukur penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di suatu daerah. Penyimpangan tersebut dapat diketahui dari komponen shift netto setiap daerah yang terdiri dari struktur shift-share yang mengukur besarnya shift regional netto yang diakibatkan oleh komposis sektor-sektor industri di daerah yang bersangkutan. Komposisi ini positif di daerah-daerah yang berspesialisasi dalam sektor-sektor tertentu yang secara nasional tumbuh dengan cepat, dan negatif di daerah-daerah yang berspesialisasi dalam sektor-sektor tertentu yang secara nasional tumbuh dengan lambat atau bahkan merosot. Komponen ini melihat pengaruh dari luar yang bekerja secara nasional. Location Shift-Share mengukur besarnya shift regional netto yang diakibatkan oleh sektor-sektor industri tertentu yang tumbuh lebih cepat atau lebih lambat di daerah yang bersangkutan daripada tingkat nasional. Jadi suatu daerah yang mempunyai keuntungan lokasional, maka akan mempunyai Location shift-share yang positif, sedangkan daerah yang secara lokasi tidak menguntungkan akan mempunyai locatioan shif-share yang negatif.&lt;br /&gt;Analisi shift-share juga membandingkan perbedaan laju pertumbuhan berbagai sektor (industri) di daerah dengan wilayah nasional. Akan tetapi, metode ini lebih tajam dibandingkan dengan metode LQ, metode shift-share memperinci penyebab perubahan atas beberapa variabel. Analisis ini menggunakan metode pengisolasian berbagai faktor yang menyebabkan perubahan struktur industri suatu daerah dalam pertumbuhannya dari satu kurun waktu ke kurun waktu berikutnya. Hal ini meliputi penguraian faktor penyebab pertumbuhan berbagai sektor  di suatu daerah tetapi dalam kaitannya dengan ekonomi nasional. Ada juga yang menamakan model analisis ini sebagai industrial mix analysis, karena komposisi industri yang ada sangat mempengaruhi laju pertumbuhan wilayah tersebut. Artinya, apakah industri yang berlokasi di wilayah tersebut termasuk kedalam kelompok industri yang secara nasional memang berkembang pesat dan bahwa industri tersebut cocok berlokasi di wilayah itu atau tidak. Analisis shift share dapat menggunakan variabel lapangan kerja atau nilai tambah. Akan tetapi yang terbanyak digunakan adalah variabel lapangan kerja karena datanya lebih mudah diperoleh. Apabila menggunakan nilai tambah maka sebaiknya menggunakan data harga konstan dengan tahun dasar yang sama. Karena apabila tidak maka bobotnya bisa tidak sama dan perbandingan itu menjadi tidak valid (Tarigan, 2005:86)&lt;br /&gt;Pertambahan lapangan kerja (employment) regional total (∆Er) dapat diurai menjadi komponen shift dan komponen share. Komponen share sering pula disebut komponen nasional share. Komponen share nasional (N) adalah banyaknya pertambahan lapangan kerja regional seandainya proporsi perubahannya sama dengan laju pertambahan nasionalselama periode studi. Hal ini dapat dipakai sebagai kriteria bagi daerah yang bersangkutan untuk mengukur apakah daerah itu tumbuh lebih cepat atau lebih lambat dari pertumbuhan nasional rata-rata.&lt;br /&gt;Komponen shift adalah penyimpangan (deviation) dari national share dalam pertumbuhan lapangan kerja regional. Penyimpangan ini positif di daerah-daerah yang tumbuh lebih cepat dan negatif di daerah-daerah yang tumbuh lebih lambat/merosot dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja secara naional. Bagi setiap daerah, shift netto dapat dibagi menjadi dua komponen, yaitu proportional shift coponen (P) dan differential shift component (D).&lt;br /&gt;Proportional shift component (P) kadang-kadang dikenal sebagai komponen struktural atau industrial mix, mengukur besarnya shift regional netto yang diakibatkan oleh komposisi sektor-sektor industri di daerah yang bersangkutan. Komponen ini positif di daerah-daerah yang berspesialisasi dalam sektor-sektor yang secara nasional tumbuh dengan lambat atau bahkan sedang merosot (Tarigan,2005:86)&lt;br /&gt;Differential shift component (D) kadang-kadang dinamakan komponen lokasional atau regional adalah sisa kelebihan. Komponen ini mengukur besarnya shift regional netto yang diakibatkan oleh sektor-sektor industri tertentu yang tumbuh lebih cepat atau lebih lambat di daerah yang bersangkutan daripada tingkat nasional yang disebabkan oleh faktor-faktor lokasional intern. Jadi, suatu daerah yang mempunyai keuntungan lokasional seperti sumber daya yang melimpah/efisien akan mempunyai differential shift component yang positif, sedangkan daerah yang secara lokasional tidak menguntungkan akan mempunyai komponen yang negatif.&lt;br /&gt;Kedua komponen shift ini memisahkan unsur-unsur pertumbuhan regional yang bersifat ekstern dan yang bersifat intern. Proportional Shift adalah akibat dari pengaruh unsur-unsur luar yang bekerja secara nasional, sedangkan differential shift adalah akibat dari pengaruh faktor-faktor yang bekerja khusus di daerah yang bersangkutan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-9041282547000816329?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/9041282547000816329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=9041282547000816329&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/9041282547000816329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/9041282547000816329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/04/analisis-shift-share.html' title='Analisis Shift Share'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-6716054150691575767</id><published>2010-04-20T08:26:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:44:55.153-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kompetensi guru'/><title type='text'>Mempersiapkan Guru untuk Masa Depan</title><content type='html'>Sungguhpun sudah begitu banyak upaya dan kegiatan untuk meningkatkan mutu guru, hasil-hasil evaluasi tahap akhir siswa menunjukkan bahwa nilai mereka belum mengalami kenaikan yang berarti. Meningkat Sudah barang tentu dapat disimpulkan bahwa penataran yang telah dilaksanakan telah berhasil meningkatkan mutu guru, tetapi belum berhasil meningkatkan mutu kerja guru, sehingga mutu siswa belum meningkat. Barangkali dilihat dari semboyan PKG: Dari Guru-Oleh Guru-Untuk Guru, tujuan PKG sudah dicapai. Mungkin semboyannya perlu diubah, menjadi: Dari Guru, Oleh Guru, Untuk Guru dan Siswa. Mengapa mutu guru telah berhasil ditingkatkan tetapi kemampuan kerja guru belum meningkat? Salah satu jawaban bisa kita kembalikan pada salah satu karakteristik kerja guru, yakni guru adalah pekerjaan yang tidak pernah mendapatkan umpan balik. Hal ini logis, karena tanpa umpan balik guru tidak tahu kualitas apa yang dikerjakan, tidak tahu di mana kelemahan dan kelebihannya, dan akibatnya guru tidak tahu mana yang perlu ditingkatkan. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, nampaknya di samping meneruskan kegiatan pembinaan yang telah ada selama ini, pembinaan guru diarahkan untuk mengembangkan suatu sistem dan teknik bagi guru untuk bisa mendapatkan umpan balik dari apa yang dikerjakan dalam proses belajar mengajar. Dua model peningkatan mutu yang perlu dipertimbangkan adalah a) memperkuat hidden curriculum  dan b) mengembangkan teknik refleksi diri (sefl-reffection). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidden curriculum &lt;br /&gt;Hidden curriculum adalah proses penanaman nilai-nilai dan sifat-sifat pada diri siswa. Proses ini dilaksanakan lewat perilaku guru selama melaksanakan proses belajar mengajar. Untuk menanamkan sikap disiplin, guru harus memberikan contoh bagaimana perilaku mengajar yang disiplin. Misalnya, memulai dan mengakhiri pelajaran tepat pada waktunya. Kalau guru bertujuan menanamkan kerja keras pada diri siswa, maka guru memberikan tugas-tugas yang memadai bagi siswa dan segera diperiksa dan dikembalikan kepada siswa dengan umpan balik. Pengembalian tugas-tugas siswa tanpa ada umpan balik pada kertas pekerjaan secara langsung akan menanamkan sifat tidak usah kerja keras. Karena siswa beranggapan kerja mereka tidak dibaca guru. &lt;br /&gt;Kegiatan pembinaan yang diperlukan adalah:&lt;br /&gt;1. Mengkaji  secara  lebih  mendalam  makna hidden  curriculum. &lt;br /&gt;2. Secara sadar merancang pelaksanaan hidden curriculum. &lt;br /&gt;3. Mengidentifikasi momen untuk melaksanakan hidden curriculum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Self-reflection &lt;br /&gt;Self-reflection adalah suatu kegiatan untuk mengevaluasi proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan untuk mendapatkan umpan balik dari apa yang telah dilakukan. Umpan balik tersebut antara lain berupa: a) pemahaman siswa tentang apa yang telah disampaikan, b) perilaku guru yang tidak efisien dan tidak efektif, c) perilaku guru yang efisien dan efektif, d) perilaku yang perlu diperbaiki, e) perilaku yang diinginkan oleh siswa dan, f) perilaku yang seharusnya dikerjakan. Berdasarkan self-reflection inilah guru akan memperbaiki perilaku dalam proses belajar mengajar. &lt;br /&gt;Paling tidak ada dua cara bagi guru untuk melakukan self-reflection, yakni: a) guru menampung pendapat siswa pada setiap akhir kuartal dan, b) guru malaksanakan action research. Cara yang pertama dilakukan lewat cara guru mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang mengungkap bagaimana perilaku selama mengajar, dan memberikan pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk dijawab oleh siswa. Berdasarkan jawaban tersebut guru akan mendapatkan gambaran diri pada waktu melaksanakan proses belajar mengajar. &lt;br /&gt;Action research, sebagai cara kedua, merupakan kegiatan meneliti sambil mengajar atau mengajar yang diteliti. Siapa yang mengajar dan siapa yang meneliti? Guru sendiri yang melakukan keduanya datam waktu yang sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-6716054150691575767?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/6716054150691575767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=6716054150691575767&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6716054150691575767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6716054150691575767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/04/mempersiapkan-guru-untuk-masa-depan.html' title='Mempersiapkan Guru untuk Masa Depan'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-2290315698152129415</id><published>2010-04-13T00:49:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:45:13.292-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><title type='text'>Tukar Link</title><content type='html'>Untuk para blogger, bisa bertukar link dengan menuliskan alamat blog anda di kotak komentar di bawah ini. Tentunya link blog (banner) ini juga anda tuliskan pada blog anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://simpangmahar.blogspot.com/"&gt;&lt;img alt="Simpang Mahar" height="55" src="http://tugasilham.googlepages.com/3069_1052935812331_1493872413_301461.jpg" width="158" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Silakan kopi kode banner blog ini (tanpa tanda petik dua):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;a href="http://simpangmahar.blogspot.com/"&amp;gt;&amp;lt;img width="158" alt="Simpang Mahar" src="http://tugasilham.googlepages.com/3069_1052935812331_1493872413_301461.jpg" height="55"/&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Blog anda :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://all-freedownloads.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" src="http://i708.photobucket.com/albums/ww88/abuleke/ALL-FREEDOWNLOAD30-250-1-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://alamsmk.blogspot.com/" target="_blank"&gt; &lt;img alt="My Knowledge" border="0" src="http://i731.photobucket.com/albums/ww312/raynno/cooltext409409414.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://animhadi.wordpress.com/"&gt;Anim Hadi Geger&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.alsweiss.blogspot.com/"&gt;Als&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://benzena.wordpress.com/"&gt;Blog Benzena&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://buaskariyah.wordpress.com/"&gt;Bu Aska Belajar Kimia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://budimeeong.wordpress.com/"&gt;Budimeeeong&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://ekoph.wordpress.com/"&gt;EkopH&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.catatanaku.blogspot.com/"&gt;My Daily Note&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.ridhaniar.blogspot.com/"&gt;Ridhaniar&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.raidavista.blogspot.com/"&gt;Zona Teknologi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.mozaiksains.wordpress.com/"&gt;Mozaik Sains&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://bumibanjar.blogspot.com/"&gt;Bumi Banjar&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-2290315698152129415?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/2290315698152129415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=2290315698152129415&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2290315698152129415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2290315698152129415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/04/tukar-link.html' title='Tukar Link'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-8918986453845190706</id><published>2010-03-29T18:11:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T20:48:05.724-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='evaluasi'/><title type='text'>EVALUASI</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;Oleh : Ilham Alfian Nor, 2007&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;A. PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Proses terakhir dalam kegiatan organisasi adalah penilaian atau evaluasi. Dengan melakukan penilaian, dapat diketahui efektivitas setiap kegiatan organisasi serta dapat diketahui kelemahan dan kelebihan selama berlangsungnya proses administrasi. Kelemahan yang ada dapat ditanggulangi dan kelebihannya dapat dipertahankan. Selain itu, dapat diketahui apakah rangkaian seluruh kegiatan dalam organisasi telah sesuai untuk mencapai tujuan yang diharapkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Penilaian atau yang biasa juga disebut dengan pengukuran adalah upaya sistematis mengumpulkan, menyusun, mengolah dan menafsirkan data, fakta dan informasi (yang dapat dipertanggung jawabkan) dengan tujuan menyimpulkan nilai atau peringkat kompetensi seseorang dalam satu jenis atau bidang keahlian keprofesian kependidikan seperti kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainya berdasarkan norma kriteria tertentu, serta menggunakan kesimpulan tersebut dalam proses pengambilan keputusan kinerja yang direkomendasikan (Sagala : 2007).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Menurut Suharsimi Arikunto, mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran, yang bersifat kuantitatif. Sedangkan menilai adalah mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran relatif baik dan buruk, penilaian ini bersifat kualitatif. Lalu yang dikatakan mengadakan evaluasi adalah meliputi kedua langkah tersebut, yaitu mengukur dan menilai.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Penilaian merupakan metode yang digunakan untuk menilai kinerja individu atau kelompok atau program. Menurut Griffin dan Nix (1991), penilaian adalah suatu pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk menjelaskan karakteristik seseorang atau sesuatu (Subdin Bina Dikmen : 2006).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Jadi secara sederhana dapat dikatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan penilaian dan pengukuran yang berupa kegiatan mengumpulkan dan mengolah informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil suatu keputusan untuk langkah berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;B. TUJUAN EVALUASI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam pelaksanaan evaluasi, bukan hanya sekadar melaksanakan tahapan akhir suatu proses atau kegiatan. Tetapi yang akan diketahui adalah tujuan dari pelaksanaan evaluasi tersebut, yaitu mengukur sejauh mana hasil pencapaian dari target tujuan organisasi tersebut. Yang tentunya hasil dari proses evaluasi tersebut yang sangat berguna bagi kemajuan atau peningkatan mutu suatu organisasi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Penilaian sebaiknya dilakukan secara berkala dan menyeluruh sehingga dapat dijadikan landasan untuk melakukan perbaikan pada semua bidang. Penilaian juga harus didukung oleh data-data yang dapat membawa ke arah perubahan yang positif serta memberikan cara terbaik untuk membuat keputusan. Setiap tahapan proses hendaknya dilakukan penilaian agar untuk tahapan berikutnya sudah dapat memberikan kontribusi peningkatan efektivitas, efisiensi dan produktivitas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Beberapa tahap dalam penilaian adalah menentukan aspek-aspek yang akan dinilai, menentukan kriteria penilaian, kemudian mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan kriteria tersebut. Semua data yang terkumpul diakumulasikan sehingga diperoleh kesimpulan yang akhirnya dapat menjadi suatu keputusan. Pada umumnya akan ditemui tiga jenis hasil penilaian yaitu :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Hasil      yang dicapai melebihi harapan dan target.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Hasil      yang dicapai sama dengan harapan dan target.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Hasil      yang dicapai kurang dari harapan dan target.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tindak lanjut yang dilakukan disesuaikan dengan hasil penilaian tersebut. Semua informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi harus dijadikan umpan balik. Sehingga tercipta suatu sistem umpan balik yang harus melibatkan seluruh komponen organisasi, agar keberhasilan organisasi bisa terwujud dengan total, bukan parsial.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;C. SASARAN EVALUASI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;            Secara sederhana sasaran evaluasi adalah pada masukan, proses dan keluaran. Semua proses kegiatan organisasi selalu melalui ketiga tahapan tersebut. Dalam lembaga pendidikan yang termasuk obyek dari masukan adalah siswa, yang merupakan bahan mentah sewaktu akan memasuki proses belajar di sekolah. Selain itu guru, kurikulum, metode mengajar, sarana prasarana, dan lingkungan juga termasuk masukan. Sedangkan hasil keluaran adalah siswa yang telah lulus dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;D. EVALUASI DI LEMBAGA PENDIDIKAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Meskipun kini memiliki makna yang lebih luas, namun pada awalnya pengertian evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan prestasi siswa. Definisi pertama dikembangkan oleh Ralph Tyler (1950) yang mengatakan bahwa evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan di bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Sedangkan Cronbach dan Stufflebeam menambahkan bahawa proses evaluasi bukan sekadar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam organisasi pendidikan di sekolah, penilaian dilakukan oleh kepala sekolah dengan bantuan guru, petugas tata usaha, komite, atau tenaga kependidikan lainnya yang berkompeten. Semua bagian yang dilibatkan dalam penilaian ini harus memiliki kesamaan pandangan dan bertanggung jawab atas terwujudnya tujuan yang diharapkan oleh sekolah. Setelah melakukan penilaian, masing-masing harus memberikan laporan hasil penilaiannya kepada kepala sekolah, kemudian secara bersama-sama membahas penilaian tersebut dan membuat kesimpulan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Penilaian dilakukan secara berkala, serta mencakup semua lingkup yang ada di sekolah dan dilakukan secara menyeluruh. Dengan adanya penilaian ini, sekolah akan mampu menyediakan kebutuhan siswa, menentukan program pendidikan yang sesuai dengan siswanya dan menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik. Di samping itu, penilaian dalam organisasi pendidikan di sekolah dapat mendeteksi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh personal di sekolah, sehingga penyimpangan itu tidak bertambah luas. Keuntungan lainnya dalam melakukan penilaian adalah dapat mengetahui apakah metode yang telah dilaksanakan telah dipraktikkan dengan baik dan berhasil guna, apakah kemajuan belajar siswa terus meningkat, apakah lulusannya memperoleh pengetahuan yang baik, apakah kesukaran dan kelemahan yang ada dalam sekolah dapat teratasi, apakah perlu mengubah metode yang telah digunakan, dan hal lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ada dua macam evaluasi yang sering dilakukan yaitu :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Evaluasi Internal, yaitu evaluasi yang dilakukan oleh kepala sekolah dan tenaga kependidikan. Evaluasi jenis ini cenderung subyektif, karena dipengaruhi oleh keinginan untuk dikatakan berhasil. Namun evaluasi ini mudah untuk dilaksanakan dan personal evaluasi sangat memahami detil tentang kegiatan di sekolah tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Evaluasi Eksternal, yaitu evaluasi yang dilakukan oleh suatu badan independen atau badan penilai dari luar sekolah. Evaluasi ini bersifat lebih obyektif. Misalnya dalam penetapan status akreditasi suatu lembaga oleh badan akreditasi, atau penetapan ISO 9000 oleh lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikat tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Evaluasi merupakan bagian proses peningkatan mutu kinerja sekolah atau untuk pencapaian kompetensi siswa secara keseluruhan. Tujuan dari pelaksanaan evaluasi ini adalah :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Penyusunan      profil lembaga secara komorehensif.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Perencanaan      dan perbaikan diri secara berkelanjutan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Penjaminan      mutu lembaga.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Persiapan      evaluasi oleh pihak luar (akreditasi).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sedangkat manfaat yang dapat diperoleh dari proses ini adalah :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Melakukan      identifikasi masalah dan penilaian program serta pencapaian sasaran.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Memperkuat      budaya evaluasi kelembagaan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Memperkecil      kesenjangan antara tujuan pribadi dan lembaga dan mendorong keterbukaan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menghasilkan      kader baru bagi lembaga.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Menimbulkan      inisiatif dan peninjauan kembali kebijakan yang tidak efektif.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Memberikan      informasi tentang lembaga untuk dibandingkan dengan lembaga lain      (bechmarking).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan sasaran yang akan dicapai dalam evaluasi internal adalah keseluruhan sistem lembaga, mencakup masukan, proses dan keluaran. Secara rinci adalah :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Visi dan      misi lembaga.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Seluruh      pengelola lembaga, termasuk fungsi dan tugas pokoknya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Siswa      dan penerima layanan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Sarana      dan prasarana&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kurikulum,      rancangan, isi dan pelaksanaannya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Proses      belajar mengajar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Semua informasi yang didapat dari hasil evaluasi, merupakan data yang sangat penting dan berharga bagi kemajuan lembaga pendidikan tersebut. Data tersebut dapat dipakai sebagai umpan balik untuk lebih mengoreksi kelemahan-kelemahan dan menyempurnakan kekuatan-kekuatan yang telah ada. Umpan balik ini tidak hanya berguna bagi pihak internal lembaga pendidikan, seperti kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya. Tetapi juga pihak di luar sekolah, seperti pemerintah dam masyarakat akan berkepentingan dengan umpan balik tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;E. KESIMPULAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;            Sebagai proses terakhir dalam kegiatan organisasi adalah evaluasi atau penilaian. Evaluasi akan mengukur sejauh mana pencapaian hasil terhadap target tujuan organisasi yang sebelumnya telah diputuskan, apakah tercapai atau tidak. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi-informasi yang selanjutnya informasi tersebut dipakai dalam mempertimbangkan suatu keputusan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sasaran evaluasi adalah sistem dari organisasi tersebut, yaitu berupa masukan, proses dan keluaran. Setiap sistem organisasi memiliki karakteristik masing-masing. Sedangkan tujuan dari pelaksanaan evaluasi adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil terhadap tujuan organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pada lembaga pendidikan, evaluasi secara internal dilakukan oleh kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya. Kemudian hasil evaluasi didiskusikan bersama untuk dapat disepakati keputusan-keputusan yang berguna bagi peningkatan mutu lembaga tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Arikunto, Suharsimi. 2003, &lt;i&gt;Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi)&lt;/i&gt;, Bumi Aksara, Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Burhanuddin, Yusak. 1998, &lt;i&gt;Administrasi Pendidikan&lt;/i&gt;, Pustaka Setia, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sagala, Syaiful. 2007, &lt;i&gt;Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan&lt;/i&gt;, Alfabeta, Bandung&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Siagian, Sondang P. 2002, &lt;i&gt;Manajemen Stratejik&lt;/i&gt;, Bumi Aksara, Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Subdin Bina Dikmen, 2006, &lt;i&gt;Petunjuk Teknis Penilaian&lt;/i&gt;, Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt;"&gt;Susilo, M. Joko, 2007, &lt;i&gt;Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Manajemen Pelaksanaan dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya&lt;/i&gt;, Pustaka Pelajar, Bandung.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-8918986453845190706?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/8918986453845190706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=8918986453845190706&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/8918986453845190706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/8918986453845190706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/03/evaluasi.html' title='EVALUASI'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-5795625573240385073</id><published>2010-03-11T06:34:00.000-08:00</published><updated>2011-03-22T20:45:59.734-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><title type='text'>Persepsi</title><content type='html'>Oleh : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ilham Alfian Nor &lt;/span&gt;(2009)&lt;br /&gt;Persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana seseorang melihat sesuatu; sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu (Leavitt dalam Sobur : 2003). Persepsi menunjuk pada kesan seseorang terhadap objek, yang didasari pada penilaian, kemampuan dan aktifitas (Sears : 1985 dalam Sofiani : 1998). Persepsi merupakan proses aktifitas individu, dimulai dengan menerima rangsangan atau informasi melalui pancaindera dan diinterpretasikan sehingga bermakna bagi individu tersebut (Matheson : 1982 dalam Sofiani : 1998). Menurut Molan (2002), persepsi adalah proses yang ditempuh seorang individu untuk memilih, merumuskan dan menafsirkan masukan informasi atau kesan-kesan indera guna menciptakan suatu gambaran yang berarti bagi dunia, agar memberi makna bagi lingkungannya.&lt;br /&gt;Menurut Craven (1996), persepsi didefinisikan sebagai proses dimana individu memilih, mengorganisasi dan mengintepretasikan stimulus ke dalam gambaran yang mempunyai arti dan masuk akal sehingga dapat dimengerti.  Sedangkan Kotler (1997) memberikan definisi persepsi adalah proses bagaimana individu memilih, mengorganisasikan, dan mengintepretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti. Persepsi meliputi semua proses yang dilakukan seseorang dalam memahami informasi mengenai lingkungannya. Proses pemahaman ini melalui penglihatan, pendengaran, penyentuhan perasaan dan penciuman. Jika informasi berasal dari suatu situasi yang telah diketahui oleh seseorang, maka informasi yang datang tersebut akan mempengaruhi cara seseorang mengorganisasikan persepsinya. Hasil pengorganisasian persepsinya mengenai suatu informasi dapat berupa pengertian tentang sesuatu obyek tersebut.&lt;br /&gt;Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimulus inderawi (Desiderato dalam Rakhmat : 2007). Slameto (2003) menulis, bahwa persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia. Melalui persepsi manusia terus-menerus melakukan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan melalui panca indera, yaitu penglihatan, pendengaran, peraba, perasa dan pencium. &lt;br /&gt;Flemming dan Levie (1981) dalam Hanafi (2008) mengartikan persepsi sebagai proses yang bersifat kompleks yang menyebabkan orang dapat menerima atau meringkas informasi yang diperoleh dari lingkungannya. Chaplin (1999) dalam Hanafi (2008) memandang persepsi sebagai proses mengetahui atau mengenali objek dan kejadian objektif dengan bantuan indera.&lt;br /&gt;Persepsi merupakan proses pengorganisiasian, penginterpretasian terhadap stimulus yang diterima oleh organisme atau individu sehingga merupakan sesuatu yang berarti, dan merupakan aktivitas yang integrated dalam diri individu (Walgito : 2003). Hanafi (2008) menyimpulkan persepsi merupakan proses penilaian dan penginterpreatsian suatu objek atau peristiwa yang diperoleh dari lingkungan dengan bantuan indera.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-5795625573240385073?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/5795625573240385073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=5795625573240385073&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/5795625573240385073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/5795625573240385073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/03/persepsi.html' title='Persepsi'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-2448234717491046784</id><published>2010-02-20T07:06:00.000-08:00</published><updated>2011-03-22T20:46:15.683-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RTH'/><title type='text'>Ruang Terbuka Hijau (RTH)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/S3_7n3-xbYI/AAAAAAAAAQw/FwNo7vzxYsw/s1600-h/100_3626+%5B320x200%5D.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440343537347554690" src="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/S3_7n3-xbYI/AAAAAAAAAQw/FwNo7vzxYsw/s400/100_3626+%5B320x200%5D.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 267px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ilham Alfian Nor (2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Undang-Undang No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yang dimaksud dengan Ruang Terbuka Hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan, dituliskan bahwa ruang terbuka hijau perkotaan adalah bagian dari ruang terbuka suatu kawasan perkotaan yang diisi oleh tumbuhan dan tanaman guna mendukung manfaat ekologi, sosial, budaya, ekonomi dan estetika. Selanjutnya disebutkan pula bahwa dalam ruang terbuka hijau pemanfaatannya  lebih  bersifat  pengisian  hijau  tanaman  atau tumbuh-tumbuhan secara alamiah ataupun budidaya tanaman.&lt;br /&gt;Menurut Rahmi (2002), ruang terbuka hijau adalah lahan tidak terbangun yang tertutup oleh tumbuhan. Sedangkan Muchlis (2006) menulis, kawasan terbuka hijau ialah sebuah kawasan yang difungsikan untuk ditanami tumbuh-tumbuhan. Kawasan terbuka   hijau dapat berupa taman, hutan kota, trotoar jalan yang ditanami pohon, areal sawah atau perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa karakteristik dari ruang terbuka hijau dapat diuraikan sebagai berikut, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Luasan ruang terbuka hijau, menurut Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang disebutkan bahwa RTH minimal harus memiliki luasan 30% dari luas total wilayah, dengan porsi 20% sebagai RTH publik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bentuk ruang terbuka hijau, ada dua bentuk RTH yaitu bentuk jalur atau memanjang dan bentuk pulau atau mengelompok. RTH berbentuk jalur biasanya mengikuti pola ruang yang berdampingan, misalnya jalur hijau di pinggir atau di median jalan, jalur hijau di sempadan sungai, jalur hijau sepanjang rel kereta api, jalur hijau dibawah SUTET, dan sabuk hijau kota. Sedangkan RTH yang berbentuk mengelompok seperti taman, hutan kota, tempat pemakaman umum, pengaman bandara, dan kebun raya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Elemen vegetasi atau tanaman merupakan unsur yang dominan dalam RTH. Vegetasi dapat ditata sedemikian rupa sehingga mampu berfungsi sebagai pembentuk ruang, pengendalian suhu udara, memperbaiki kondisi tanah dan sebagainya. Vegetasi dapat menghadirkan estetika tertentu yang terkesan alamiah dari garis, bentuk, warna, dan tekstur yang ada dari tajuk, daun, batang, cabang, kulit batang, akar, bunga, buah maupun aroma yang ditimbukan dari daun, bunga maupun buahnya.   Untuk memaksimalkan fungsi RTH, hendaknya dipilih tanaman berdasarkan beberapa pertimbangan dengan tujuan agar tanaman dapat tumbuh baik dan dapat menanggulangi masalah lingkungan yang muncul. Aspek hortikultural sangat penting dipertimbangkan dalam pemilihan jenis tanaman untuk RTH. Selain itu guna menunjang estetika urban design, pemilihan jenis vegetasi untuk RTH juga harus mempertimbangkan aspek arsitektural dan artistik visual. Beberapa persayaratan bagi vegetasi yang ditujukan untuk RTH adalah :a) disenangi dan tidak berbahaya bagi warga kota, b) mampu tumbuh pada lingkungan yang marjinal (tanah tidak subur, udara dan air yang tercemar), c) cepat tumbuh dan mempunyai umur yang panjang, d) perakaran dalam sehingga tidak mudah tumbang, e) tidak mempunyai akar yang besar di permukaan tanah, f) dahan dan ranting tidak mudah patah, g) buah tidak terlalu besar, h) tidak gugur daun (serasah yang dihasilkan sedikit), i) cukup teduh, tetapi tidak terlalu gelap, j) luka akibat benturan mobil mudah sembuh, k) tahan terhadap pencemar dari kendaraan bermotor dan industri, l) tahan terhadap gangguan fisik, m) dapat menghasilkan O2 dan meningkatkan kualitas lingkungan kota, n) bibit/benih mudah didapatkan dengan harga yang murah/terjangkau oleh masyarakat, o) mempunyai bentuk yang indah, p) ketika dewasa sesuai dengan ruang yang ada, q) kompatibel dengan tanaman lain, r) serbuk sarinya tidak bersifat alergis, s) daun, bunga, buah, batang dan percabangannya secara keseluruhan indah/artistik, baik ditinjaudari bentuk, warna, tekstur maupun aromanya, dan t) prioritas menggunakan vegetasi endemik/lokal. Jenis tanaman endemik atau jenis tanaman lokal yang memiliki keunggulan tertentu (ekologis, sosial budaya, ekonomi, arsitektural) dalam wilayah kota  tersebut menjadi bahan tanaman utama penciri RTH kota tersebut, yang selanjutnya akan dikembangkan guna mempertahankan keanekaragaman hayati wilayahnya dan juga nasional.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-2448234717491046784?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/2448234717491046784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=2448234717491046784&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2448234717491046784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2448234717491046784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/02/ruang-terbuka-hijau-rth.html' title='Ruang Terbuka Hijau (RTH)'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/S3_7n3-xbYI/AAAAAAAAAQw/FwNo7vzxYsw/s72-c/100_3626+%5B320x200%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-4868787330231128863</id><published>2010-02-03T06:06:00.000-08:00</published><updated>2011-03-22T20:46:36.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media pembelajaran'/><title type='text'>Media Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/S2mGptqlcJI/AAAAAAAAAMo/BHoOcgnjSQQ/s1600-h/jtp_1237678752.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434022476590182546" src="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/S2mGptqlcJI/AAAAAAAAAMo/BHoOcgnjSQQ/s400/jtp_1237678752.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 133px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : Ilham Alfian Nor (2009)&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagne dalam Sadiman et al (2008) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya dalam belajar. Jadi segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sehingga terjadi suatu proses pembelajaran dapat dikategorikan sebagai media pembelajaran.&lt;br /&gt;Pengalaman belajar akan menghasilkan konsep pemahaman yang berbeda-beda tergantung dari proses mendapatkan pengalaman tersebut. Edgar Dale mengklasifikasikan pengalaman belajar dari tingkatan kongkrit ke tingkat abstrak. Tingkatan ini menggambarkan bentuk media yang digunakan dengan hasil pengalaman belajar yang didapat. Klasifikasi ini dinamakan dengan kerucut pengalaman (cone of experience), yang masih dipahami sampai sekarang dalam penentuan media yang sesuai dengan tingkat pengalaman belajar.&lt;br /&gt;Pada bagan kerucut pengalaman terlihat bahwa kondisi media pembelajaran yang membentuk konsep pengalaman belajar yang cenderung kongkrit adalah dibagian dasar dari kerucut yaitu pengalaman langsung, observasi, partisipasi, demonstrasi dan wisata. Kondisi pembelajaran tersebut hanya dapat dilakukan di lingkungan luar kelas atau di ruang terbuka.&lt;br /&gt;Beberapa kegunaan dari media pembelajaran menurut Sadiman et al (2008) adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengatasi keterbasan ruang, waktu dan daya indera.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengatasi sifat pasif pada siswa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan persepsi dan pengalaman yang sama pada siswa, dengan latar belakang lingkungan dan kecepatan penyerapan konsep yang beraneka ragam &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sedangkan Rahadi (2008) menuliskan beberapa keuntungan dari media pembelajaran berupa lingkungan sekitar (ruang terbuka), yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menghemat biaya, karena memanfaatkan benda-benda yang telah ada di ingkungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Praktis dan mudah dilakukan, tidak memerlukan peralatan khusus seperti  listrik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan pengalaman yang riil kepada siswa, pelajaran menjadi lebih konkrit, tidak verbalistik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena benda-benda tersebut berasal dari lingkungan siswa, maka benda-benda tersebut akan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Hal ini juga sesuai dengan konsep pembelajaran kontekstual.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelajaran lebih aplikatif, maksudnya materi belajar yang diperoleh siswa melalui media lingkungan kemungkinan besar akan dapat diaplikasikan langsung,  karena siswa akan sering menemui benda-benda atau peristiwa serupa dalam kehidupannya sehari-hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Media lingkungan memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Dengan media lingkungan, siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan benda, lokasi atau peristiwa sesungguhnya secara alamiah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebih komunikatif, sebab benda dan peristiwa yang ada di lingkungan siswa biasanya mudah dicerna oleh siswa, dibandingkan dengan media yang dikemas (didesain).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Media-media yang terdapat di lingkungan sekitar, ada yang berupa benda-benda atau peristiwa yang langsung dapat dipergunakan sebagai sumber belajar. Selain itu, ada pula benda-benda tertentu yang harus dibuat terlebih dulu sebelum dapat dipergunakan dalam pembelajaran.  Media yang dibuat itu biasanya berupa alat peraga sederhana dengan  menggunakan bahan-bahan yang terdapat di lingkungan sekitar. Media pembelajaran di sekolah digunakan dengan tujuan antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk lebih memahami konsep, prinsip, dan ketrampilan tertentu dengan menggunakan media yang paling tepat menurut sifat bahan ajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat dan motivasi peserta didik untuk belajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menumbuhkan sikap dan ketrampilan tertentu dalam teknologi karena peserta didik tertarik untuk menggunakan atau mengoperasikan media tertentu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menciptakan situasi belajar yang tidak dapat dilupakan peserta didik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperjelas informasi atau pesan pembelajaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kualitas belajar mengajar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Beberapa prinsip pembuatan media pembelajaran yang perlu diperhatikan (Rahadi : 2008), adalah yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Media yang dibuat harus sesuai dengan tujuan dan fungsi penggunaannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat membantu memberikan pemahaman terhadap suatu konsep tertentu, terutama konsep yang abstrak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat mendorong kreatifitas siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksperimen dan bereksplorasi  (menemukan sendiri)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Media yang dibuat harus mempertimbangkan faktor keamanan, tidak mengandung unsur yang membahayakan siswa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat digunakan  secara individual, kelompok dan klasikal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usahakan  memenuhi unsur kebenaran substansial dan kemenarikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Media belajar hendaknya mudah dipergunakan baik oleh guru maupun siswa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat hendaknya dipilih agar mudah diperoleh di lingkungan sekitar dengan biaya yang relatif murah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jenis media yang dibuat harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan sasaran didik&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dari uraian tersebut maka dapat disimpulkan beberapa kriteria dalam meilih media pembelajaran, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kesesuaian, yaitu antara fungsi media dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mewakili, yaitu media dapat mewakili konsep yang abstrak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ekonomis dan praktis, yaitu media tidak memerlukan biaya yang mahal serta mudah dalam penggunaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keamanan, yaitu tidak mengakibatkan kecelakaan, atau hal-hal yang dapat mencederai siswa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keindahan, yaitu media berbentuk menarik dan bernilai estetika.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;* &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengajar di SMK Negeri 3 Banjarbaru&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-4868787330231128863?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/4868787330231128863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=4868787330231128863&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4868787330231128863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4868787330231128863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/02/media-pembelajaran.html' title='Media Pembelajaran'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/S2mGptqlcJI/AAAAAAAAAMo/BHoOcgnjSQQ/s72-c/jtp_1237678752.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-2810107630823800851</id><published>2010-01-24T23:43:00.000-08:00</published><updated>2011-03-22T20:46:52.548-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Planologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GIS'/><title type='text'>Poligon Thiessen di dalam Sistem Informasi Geografis (SIG)</title><content type='html'>Diagram voronoi  (thiessen tessellation) mempresentasikan bagian-bagian (regions) dari bidang datar yang letaknya lebih dekat terhadap posisi titik-titik tertentu (sebagian titik yang terdapat di dalam bidang datar yang sama) ketimbang terhadap posisi titik-titik yang lain. Jika bagian-bagian yang melingkupi titik-titik ini diberi batas-batas hingga tertutup sempurna oleh garis-garis, maka terbentuklah poligon-poligon voronoi (Prahasta, 2004).&lt;br /&gt;Poligon voronoi atau thiessen mendefinisikan individu area yang dipengaruhi oleh sekumpulan titik yang terdapat di sekitarnya.  Poligon ini merupakan pendekatan terhadap informasi titik yang diperluas (titik menjadi poligon) dengan asumsi bahwa informasi yang terbaik untuk suatu lokasi yang tidak terdapat pengamatan (pengukuran) di dalamnya adalah informasi yang terdapat pada titik terdekat dimana hasil pengamatannya diketahui.  Oleh karena itu, poligon ini pada umumnya digunakan untuk memprediksi nilai-nilai yang terdapat  di  sekitarnya  (Prahasta, 2004).   Contoh  yang sering dibahas di dalam literatur adalah analisis data iklim yang tercermin pada alat ukur yang terdapat pada stasiun cuaca (misalnya curah hujan dan lain sebagainya).  &lt;br /&gt;Pada software ArcView, dikenal extensions ‘Create Thiessen Polygons’  yang dipresentatifkan dengan button ’ Thiessen Polygons’.  Untuk memakainya, pengguna hanya perlu menekan button tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-2810107630823800851?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/2810107630823800851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=2810107630823800851&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2810107630823800851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2810107630823800851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2010/09/poligon-thiessen-di-dalam-sistem.html' title='Poligon Thiessen di dalam Sistem Informasi Geografis (SIG)'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-4051367916471237542</id><published>2009-12-26T01:44:00.000-08:00</published><updated>2011-03-22T20:47:14.174-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RTH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hutan kota'/><title type='text'>Hutan Kota</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pengertian Hutan Kota&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hutan kota merupakan bagian dari program ruang terbuka hijau, yang merupakan ruang- ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas, baik dalam bentuk membulat maupun dalam bentuk memanjang/jalur dimana penggunanya lebih bersifat terbuka yang pada dasarnya tanpa bangunan. Pelaksanaan program pengembangan ruang terbuka hijau dilakukan dengan pengisian hijau tumbuhan secara alamiah ataupun budidaya seperti pertanian, pertamanan, perkebunan, dan sebagainya. Menurut Fakuara (1987) hutan kota (urban forest) adalah tumbuhan atau vegetasi berkayu di wilayah perkotaan yang memberikan manfaat lingkungan yang sebesar- besarnya dalam kegunaan proteksi, estetika, rekreasi, dan kegunaan khusus lainnya. Irwan (1998) menyatakan hutan kota adalah komunitas vegetasi berupa pohon dan asosiasinya yang tumbuh di lahan kota atau sekitarnya, berbentuk jalur, menyebar atau bergerombol (menumpuk), struktur meniru (menyerupai) hutan alam, membentuk habitat yang memungkinkan kehidupan bagi satwa liar dan menimbulkan lingkungan sehat, suasana nyaman, sejuk, dan estetis. Lebih lanjut Fandeli, Kaharuddin, dan Mukhlison (2004) menyatakan pengertian hutan kota, yaitu kumpulan pohon- pohon dalam kota dengan luas dan kerapatan tertentu yang mampu menciptakan iklim mikro yang berbeda di luarnya. Peraturan Pemerintah RI No.63 Thn 2002 Tentang Hutan Kota menyatakan bahwa Hutan kota adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang. Tujuan penyelenggaraan hutan kota adalah untuk kelestarian, keserasian dan, keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial, dan budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bentuk dan Struktur Hutan Kota&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bentuk hutan kota tergantung kepada bentuk lahan yang tersedia untuk hutan kota. Bentuk hutan kota (PP RI No.63 Thn 2002 Tentang Hutan Kota) terdiri atas: a. jalur; b. mengelompok; dan c. menyebar. Bentuk hutan kota juga bisa dikelompokkan atas dasar penyebaran vegetasinya, seperti yang dikemukakan oleh Irwan (2007) bentuk hutan kota dapat dikelompokkan menjadi tiga bentuk, yaitu a. bergerombol atau menumpuk adalah hutan kota dengan komunitas vegetasinya terkonsentrasi pada suatu areal dengan jumlah vegetasinya minimal 100 pohon dengan jarak tanam rapat  tidak beraturan; b. menyebar, yaitu hutan kota yang tidak mempunyai pola tertentu, dengan komunitas vegetasinya tumbuh menyebar terpencar-pencar dalam betuk rumpun atau gerombol-gerombol kecil. c. Berbentuk jalur, yaitu komunitas tumbuh-tumbuhannya tumbuh pada lahan yang berbentuk jalur lurus atau melengkung, mengikuti bentukan sungai, jalan, pantai, saluran, dan lainnya.&lt;br /&gt;Struktur hutan kota ditentukan oleh keanekaragaman vegetasi yang ditanam, sehingga terbangun hutan kota yang berlapis- lapis dan berstrata baik secara vertikal maupun horizontal yang meniru hutan alam. Struktur hutan kota,  yaitu komunitas tumbuhan yang menyusun hutan kota. Irwan (2004) mengklasifikasikan hutan kota berdasarkan strukturnya sebagai berikut: a. berstrata dua, yaitu komunitas tumbuh- tumbuhan hutan kota hanya terdiri atas pepohonan dan rumput atau penutup tanah; b. Berstrata banyak, yaitu komunitas tumbuhan- tumbuhan hutan kota selain terdiri atas pepohonan dan rumput juga terdapat semak, terna, liana, epifit, ditumbuhi banyak anakan dan penutup tanah, jarak tanam rapat tidak beraturan, dengan strata dan komposisi mengarah meniru komunitas tumbuh- tumbuhan hutan alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fungsi Hutan Kota&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fungsi hutan kota sangat tergantung kepada komposisi dan keanekaragaman jenis dari komunitas vegetasi yang menyusunnya dan kepada tujuan perancangannya. Menurut PP RI No.63 Thn 2002 Tentang Hutan Kota, fungsi hutan kota  adalah untuk: a. memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika; b. meresapkan air; c. menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota; dan e. mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tipe Hutan Kota&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tipe hutan kota sangat bergantung kepada tata guna lahan tempat hutan kota itu dibangun. Tipe hutan kota sebagaimana (PP RI No.63 Thn 2002 Tentang Hutan Kota) terdiri atas: a. tipe kawasan permukiman; b. tipe kawasan industri; c. tipe rekreasi;  d. tipe pelestarian plasma nutfah; e. tipe perlindungan; dan f. tipe pengamanan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-4051367916471237542?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/4051367916471237542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=4051367916471237542&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4051367916471237542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4051367916471237542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/12/hutan-kota.html' title='Hutan Kota'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-2751396050829462595</id><published>2009-11-22T21:06:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:03:00.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber belajar'/><title type='text'>Museum sebagai Sumber Belajar</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SwoYtLBEbYI/AAAAAAAAALc/x7PlS3xJFHg/s1600/Museum+%5B800x600%5D.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407161466942156162" src="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SwoYtLBEbYI/AAAAAAAAALc/x7PlS3xJFHg/s400/Museum+%5B800x600%5D.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 127px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 19 November 2009 kemaren, Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru melaksanakan sebuah seminar dengan tajuk Teknologi Imformasi dalam Pengelolaan Musem. Dalam seminar yang menampilkan pembicara dari luar Kota Banjarbaru tersebut, terungkap beberapa permasalahan yang saat ini dihadapi Museum Lambung Mangkurat, khususnya dalam penggunaan teknologi informasi dalam manajemen museum. Yang sangat ironis, sampai saat ini ternyata Museum Lambung Mangkurat tidak memiliki website (situs) sebagai sarana publikasi di dunia maya. Ini tentunya sangat menggelikan untuk sebuah lembaga dengan level regional dan merupakan institusi yang harus publikatif.&lt;br /&gt;Wacana ini ditanggapi langsung oleh pimpinan museum, yang mengatakan bahwa sebenarnya pihak manajemen sudah membuat sebuah website, namun belum di launching karena masih dalam tahap pembuatan. Untuk sementara, kata beliau sudah ada staf museum yang menulis dalam sebuah blog. Yah lumayan mungkin, daripada tidak ada sama sekali.&lt;br /&gt;Menurut penulis, masih banyak masyarakat atau siswa yang belum pernah menginjakkan kainya di Museum Lambung Mangkurat. Ini tercermin dari minimnya pengetahuan masyarakat (siswa) tentang benda-benda yang dikoleksi oleh Museum Lambung Mangkurat. Ini tentunya sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan, karena semua sumber ilmu tentang kebudayaan lokal Kalimantan Selatan telah tersedia di museum ini. Akibatnya hampir sebagian besar siswa tidak memahami dan mengetahui kebudayaan Banjar, sebagai kebudayaan lokal di Kalimantan Selatan. Musem sebagai lembaga yang bertugas untuk mengoleksi dan menyimpan benda-benda yang dianggap seni (budaya) dan bernilai sejarah, memiliki potensi yang besar untuk dijadikan obyek pendidikan dan penelitian. Bagi dunia pendidikan, museum merupakan salah satu sumber belajar. Karena hakikat sumber belajar adalah sesuatu hal, bisa benda atau orang, yang dapat menghasilkan informasi untuk dipelajari. Namun selama ini, penggunaan museum sebagai sumber belajar masih belum optimal, disebabkan beberapa hal, seperti faktor kesesuaian dengan silabus, metode pembelajaran, SDM guru, faktor waktu, faktor jarak, dan faktor lainnya.&lt;br /&gt;Pada kesempatan seminar kemaren, penulis sempatkan juga untuk memberikan usulan agar pihak museum dan pihak terkait dapat melakukan sinergi (kerja sama) dalam mengoptimalkan museum sebagai sumber belajar bagi siswa. Diantaranya agar dapat disusun sebuah silabus yang berkenaan dalam pembelajaran di museum, silabus tersebut dapat dijadikan sebagai muatan lokal yang dapat disisipkan pada beberapa mata pelajaran. Selain itu, perlu diadakan pengayaan materi budaya dan sejarah lokal bagi guru-guru, yang dapat dilakukan dengan diklat atau penataran pendalaman mata pelajaran. Nampaknya usulan ini dapat diterima oleh pihak manajemen museum, dan akan disusun sebuah rencana (program kerja) yang menggandeng pihak-pihak terkait seperti Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah.&lt;br /&gt;Dengan teknologi informasi yang akan digunakan dalam pengelolaan museum, diharapkan museum bukan lagi menjadi gedung yang terkesan angker, gelap dan membosankan. Masalah waktu dan tempat bukan lagi halangan bagi pengunjung yang akan melihat-lihat isi museum. Dengan hanya membuka website sebuah museum, maka pengunjung dapat mengeksplor isi museum, melihat foto benda-benda bersejarah, membaca keterangan yang menjelaskan perihal benda tersebut, bahkan dapat mendengar atau melihat video yang disuguhkan dalam galeri website. Selain itu, pengunjung dapat berinteraktif dengan manajemen museum untuk bertanya, mengusulkan, atau menanggapi tentang hal-hal permuseuman. Bagi siswa tentunya juga akan mempermudah dalam upaya mendapatkan lebih banyak informasi, tanpa harus datang langsung ke museum. Cukup dengan mengakses website museum dari sekolah atau rumah, siswa dapat menggali informasi dalam rangka pemahaman materi atau pengayaan.&lt;br /&gt;Namun menurut pemakalah dari Arkeologi UGM Yogyakarta, menyatakan bahwa fasilitas website hanyalah merupakan sebuah ajang promosi. Selebihnya jika pengunjung ingin mengetahui lebih banyak, maka diharapkan agar datang langsung ke museum. Memang kelemahan website adalah pada display benda-benda museum, benda-benda hanya dapat ditampilkan dalam bentuk dua dimensi, atau mungkin dapat dibuat animasi tiga dimensi, namun pengunjung situs tidak dapat menyentuh benda secara langsung. Karena menurut pemakalah, touch akan memberikan cita rasa tersendiri dibanding hanya melihat fotonya.&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis, teknologi informasi yang diterapkan pada museum akan memberikan sumbangan yang besar dalam publisitas museum tersebut. Untuk hal-hal yang memerlukan pengamatan secara langsung, memang harus dilakukan dengan mengunjungi museum, namun paling tidak ada gambaran yang lengkap tentang isi museum pada website. Pengalaman penulis ketika ingin membaca Buku Perang Banjar, ternyata buku tersebut hanya ada di perpustakaan online luar negeri. Ini tentunya hal yang memprihatinkan bagi kita, masyarakat lokal Kalimantan Selatan. Walaupun versi cetaknya ada di Museum Lambung Mangkurat, namun karena saat sekarang era digitalisasi, tentunya versi e-book-nya akan dicari.&lt;br /&gt;Terlepas dari hal tersebut, penulis memberikan penilaian sangat bagus untuk manajemen Museum Lambung Mangkurat yang memiliki keinginan kuat unruk menerapkan teknologi informasi dalam pengelolaannya. Jika dibandingkan dengan museum regional lainnya, Musem Lambung Mangkurat sudah selangkah lebih maju. Mudahan lebih maju lagi. !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-2751396050829462595?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/2751396050829462595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=2751396050829462595&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2751396050829462595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2751396050829462595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/11/museum-sebagai-sumber-belajar.html' title='Museum sebagai Sumber Belajar'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SwoYtLBEbYI/AAAAAAAAALc/x7PlS3xJFHg/s72-c/Museum+%5B800x600%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-6615448086020295930</id><published>2009-11-18T20:19:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:03:19.835-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Planologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RTH'/><title type='text'>Mengharap Median Jalan Lebih Hijau Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SwTIPX1ufxI/AAAAAAAAALU/TijI2w0UYcg/s1600/100_1383+%5B800x600%5D.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405665619174391570" src="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SwTIPX1ufxI/AAAAAAAAALU/TijI2w0UYcg/s400/100_1383+%5B800x600%5D.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda warga Kota Banjarbaru atau pengguna jalan di Kota Banjarbaru, maka anda akan melihat bahwa dalam sebulan terakhir ini median jalan A. Yani sedang dilakukan perbaikan. Tepatnya mulai bundaran simpang empat Banjarbaru sampai ke arah Pasar Minggu Raya. Perbaikan yang dilakukan kelihatannya “hanya” mengganti siring median dan tiang listrik yang ada di median tersebut.  Selebihnya mungkin ada penambahan asesoris untuk mempercantik median tersebut.&lt;br /&gt;Median jalan memiliki potensi untuk dibangun sebagai ruang terbuka hijau kota (RTHK). Median jalan jika ditanami dengan tumbuhan (vegetasi) merupakan salah satu bentuk RTH yang memanjang/menjalur. Sebagai salah satu media ruang terbuka hijau (RTH), median jalan akan lebih efektif jika dilakukan pelebaran. Artinya semakin lebar median jalan, maka semakin luas potensi RTH dapat dibangun, dan tentunya diharapkan akan lebih optimal fungsi RTH kota. Namun penulis memaklumi tidak dilakukannya pelebaran median, dengan alasan menyempitnya jalan akibat pelebaran median tentunya menjadi persoalan utama dalam mengatasi aksesbilitas pengguna jalan.&lt;br /&gt;Median jalan dapat dioptimalkan sebagai lahan RTH dengan melakukan penanaman vegetasi di semua lahan median jalan. Median jalan yang diperkeras dengan elemen non tanaman tidak akan memberikan sumbangan terhadap optimalisasi ruang terbuka hijau kota (RTHK), malah akan menyumbang kenaikan suhu udara terhadap lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;Minimal tanaman jenis rumput-rumputan akan memberikan pandangan landsekap yang nyaman dan hijau. Apalagi jika vegetasi yang ditanam ditata, baik dari segi jenis, corak tajuk, warna serta bentuk vegetasi. Menurut penulis, penanaman vegetasi yang memiliki corak dan warna selain hijau malah memberikan view yang “menyilaukan” mata. Ini terlihat dari beberapa jenis tanaman yang ada di median jalan Kota Banjarbaru seperti tanaman Bayam Merah yang memiliki warna merah menyala. Alih-alih untuk memperindah kota, bahkan nampak kelam dalam pandangan pengguna jalan. Disarankan untuk vegetasi yang digunakan pada median jalan bersifat tahan terhadap tanah dan udara tercemar. Selain itu juga bersifat tahan terhadap kerusakan (luka) akibat gesekan atau akibat tangan jahil manusia. &lt;br /&gt;Banyak manfaat dapat dirasakan oleh warga kota jika pada median jalan menjadi lebih hijau. Ruang terbuka hijau kota (RTHK) saat ini merupakan salah satu kebutuhan warga kota. Jadi bukan hanya sebagai pelengkap (asesoris) kota untuk keindahan atau seni. Warga Kota Banjarbaru yang merupakan kota terbesar kedua di propinsi ini tentunya ingin merasakan jalanan yang segar tanpa polusi udara, lingkungan yang asri serta suasana alam yang betul-betul fresh.&lt;br /&gt;Secara ekologis, adanya vegetasi akan menciptakan iklim mikro yang  akan mengurangi kenaikan suhu udara, kelembaban udara serta menghasilkan udara bersih yang sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas hidup warga kota. Selain itu, beberapa jenis vegetasi dapat menyerap zat-zat pencemar udara dan meredam kebisingan suara. Secara estetika, median jalan yang hijau memberikan view yang nyaman dinikmati. Namun juga harus diperhatikan aturan-aturan tata jalan agar median jalan tidak menghalangi pandangan pengguna jalan.  Secara psikologis, pengguna jalan akan merasa nyaman dan rileks selama di jalan. Selain pandangan, kadang-kadang aroma tanaman akan menciptakan kesan nyaman dan fresh, bahkan mungkin dapat menurunkan kadar tekanan stres yang dirasakan akibat rutinitas.&lt;br /&gt;Terlepas dari semuanya, median jalan di Kota Banjarbaru diharapkan akan menjadi lebih hijau dan lebih asri. Tentunya ini sudah disesuaikan dengan rencana tata kota yang telah ditetapkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-6615448086020295930?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/6615448086020295930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=6615448086020295930&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6615448086020295930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6615448086020295930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/11/mengharap-median-jalan-lebih-hijau-lagi.html' title='Mengharap Median Jalan Lebih Hijau Lagi'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SwTIPX1ufxI/AAAAAAAAALU/TijI2w0UYcg/s72-c/100_1383+%5B800x600%5D.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-9021211866140700041</id><published>2009-11-13T16:31:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:25:08.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunan drajat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Wisata Hati : Makam Sunan Drajat</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sv4AkLevmaI/AAAAAAAAAK8/P6V7viLVJM4/s1600-h/Sunan_drajad.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403757224448203170" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sv4AkLevmaI/AAAAAAAAAK8/P6V7viLVJM4/s400/Sunan_drajad.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 150px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kami lanjutkan ke Kabupaten Lamongan, yaitu menuju Makam Sunan Drajat yang ada di Kecamatan Paciran. Dari Tuban, kami menumpang sebuah angkutan umum berupa minibus yang menuju ke arah Paciran, Lamongan. Perjalanan dilakukan dengan menyusuri pantai utara daerah Tuban, rata-rata perkampungan yang kami lalui adalah perkampungan nelayan dan mungkin hampir mayoritas penduduknya adalah beragama Islam, ini dilihat dari banyaknya masjid dan mushalla yang kami lalui. Menurut sejarah, daerah pantai utara memang merupakan derah pertama yang didatangi para pendakwah Islam. Sehingga suasana agamis terasa sekali disepanjang perjalanan kami menuju Paciran.&lt;br /&gt;Ketika sampai dipertigaan Kecamatan Paciran, ternyata lokasi Makam Sunan Drajat berada di arah selatan sekitar satu kilometer dari pantai. Menurut petunjuk sopir, kami harus berjalan kaki ke lokasi makam, karena tidak ada angkutan umum yang masuk ke sana. Namun dengan kebaikan hati sopir, kami diantar sampai pintu gerbang lokasi makam. Suasana makam sangat ramai oleh pengunjung, mungkin karena waktu sudah hampir sore dan para peziarah bersiap-siap untuk pulang. &lt;br /&gt;Melihat waktu yang sudah sore, kami bergegas untuk melakukan doa dan tahlil di makam Sunan Drajat. Seperti lokasi makam-makam yang lainnya, disekitar lokasi makam, banyak para pedagang menjual berbagai macam souvenir dan makanan. Namun para pedagang lebih banyak berjualan di lokasi pintu keluar makam, sedangkan di pintu masuk cukup sepi, sehingga para pengunjung tidak terlalu berjejal.&lt;br /&gt;Pada lokasi makam Sunan Drajat, juga terdapat ratusan makam lainnya, namun hanya makam Sunan Drajat yang diberi bangunan kubah atau cungkup. Kubah Makam Sunan Drajat hampir sama seperti kubah Sunan Giri, berbentuk segi empat dengan atap yang sangat rendah. Penulis tidak sempat untuk masuk ke dalam kubah, karena banyaknya peziarah yang sudah duduk mengelilingi kubah.&lt;br /&gt;Lokasi makam Sunan Drajat berada di perbukitan yang tinggi, di dalam lokasi juga terdapat sebuah masjid yang sederhana dan tidak begitu besar. Selain itu, juga terdapat museum yang menyimpang beberapa peninggalan Sunan Drajat dan benda-benda yang di pakai masa itu. Diantaranya adalah bedug yang masih bagus, beberapa sisa serpihan bangunan masjid, beberapa alat dakwah Sunan Drajat seperti gamelan, alat-alat yang dipakai sehari-hari seperti lampu, kursi, dan lain-lain. Melihat-lihat isi musium ternyata cukup mengasyikkan, karena disertai dengan ilustrasi pada barang-barang tersebut.&lt;br /&gt;Tanpa terasa waktu tenyata berlalu begitu cepat, kami pun harus cepat-cepat keluar dari musium Sunan Drajat. Setelah bertanya sana-sini, akhirnya kami hanya dapat berjalan kaki ke arah utara menuju pertigaan Paciran, karena tidak ada angkutan umum yang menuju ke arah yang sama. Sesampainya di pertigaan Paciran, kami harus menunggu angkutan menuju Surabaya, yang menurut informasi setempat ada bis yang melayani Paciran-Bungurasih. Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya sebuah bis kecil datang untuk membawa kami menuju Surabaya. Sambil melepas lelah di bis, penulis merenungkan perjalanan dua hari yang cukup melelahkan, namun hati telah terpuaskan dengan telah berziarah ke makam-makam para Wali Allah, yang jarang-jarang bisa dilakukan oleh orang-orang khususnya penulis yang berasal dari Kalimantan. Mudahan di lain waktu dapat datang kembali, ataupun menyambung ziarah ke Jawa Tengah dan Jawa Barat. Mudah-mudahan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sv3-nSXFQKI/AAAAAAAAAKs/iJtlGZnSOyI/s1600-h/Drajat1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403755078811467938" src="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sv3-nSXFQKI/AAAAAAAAAKs/iJtlGZnSOyI/s400/Drajat1.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an ini dibuat pada zaman Sunan Drajat sekitar abad ke-16, yang ditulis dengan tulisan tangan, terbuat dari kulit domba dan serat tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sv3_6jCLvNI/AAAAAAAAAK0/vvKxOFxppc8/s1600-h/Drajat2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403756509216357586" src="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sv3_6jCLvNI/AAAAAAAAAK0/vvKxOFxppc8/s400/Drajat2.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 286px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadhug atau Cuplik atau lampu yang dipakai untuk mengaji Sunan Drajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sv4A4Bfi9LI/AAAAAAAAALE/RYbjQdnAKKM/s1600-h/Drajat3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403757565364597938" src="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sv4A4Bfi9LI/AAAAAAAAALE/RYbjQdnAKKM/s400/Drajat3.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0pt auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kitab Layang Ambiya, yaitu kitab yang berisi sejarah dan hikayat 25 rasul dan nabi. Terbuat dari kulit dan daun lontar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sv4BPLK-AqI/AAAAAAAAALM/9GNU-2KWhXI/s1600-h/Drajat+4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403757963099636386" src="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sv4BPLK-AqI/AAAAAAAAALM/9GNU-2KWhXI/s400/Drajat+4.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sisa-sisa perangkat Gamelan Singo Mengkok yang dipakai Sunan Drajat dalam berdakwah, yaitu melalui tembang-tembang pangkur yang diciptakan oleh beliau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-9021211866140700041?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/9021211866140700041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=9021211866140700041&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/9021211866140700041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/9021211866140700041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/11/wisata-hati-makam-sunan-drajat.html' title='Wisata Hati : Makam Sunan Drajat'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sv4AkLevmaI/AAAAAAAAAK8/P6V7viLVJM4/s72-c/Sunan_drajad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-2497324433485183632</id><published>2009-11-11T18:35:00.001-08:00</published><updated>2010-07-27T00:17:14.670-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kimia'/><title type='text'>Kisi-Kisi Ujian Nasional Mata Pelajaran Kimia SMA/MA Tahun Pelajaran 2009/2010</title><content type='html'>Lampiran Permendiknas No. 75 Tahun 2009&lt;br /&gt;1. Menganalisis struktur atom, sistem periodik unsur dan ikatan kimia untuk menentukan sifat-sifat unsur dan senyawa.&lt;br /&gt;a. Mendeskripsikan notasi unsur dan kaitannya dengan konfigurasi elektron serta  jenis ikatan kimia yang dapat dihasilkannya&lt;br /&gt;b. Memprediksi letak unsur dalam tabel periodik&lt;br /&gt;c. Memprediksi jenis ikatan kimia/jenis interaksi molekuler&lt;br /&gt;2. Menerapkan hukum-hukum dasar kimia untuk memecahkan masalah dalam perhitungan kimia.&lt;br /&gt;a. Menyelesaikan perhitungan kimia yang berkaitan dengan hukum dasar kimia&lt;br /&gt;b. Menganalisis persamaan reaksi kimia&lt;br /&gt;3. Menjelaskan sifat-sifat larutan, metode pengukuran dan terapannya.&lt;br /&gt;a. Menganalisis data daya hantar listrik beberapa larutan &lt;br /&gt;b. Mendeskripsikan konsep pH larutan &lt;br /&gt;c. Menghitung konsentrasi asam/basa pada proses titrasi asam basa &lt;br /&gt;d. Menganalisis sifat larutan penyangga &lt;br /&gt;e. Menghitung pH larutan garam yang terhidrolisis  &lt;br /&gt;f. Menyimpulkan terbentuknya endapan/larutan dari data Ksp &lt;br /&gt;g. Menyimpulkan sifat koligatif larutan berdasarkan data &lt;br /&gt;h. Menganalisis diagram PT yang berkaitan dengan sifat koligatif larutan &lt;br /&gt;i. Menyimpulkan penerapan sifat koloid di dalam kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;4. Memahami senyawa organik, gugus fungsi dan reaksinya, benzena dan turunannya, makromolekul serta lemak.&lt;br /&gt;a. Menyimpulkan penerapan konsep minyak bumi yang berkaitan dengan efisiensi BBM &lt;br /&gt;b. Mendeskripsikan senyawa turunan alkana &lt;br /&gt;c. Mengidentifikasi senyawa benzena dan turunannya &lt;br /&gt;d. Menganalisa data yang berhubungan dengan polimer &lt;br /&gt;e. Mendeskripsikan makromolekul&lt;br /&gt;5. Menentukan perubahan energi dalam reaksi kimia, cara pengukuran dan perhitungannya.&lt;br /&gt;a. Menyimpulkan peristiwa eksoterm/endoterm pada peristiwa termokimia &lt;br /&gt;b. Menentukan kalor reaksi&lt;br /&gt;6. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang memengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri.&lt;br /&gt;a. Menghitung laju reaksi berdasarkan data eksperimen &lt;br /&gt;b. Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi &lt;br /&gt;c. Menganalisis pergeseran kesetimbangan &lt;br /&gt;d. Menghitung harga Kc/Kp &lt;br /&gt;7. Memahami reaksi oksidasi-reduksi dan sel elektrokimia serta penerapannya dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;a. Mendeskripsikan persamaan reaksi redoks &lt;br /&gt;b. Mendeskripsikan diagram sel volta &lt;br /&gt;c. Menerapkan hukum Faraday &lt;br /&gt;d. Mendeskripsikan fenomena korosi  &lt;br /&gt;8. Memahami karakteristik unsur-unsur penting, terdapatnya di alam, pembuatan dan kegunaanya&lt;br /&gt;a. Mendeskripsikan mineral suatu unsur &lt;br /&gt;b. Mendeskripsikan sifat unsur golongan tertentu  &lt;br /&gt;c. Mendeskripsikan cara memperoleh unsur dan kegunaannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-2497324433485183632?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/2497324433485183632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=2497324433485183632&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2497324433485183632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2497324433485183632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/11/kisi-kisi-ujian-nasional-mata-pelajaran.html' title='Kisi-Kisi Ujian Nasional Mata Pelajaran Kimia SMA/MA Tahun Pelajaran 2009/2010'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-2336457849684387543</id><published>2009-11-06T17:13:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:25:19.880-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RTH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persepsi'/><title type='text'>PERSEPSI SISWA DAN GURU SMA TERHADAP PENGGUNAAN RUANG TERBUKA HIJAU SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPA  DI KOTA BANJARBARU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Ilham Alfian Nor&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, 2009&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Abstrak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ruang terbuka hijau (RTH) sekolah merupakan salah satu komponen fisik pada sekolah yang dapat berfungsi sebagai sumber belajar. Dalam proses pembelajaran mata pelajaran IPA (fisika, biologi, kimia) diperlukan sumber belajar yang dapat memberikan pengalaman nyata dalam penguasaan kompetensi. RTH sekolah memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber belajar pada pembelajaran IPA. Dalam proses pembelajaran, persepsi guru dan siswa berperan penting untuk memakai dan menggunakan sumber belajar sebagai salah satu komponen pembelajaran.&lt;br /&gt;Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa dan guru terhadap penggunaan RTH sekolah sebagai sumber belajar, dan mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru dalam penggunaan RTH sekolah sebagai sumber belajar, serta menganalisisnya untuk mengetahui strategi pengembangan RTH sekolah yang dapat diterapkan.&lt;br /&gt;Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif untuk mengetahui persepsi siswa dan guru, metode evaluatif dengan IPA (Important and Performance Analysis) untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru dalam penggunaan RTH sekolah sebagai sumber belajar,  serta analisis pengembangan dengan AHP (Analytic Hierachy Process) untuk menyusun strategi pengembangan dalam peningkatan fungsi RTH sekolah sebagai sumber belajar.&lt;br /&gt;Hasil penelitian mendapatkan bahwa persepsi siswa dan guru terhadap kompetensi dan kreativitas guru tergolong positif dengan nilai mean berturut-turut 3,422 dan 3,762. Persepsi siswa dan guru tentang minat dan motivasi siswa, juga tergolong positif dengan nilai mean berturut-turut 3,375 dan 3,574. Persepsi siswa tentang karakteristik RTH sekolah tergolong positif dengan nilai mean sebesar 3,432, sedangkan guru mempersepsikannya negatif dengan nilai mean 3,400. Persepsi siswa dan guru tentang program sekolah tergolong negatif dengan nilai mean berturut-turut 3,207 dan 3,244, dan persepsi siswa dan guru tentang proses pembelajaran di RTH tergolong negatif dengan mean berturut-turut 3,129 dan 3,286. Dari analisis tingkat kepuasan dan harapan (IPA), menurut siswa variabel komponen RTH, sarana RTH, minat dan motivasi siswa, pembelajaran kontekstual, kenyamanan RTH, dan daya serap siswa, sudah memberikan kepuasan namun perlu ditingkatkan lagi. Sedangkan menurut guru, variabel motivasi dan kreativitas guru merupakan variabel yang penting namun masih belum memuaskan, sehingga perlu diprioritaskan untk ditingkatkan. Dari hasil analisis AHP dihasilkan prioritas strategi pengembangan RTH sekolah sebagai sumber belajar yaitu 1) penataan komponen RTH; 2) meningkatkan kenyamanan RTH; 3) membangun sarana RTH; 4) meningkatkan motivasi dan kreativitas guru; 5) mengembangkan silabus; 6) meningkatkan minat dan motivasi siswa; 7) mengupayakan bantuan pihak luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : persepsi siswa dan guru, ruang terbuka hijau, sumber belajar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-2336457849684387543?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/2336457849684387543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=2336457849684387543&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2336457849684387543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/2336457849684387543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/11/abstrak-persepsi-siswa-dan-guru-sma.html' title='PERSEPSI SISWA DAN GURU SMA TERHADAP PENGGUNAAN RUANG TERBUKA HIJAU SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPA  DI KOTA BANJARBARU'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-7543005752617090803</id><published>2009-11-04T16:33:00.000-08:00</published><updated>2010-07-27T00:18:01.575-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muatan Lokal'/><title type='text'>Batamat Al Qur’an : Khatam Al Qur’an</title><content type='html'>Maaf, postingan ini dipindah ke Blog Bumi Banjar, &lt;a href="http://bumibanjar.blogspot.com/2010/05/khatam-al-quran.html"&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-7543005752617090803?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/7543005752617090803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=7543005752617090803&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7543005752617090803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7543005752617090803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/11/batamat-al-quran-khatam-al-quran.html' title='Batamat Al Qur’an : Khatam Al Qur’an'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-1545541087334199249</id><published>2009-10-29T16:58:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:25:25.357-07:00</updated><title type='text'>Terus Berkarya .... : Selamat dan Sukses</title><content type='html'>Akhirnya setelah berkutat dengan segala jenis perkuliahan dan tugas, beberapa teman sejawat dapat menyelesaikan pendidikan magisternya. Pada tanggal 17 Oktober 2009 kemaren telah dilakukan wisuda di Universitas Brawijaya, Malang, termasuk wisuda para wisudawan dari Magister Perencanaan Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Brawijaya. Tentu ini merupakan saat yang dinanti-nantikan, setelah menjalani perkuliahan selama 18 bulan (sesuai target program) serta penyelesaian tugas akhir tesis, semua rekan yang hampir seluruhnya berasal dari Kalimantan Selatan dan Tengah, dapat merampungkan program magisternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat dan sukses kepada rekan-rekan sejawat :&lt;br /&gt;1. Bahrani, S.Pd, MT (Dinas Pendidikan Balangan)&lt;br /&gt;2. Syahrudin, S.Pd, MT (SMAN 1 Paringin)&lt;br /&gt;3. Suprapto, S.Pd, MT (Dinas Pendidikan Balangan)&lt;br /&gt;4. Jumadi, SAP, MT (Camat Babirik, HSU)&lt;br /&gt;5. Herlina Maulidah, ST, MT (Dinas Pendidikan HSS)&lt;br /&gt;6. Ilham Alfian Nor, S.Pd, MT (SMKN 3 Banjarbaru)&lt;br /&gt;7. Ibnu Yusa, S.Pd, MT (SMKN 3 Banjarbaru)&lt;br /&gt;8. Imam Almadi, S.Pd, MT (SMAN 1 Banjarbaru)&lt;br /&gt;9. M. Arsyad, S.Pd, MT (Dinas Pendidikan Banjarbaru)&lt;br /&gt;10. Rusmaniah, S.Pd, MT (Dinas Pendidikan banjarbaru)&lt;br /&gt;11. Sidik Widiantoro, SE, MT (Dinas Pendidikan Kapuas)&lt;br /&gt;12. Samsi, S.Pd, MT (Dinas Pendidikan Kapuas)&lt;br /&gt;13. Nazmiannoor, S.Pd, MT (PSB Kapuas)&lt;br /&gt;14. Irwansyah, S.Hut, MT (Bappeda Pulang Pisau)&lt;br /&gt;15. Agus Basrawiyanta, S.Pd, MT (Dinas Pendidikan Kotawaringin Barat)&lt;br /&gt;16. Marthen Rummar, S.Pd, MT (SMKN 3 Merauke)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan magister ini merupakan salah satu program beasiswa unggulan yang di prakarsai oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Departemen Pendidikan Nasional. &lt;br /&gt;Selamat dan sukses ...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Suoxd4akYvI/AAAAAAAAAJ0/M_vyCzxESls/s1600-h/IMG_0463+%5BDesktop+Resolution%5D.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398181492786750194" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Suoxd4akYvI/AAAAAAAAAJ0/M_vyCzxESls/s400/IMG_0463+%5BDesktop+Resolution%5D.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 266px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SuoyiU9UqVI/AAAAAAAAAKE/plXutCxrSOo/s1600-h/IMG_0464+%5BDesktop+Resolution%5D.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398182668679817554" src="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SuoyiU9UqVI/AAAAAAAAAKE/plXutCxrSOo/s400/IMG_0464+%5BDesktop+Resolution%5D.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 267px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-1545541087334199249?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/1545541087334199249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=1545541087334199249&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1545541087334199249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1545541087334199249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/10/terus-berkarya-selamat-dan-sukses.html' title='Terus Berkarya .... : Selamat dan Sukses'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Suoxd4akYvI/AAAAAAAAAJ0/M_vyCzxESls/s72-c/IMG_0463+%5BDesktop+Resolution%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-4491407327488762055</id><published>2009-10-26T02:01:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:06:26.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RTH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hutan kota'/><title type='text'>Hutan Kota Banjarbaru</title><content type='html'>Hutan kota yang dimaksud dalam studi ini adalah Hutan Mentaos 1 yang memiliki luas 22.111 m2 (2,2111 hektar) dan Hutan Mentaos 2 dengan luas 231.473 m2 (23,1473 hektar). Luas ini sesuai dengan Pasal 8 ayat (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 63 Tentang Hutan Kota yang menyatakan luas hutan kota dalam satu hamparan yang kompak paling sedikit 0,25 (dua puluh lima perseratus) hektar. Berdasarkan proses terbentuknya Hutan Mentaos 1 dan Hutan Mentaos 2 merupakan hutan buatan, hal ini ditandai dengan dominasi pohon pinus yang memiliki umur yang sama. Hutan kota buatan biasanya memiliki umur dan jenis yang sama (Fandelli dk, 2004). Berdasarkan bentuk yang dikaitkan dengan luas lahan Hutan Mentaos 1 dan Hutan Mentaos 2 adalah hutan kota berbentuk tegakan hutan kompak yang ditandai dengan luas lahan pada kategori sedang hingga luas. Tipe hutan kota bergantung pada tata guna lahan tempat hutan kota berada. Berkaitan dengan tataguna lahannya hutan dalam studi ini adalah tipe rekreasi . Berdasarkan strukturnya Hutan Mentaos 1 dan Hutan Mentaos 2 masuk dalam klasifikasi hutan kota berstruktur banyak, hal ini ditandai selain terdiri atas pepohonan dan rumput juga terdapat semak, terna, liana, epifit, ditumbuhi banyak anakan dan penutup tanah, jarak tanam rapat tidak beraturan, dengan strata dan komposisi mengarah meniru komunitas tumbuh- tumbuhan hutan alam. (Irwan, 1998). Berdasarkan asal pohon yang mendominasi hutan kota dalam studi ini termasuk dalam klasifikasi exote, yaitu pohon didatangkan dari luar. Pohon pinus merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis.  Pada mulanya Hutan Mentaos 1 maupun Hutan Mentaos 2 merupakan tanah negara yang digunakan untuk Kwerkery (persemaian). Berdasarkan komposisi jenis pohon pada mulanya hanya tersusun oleh satu jenis pohon saja, yaitu pinus. Pada perkembangannya jenis tanaman bertambah, menurut penuturan warga setempat hal ini akibat persebaran tanaman dari luar hutan kota yang dibawa oleh berbagai binatang melata semisal musang dan burung dan juga terbawa oleh manusia melalui pembuangan sampah  dan pananaman dengan sengaja oleh dinas kehutanan. Terdapat flora yang merupakan tumbuhan asli daerah dan merupakan tumbuhan obat yang populer, yaitu pasak bumi. Dengan demikian hutan kota dalam studi ini dapat dipergunakan sebagai suatu langkah dalam upaya konservasi flora (ex situ conversation). Sampai dengan studi ini dilakukan terdapat lebih dari 119 jenis tanaman ada di dalam Hutan Mentaos I dan Hutan Mentaos 2. &lt;br /&gt;Semakin beragamnya jenis tanaman dan bertambah rimbunnya pepohonan menyebabkan datangnya berbagai binatang baik untuk mencari makan, berlindung, maupun untuk berkembangbiak. Tercatat lebih dari 33 binatang yang berada di Hutan Mentaos 1 maupun Hutan Mentaos 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Imam Almadi, 2009&lt;br /&gt;Guru SMAN 1 Banjarbaru&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-4491407327488762055?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/4491407327488762055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=4491407327488762055&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4491407327488762055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4491407327488762055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/10/hutan-koa-banjabaru.html' title='Hutan Kota Banjarbaru'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-5621955353271824826</id><published>2009-08-30T19:21:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:25:33.370-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunan bonang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Wisata Hati (4) : Makam Sunan Bonang</title><content type='html'>Perjalanan berikutnya yaitu dengan tujuan makam Sunan Bonang yang ada di Tuban, kemudian nanti dilanjutkan ke makam Sunan Drajat yang ada di Lamongan. &lt;br /&gt;Setelah beristirahat satu malam di Sidoarjo, kami melanjutkan perjalanan dengan start di Terminal Purabaya Bungurasih, Surabaya. Karena perjalanan menuju Tuban cukup jauh, lebih dari 100 km, kami memutuskan untuk menggunakan bis PATAS yang cukup nyaman. Dan memamg betul, ketika masuk ke bis PATAS suasana nyaman memang terasa, dengan kursi empuk yang bisa di gerakkan sandarannya, udara panas di terminal pun langsung terasa dingin ketika masuk bis, karena full AC, belum lagi ada fasilitas kamar kecil di bagian belakang bis. Pokoknya mirip di pesawat, hanya tentunya tidak bisa terbang.&lt;br /&gt;Perjalanan menuju Tuban dilalui dengan semangat baru, stamina segar dan udara yang cerah. Di sepanjang jalan selepas dari Surabaya, kami disuguhi pemandangan pedesaan yang sangat alami, dengan hamparan sawah dan tambak masyarakat di daerah Lamongan. Sesekali nampak lahan pembuatan garam yang bagi penulis merupakan hal pertama yang pernah melihat lahan pembautan garam. Air laut dipompa menggunakan kincir angin untuk dimasukkan ke lahan (termasuk penggunaan energi tanpa BBM), kemudian dialirkan ke petak-petak lahan yang kemungkinan selanjutnya diuapkan dengan sinar matahari. Terlihat beberapa petani menggunakan alat yang mirip penggerus yang didorong, mungkin alat pengumpul kristal garam hasil sisa pengauapan air laut. Namun yang sempat penulis pikirkan, bagaimana petani tersebut mengumpulkan garam tanpa mengikis tanah yang ada dibagian bawahnya. Perlu keahlian tersendiri mungkin untuk hanya mengumpulkan garam tanpa mengikis tanah.&lt;br /&gt;Selain lahan pembuatan garam, hampir di sepanjang jalan, terdapat kolam-kolam tambak masyarakat yang rata-rata sangat luas. Menurut penumpang bis yang mengetahui, tambak-tambak tersebut merupakan peternakan bandeng yang sangat terkenal di Lamongan.&lt;br /&gt;Memasuki daerah Tuban, ada hal yang menarik yaitu banyaknya tumbuhan yang mirip dengan tanaman palem atau bahkan mirip tanaman korma. Kira-kira tanaman ini berjenis monokotil, dengan akar serabut, batang lurus, daunnya menjari, dan buahnya bersabut. Rata-rata sangat tinggi seperti pohon kelapa yang sudah belasan tahun. Penulis mendapat informasi, tanaman tersebut tenyata yang disebut dengan lontar. Padahal sejak kecil, penulis beranggapan tanaman lontar itu seperti tanaman jati yang daunnya lebar-lebar.&lt;br /&gt;Memasuki kota Tuban, banyak di pinggir jalan dijual buah lontar yang di daerah tersebut dinamakan biuah Siwalan. Besarnya seperti mangga bewarna coklat kehijauan dan bersabut. Sedangkan daging di dalam bewarna putih, sayang penuling tidak sempat mencicipi buah tersebut. Ternyata tangkain buah siwalan ini juga dapat di potong dan mengeluarkan sejenis air nira yang kemudian juga dapat diminum. Entah bagaimana rasanya air nira siwalan, mungkin juga manis seperti air nira kebanyakan. Warnanya putih seperti daging buahnya, tidak kecoklatan seperti air nira.&lt;br /&gt;Tidak terasa, kami diturunkan oleh kondektur di Kota Tuban. Kami disarankan untuk berjalan ke arah utara untuk menuju lokasi makam Sunan Bonang. Ketika kami menyusuri jalan di kota Tuban, ada hal unik tentang kota ini. Di sepanjang jalan menuju lokasi makam, jalan dipenuhi dengan becak yang terus sambung-menyambung hilir mudik mengantar penumpang. Awalnya kami anggap pemandangan biasa, namun ternyata becak-becak ini memang khusus mengantar para peziarah yang menggunakan bis yang parkir sekitar 300 m dari lokasi makam. Saking banyaknya, ketika menunggu penumpang, becak ini bisa antri sampai 50 m lebih dengan dua lajur. Namun yang patut dipuji adalah tidak terlihat adanya rebutan penumpang antar penarik becak, nampaknya sudah ada kesepakatan antar penarik becak tentang pembagian rezeki diantara mereka.&lt;br /&gt;Lokasi makam Sunan Bonang tepat berada di tengah-tengah kota, yaitu sebelah barat alun-alun dan masjid raya, sekitar 100 meter dari pantai utara. Jalan masuk menuju lokasi makam adalah pasar souvenir dan jajanan khas Tuban. Sempat ada kejadian kecil ketika kami saat ada di pasar tersebut, beberapa petugas satpol PP berupaya menertibkan pedagang-pedagang yang dianggap menggangu lalu lintas, beberapa pedagang sempat melarikan dagangannya namun satu orang akhirnya diangkut petugas entah dibawa kemana.&lt;br /&gt;Memasuki makam Sunan Bonang, kami melalui 3 pintu gerbang yang memiliki sekat-sekat dengan sekat terdalam adalah makam Sunan Bonang dan beberapa makam lainnya. Makam Sunan Bonang berbentuk kubah dengan bangunan cumgkup beratap rendah. Penulis tidak dapat mendekat lebih dekat, karena telah lebih banyak peziarah yang masuk ke kubah dan duduk mengelilingi kubah. Dengan mengambil lokasi agak kosong, kami duduk dengan alas plastik dan membaca tahlil dan doa.&lt;br /&gt;Selesai berziarah kami keluar dari lokasi makam, namun ternyata di jalan keluar, ternyata sama dengan jalan masuk sehingga arus peziarah yang ingin pulang bertemu dengan yang ingin masuk sehingga sempat terjadi saling dorong. Mungkin ini perlu dipikirkan pihak pengelola, agar membuat jalan yang berbeda sehingga arus keluar dan masuk tidak bertemu. Selain itu, adanya pedagang yang melimpah sampai masuk ke lokasi makam, tentunya mengganggu pemandangan serta kenyamanan bagi peziarah, padahal jelas-jelas telah terpampang tulisan DILARANG BERJUALAN DISIN, namun petugas keamanan dan petugas lainnya terkesan tidak bisa menertibkan pedagang.&lt;br /&gt;Di Masjid Sunan Bonang, kami sempatkan sholat Dzuhur, karena bertepatan dengan waktunya sholat. Masjid Sunan Bonang dibangun sangat megah, mungkin karena masjid ini adalah masjid raya Kota Tuban, sehingga dana pembangunannya dapat ditanggung oleh pemerintah daerah setempat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-5621955353271824826?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/5621955353271824826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=5621955353271824826&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/5621955353271824826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/5621955353271824826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/08/wisata-hati-4-makam-sunan-bonang.html' title='Wisata Hati (4) : Makam Sunan Bonang'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-8036349842312727758</id><published>2009-08-20T19:31:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:25:42.322-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunan malik ibrahim'/><title type='text'>Wisata Hati (3) : Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/So4Hr624bqI/AAAAAAAAAJk/-Jk9uX7fTKA/s1600-h/Sunan_maulana.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372239856614796962" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/So4Hr624bqI/AAAAAAAAAJk/-Jk9uX7fTKA/s400/Sunan_maulana.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 160px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Kota Gresik terdapat dua makam Wali Allah, yaitu makam Sunan Giri dan makam Syeh Maulana Malik Ibrahim. Menurut riwayat, Syeh Maulana Malik Ibrahim atau yang dikenal dengan Sunan Gresik merupakan wali yang paling terdahulu menyebarkan Agama Islam di Jawa Timur. Seperti yang ditulis oleh azzahraku.multiply.com, bahwa pada nisan Syeh Maulana Malik Ibrahim tertulis tahun wafat beliau yaitu 12 Rabiul Awwal 822 H atau 10 April 1419 M. Sedangkan Sunan Ampel diduga wafat setelahnya yaitu tahun 1467.&lt;br /&gt;Dari lokasi makam Sunan Giri menuju makam Syeh Maulana Malik Ibrahim dapat ditempuh dengan angkot. Sewaktu kita keluar dari makam Sunan Giri sebenarnya banyak ojek dan dokar yang menawarkan untuk mengantar ke makam Syeh Maulana Malik Ibrahim, tentunya dengan tarif yang berbeda dibanding dengan angkot.&lt;br /&gt;Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim terletak di sebelah timur makam Sunan Giri. Jaraknya tidaklah terlalu jauh, kira-kira tidak sampai 5 km. Lokasi makam Syeh Maulana Malik Ibrahim terletak di tengah-tengah kota Gresik, bersebelahan dengan lokasi makam pahlawan. Sebelum memasuki lokasi makam, kita akan memasuki pasar souvenir dan jajanan seperti di lokasi makam Sunan Ampel dan Sunan Giri. Namun pasar di sini terlihat lebih kecil dan sedikit, dan areal makam pun juga lebih kecil, mungkin hanya puluhan makam saja yang ada.&lt;br /&gt;Di lokasi makam terdapat Masjid Syeh Maulana Malik Ibrahim dan di sebelah utara masjid terdapat kubah atau cungkup yang merupakan kubah Syeh Maulana Malik Ibrahim. Ketika penulis memasuki kubah, ternyata sudah banyak peziarah yang berdoa dan bertahlil, yang rata-ata berkelompok atau rombongan. Penulis berupaya untuk mendapat posisi paling dekat dengan makam. Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim dapat terlihat dengan jelas, terdapat tiga batu nisan yang berdampingan dan berada lebih rendah dari permukaaan tanah. Tidak jelas yang mana makam Syeh Maulana Malik Ibrahim, namun tentunya tiga makam ini merupakan makam Wali-wali Allah. Ketiga makam diberi pagar besi yang cukup tinggi. Setelah selesai bertahlil dan berdoa, penulis segera mengundurkan diri dan keluar dari kubah, untuk memberikan kesempatan kepada beberapa peziarah yang belum masuk ke dalam kubah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-8036349842312727758?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/8036349842312727758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=8036349842312727758&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/8036349842312727758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/8036349842312727758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/08/wisata-hati-3-makam-syekh-maulana-malik.html' title='Wisata Hati (3) : Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/So4Hr624bqI/AAAAAAAAAJk/-Jk9uX7fTKA/s72-c/Sunan_maulana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-4257924689222331204</id><published>2009-08-19T19:52:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:07:05.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumber belajar'/><title type='text'>Sumber Belajar</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh : Ilham Alfian Nor (2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang sumber belajar, dimulai oleh Edgar Dale (1969) seorang ahli pendidikan mengemukakan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang. Sedangkan definisi sumber belajar yang diberikan oleh Association  for Education Communication Technology (AECT) adalah berbagai sumber baik itu berupa data, orang atau wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar baik yang digunakan secara  terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajarnya. Kedua pengertian tersebut menunjukkan bahwa pada hakikatnya sumber belajar begitu luas dan kompleks, lebih dari sekedar media pembelajaran. Segala hal yang sekiranya diprediksikan akan mendukung dan dapat dimanfaatkan untuk keberhasilan pembelajaran dapat dipertimbangkan menjadi sumber belajar. Dengan pemahaman ini maka guru bukanlah satu-satunya sumber tetapi hanya salah satu saja dari sekian sumber belajar lainnya (As’ari : 2007).&lt;br /&gt;Sumber belajar adalah bahan termasuk juga alat permainan untuk memberikan informasi maupun berbagai keterampilan kepada murid maupun guru (Sudono dalam Trimo : 2008). Hamalik dalam Trimo (2008), menyatakan bahwa sumber belajar adalah semua sumber yang dapat dipakai oleh siswa, baik sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan siswa lainnya, untuk memudahkan belajar. Mudhofir dalam Trimo (2008), menyatakan bahwa yang termasuk sumber belajar adalah berbagai informasi, data-data ilmu pengetahuan, gagasan-gagasan manusia, baik dalam bentuk bahan-bahan tercetak (misalnya buku, brosur, pamlet, majalah, dan lain-lain) maupun dalam bentuk non cetak (misalnya film, kaset, video cassette, dan lain-lain). &lt;br /&gt;Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan guru maupun siswa dalam mempelajari materi pelajaran, sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran tersebut (Trimo : 2008).&lt;br /&gt;Lingkungan memang merupakan materi belajar yang sangat bermanfaat.  Lingkungan dimana individu berada dapat dimanfaatkan sebagai sumber materi, baik materi  yang terikat dengan kurikulum, maupun materi yang tidak mengikat namun dapat  digunakan  pada satu peristiwa belajar. Lingkungan belajar memang ada yang sengaja diciptakan,  seperti museum, perpustakaan, dan sebagainya. Disamping itu, ada lingkungan alam dan kebendaan lain yang dimanfaatkan karena kebutuhan akan penyerapan materi tersebut.    Lingkungan belajar tadi termasuk lingkungan belajar bersifat non manusia. Lingkungan  yang dirancang sebagai sumber belajar misalnya museum dan perpustakaan (Prawiradilaga : 1999)&lt;br /&gt;Ditinjau dari segi pendayagunaan, AECT membedakan sumber belajar menjadi dua macam yaitu: &lt;br /&gt;1. Sumber belajar yang dirancang atau sengaja dibuat untuk digunakan dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Sumber belajar yang dirancang tersebut dapat berupa buku teks, buku paket, slide, film, video dan sebagainya yang memang dirancang untuk membantu mencapai tujuan pembelajaran tertentu.&lt;br /&gt;2. Sumber belajar yang tidak dirancang atau tidak sengaja dibuat untuk membantu mencapai tujuan pembelajaran. Jenis ini banyak terdapat disekeliling kita dan jika suatu saat  kita membutuhkan, maka  kita  tinggal memanfaatkannya. Contoh  sumber belajar jenis ini adalah tokoh masyarakat, toko, pasar, museum.      &lt;br /&gt;Menurut As’ari (2007) sumber belajar terbagi menjadi enam jenis, yaitu 1) sumber berupa pesan; 2) manusia; 3) peralatan; 4) bahan; 5) teknik/metode; dan 6) lingkungan/setting.&lt;br /&gt;Ada sejumlah pertimbangan yang harus diperhatikan, ketika akan memilih sumber belajar (As’ari : 2007), yaitu:&lt;br /&gt;1. Bersifat ekonomis dan praktis (kesesuaian antara hasil dan biaya).&lt;br /&gt;2. Praktis dan sederhana artinya mudah dalam pengaturannya.&lt;br /&gt;3. Fleksibel dan luwes, maksudnya tidak kaku dalam perencanaan sekaligus pelaksanaannya.&lt;br /&gt;4. Sumber sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan waktu yang tersedia.&lt;br /&gt;5. Sumber sesuai dengan taraf berfikir dan kemampuan siswa.&lt;br /&gt;6. Guru memiliki kemampuan dan terampil dalam pengelolaannya.&lt;br /&gt;Beberapa sumber belajar yang dapat dimanfaatkan adalah :&lt;br /&gt;1. Perpustakaan&lt;br /&gt;2. Media Belajar/Alat Peraga&lt;br /&gt;3. Majalah Dinding&lt;br /&gt;4. Mengunjungi museum sesuai dengan materi (museum uang, museum sejarah atau museum hewan)&lt;br /&gt;5. Study tour mengunjungi gedung geologi, lembaga pemasyarakatan atau lembaga pemerintahan&lt;br /&gt;6. Mengunjungi tempat ibadah, pasar, mal (tempat belanja)&lt;br /&gt;7. Mendatangkan tokoh untuk diskusi (polisi dan dokter membahas narkoba, anggota DPR membahas pemerintahan daerah dan lain-lain)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-4257924689222331204?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/4257924689222331204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=4257924689222331204&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4257924689222331204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4257924689222331204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/08/sumber-belajar.html' title='Sumber Belajar'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-4800315800791369921</id><published>2009-08-15T15:21:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:07:14.931-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hutan kota'/><title type='text'>Selamatkan Hutan Kota Banjarmasin</title><content type='html'>Sekitar dua minggu yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi Kota Banjarmasin yang merupakan kota terbesar di Kalimantan Selatan. Lumayan lama saya sebelumnya tidak ke Kota Banjarmasin, sehingga ada beberapa perubahan kecil yang nampak dalam penglihatan saya tentang perkembangan kota, khususnya dilihat dari ruang terbuka hijau (RTH).&lt;br /&gt;Ruang Terbuka Hijau merupakan lahan tidak terbangun yang ditumbuhi oleh vegetasi (tanaman) hijau, baik yang dirawat maupun yang tumbuh liar.RTH Perkotaan berarti adalah RTH yang ada di wilayah kota, baik yang berbentuk memanjang atau mengelompok, sehingga dapat memberikan manfaat secara ekologis, sosial, dan keindahan. Menurut UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, luasan minimal RTH di perkotaan adalah 30% dari luas wilayah kota. Selain itu dijelaskan pula, bahwa ada dua jenis RTH yaitu RTH publik dan RTH privat.&lt;br /&gt;Isu RTH perkotaan saat ini menjadi hangat diperbincangkan, menyusul semakin besarnya konversi lahan RTH di perkotaan menjadi lahan non RTH, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan dampak pada penurunan kualitas lingkungan hidup pada masyarakat perkotaan. Demikian yang terjadi pada salah satu RTH yang ada di Kota Banjarmasin, yaitu hutan kota yang ada di lingkungan Masjid Sabilal Muhtadin. &lt;br /&gt;Ketika penulis melintas tepat di muka masjid, ternyata di bagian bawah (tanah) hutan kota tersebut telah di paving (pengerasan) dengan batako. Mungkin maksud Pengurus Masjid adalah untuk memperluas masjid, agar dapat digunakan para muslim yang melakukan ibadah. Namun Pengurus Masjid tidak memperhitungkan dampak pengerasan tanah bagian bawah hutan kota ini, terutama pada dampak ekologis. Hilangnya rumput penutup lahan hutan kota, dapat menyebabkan erosi yang membahayakan bagi pohon-pohon. Belum lagi akan tercipta iklim mikro yang lebih panas, karena bahan batako akan meningkatkan suhu udara hutan kota. Karena tanaman rumput dan perdu hilang, maka akan terjadi pengurangan penyerap (adsorber) polutan dan bunyi (kebisingan). Hilangnya beberapa organisme yang hidup di ekosistem rumput dan perdu, juga merupakan pemusnahan organisme akibat berubahnya habitatnya. Tentunya ini memberikan dampak yang serius bagi kualitas lingkungan hidup di sekitar masjid.&lt;br /&gt;Secara estetika, pemandangan batako dengan warna kusam juga menurunkan daya tarik keindahan bagi pemandangan hijau di hutan kota. Bagi pengunjung yang ingin menikmati hutan kota, secara fisik dan psikologis akan merasakan perubahan pada suasana hutan kota yang berubah menjadi lebih panas dan gerah, karena panas yang berasal dari matahari akan lebih banyak dipantulkan oleh permukaan batako. Sehingga akan terjadi peningkatan suhu udara dan penurunan kelembaban. Menurut beberapa pengamatan, bahan logam dan batuan memberikan peningkatan panas 1 – 2 oC terhadap udara disekelilingnya. Ini akan memberikan sumbangan pada pemanasan global yang diperkirakan akan mengalami kenaikan suhu permukaan bumi 0,6 – 0,7 oC setiap tahun.&lt;br /&gt;Pada Kota Banjarmasin, sebagai kota dengan ketinggian sama dengan permukaan air laut, suhu udara di kota ini bisa mencapai 38 oC, sudah termasuk panas. Sangat ironis sekali, Kota banjarmasin dengan luas 72 km2, hanya memiliki satu hutan kota yaitu hutan kota Masjid Sabilal Muhtadin dengan luas 0,33 km2. Walaupun banyak jenis RTH yang lain seperti taman, median jalan, dan sempadan sungai, namun luasannya rata-rata kecil sehingga hampir tidak dapat menciptakan iklim mikro. Tentunya hutan kota Masjid Sabilal Muhtadin menjadi sangat berarti bagi penciptaan iklim mikro di Kota banjarmasin.&lt;br /&gt;Sangat diharapkan bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Banjarmasin selaku pengelola wilayah, memiliki persepsi yang sama dalam penyelamatan lingkungan perkotaan yang telah penuh dengan permasalah lingkungan. Masyarakat perkotaan sangat memerlukan suatu lokasi yang dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan serta peningkatan kualitas hidup, baik secara fisik maupun secara psikologis. Mari kita benahi lingkungan, dengan tetap merawat dan memelihara tanaman sebagai elemen ruang terbuka hijau, serta menghindari pengalihan fungsi lahan menjadi lahan terbangun yang tidak memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas hidup. Tanam satu pohon dati satu orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-4800315800791369921?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/4800315800791369921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=4800315800791369921&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4800315800791369921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4800315800791369921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/08/selamatkan-hutan-kota-banjarmasin.html' title='Selamatkan Hutan Kota Banjarmasin'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-4923981106516339857</id><published>2009-08-14T21:11:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:25:50.874-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunan giri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Wisata Hati (2) : Makam Sunan Giri</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SoY2VUGElPI/AAAAAAAAAJU/6LPLPu2yOE4/s1600-h/Sunan_giri.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370039345485223154" src="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SoY2VUGElPI/AAAAAAAAAJU/6LPLPu2yOE4/s400/Sunan_giri.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 153px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dari JMP (Jembatan Merah Plaza) Surabaya menuju Gresik menggunakan angkot berupa mobil Kijang yang dimodifikasi sehingga dapat memuat penumpang sampai 10 orang lebih. Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalan-jalan di Kota Surabaya yang sedikit macet dan panas. Kondektur tak henti-hentinya menambah penumpang, sehingga kami yang di dalam angkot serasa ikan sarden yang saling terhimpit dengan peluh mengucur. Kira-kira satu jam perjalanan, tiba kami di Kota Gresik yang lebih bersih. Beda dengan Surabaya yang panas dan berdebu, Kota Gresik walaupun juga terasa panas, namun lebih rapi dan bersih, mungkin juga karena matahari sudah mulai mengurangi sengatan panasnya.&lt;br /&gt;Ketika di perempatan kami diturunkan oleh sopir angkot, kami diberi petunjuk untuk menunggu angkot lain yang menuju arah barat untuk menuju makam Sunan Giri. Beberapa saat, kami menyetop angkot warna hijau, setelah bertanya sedikit kami masuk angkot dan dengan ramah sopir bercerita sedikit tentang makam Sunan Giri. Menurutnya lokasi makam tidaklah jauh, hanya nanti untuk memasuki lokasi makam kami harus menaiki banyak anak tangga, karena makam Sunan Giri berada di atas bukit. Selesai sang sopir angkot bercerita, ternyata kami sudah sampai di pintu gerbang lokasi makam. Ternyata memang benar, memasuki gerbang lokasi makam, berpuluh-puluh anak tangga sudah menanti kaki kami.&lt;br /&gt;Dengan bersemangat, kami menaiki tangga satu-persatu, kira-kira setengah perjalanan ternyata cukup lelah untuk menaiki anak tangga, rupanya perlu beristirahat dulu. Namun karena ditarget waktu, kami harus lebih cepat untuk melakukan ziarah, karena masih ada satu tujuan lagi yaitu makam Syeh Maulana Malik Ibrahim.&lt;br /&gt;Sebelum masuk ke area makam, kita akan memasuki lorong pasar persis seperti pasar yang ada di Masjid Ampel. Pasar ini tepat bersebelahan dengan Masjid Sunan Giri, yang saat kami berkunjung masih dalam tahap renovasi. Di ujung pasar terdapat gerbang untuk masuk ke areal pemakaman Sunan Giri. Lokasi makam berada di sebelah barat Masjid Sunan Giri. Ratusan makam terdapat di areal ini, namun kita akan langsung melihat sebuah bangunan kubah atau cungkup yang besar, tentunya ini makam Sunan Giri. Kubah atau cungkup tersebut berupa bangunan kayu berbentuk bujur sangkar dengan atap yang agak rendah. Dinding kubah berupa kayu yang diukir dengan motif tumbuhan. Untuk jenis kayunya penulis kurang mengetahui, bewarna coklat hitam. Pintu kubah sangat rendah sehingga bagi peziaran yang ingin masuk ke dalam kubah harus menunduk. &lt;br /&gt;Puluhan peziarah sudah banyak duduk untuk melakukan doa-doa dan tahlil. Beruntung penulis dapat kesempatan untuk masuk ke kubah dan duduk langsung di samping makam Sunan Giri. Namun makam Sunan Giri tidaklah terlihat langsung, makam di tutupi dengan kelambu, ketika penulis mencoba membuka kelambu tersebut, ternyata dibalik kelambu masih dipagari dengan kayu berukir yang sama dengan dinding kubah. &lt;br /&gt;Selesai berdoa, kami beristirahat sebentar di lokasi makam Sunan Giri. Lokasi makam terasa dingin dan nyaman, mungkin dikarenakan banyaknya tanaman yang tumbuh di sela-sela makam. Sambil beristirahat, kami memperhatikan para peziarah yang keluar masuk kubah, sayangnya ada beberapa peziarah yang kurang menghormati makam, ada yang duduk-duduk di nisan, ada yang tidak berpakaian secara muslim, bahkan ada seorang anak yang belum baligh namun dibiarkan tanpa celana. Sedangkan para pengemis yang berada di jalan masuk dan keluar makam, memang masih berlaku wajar, namun sekiranya dapat ditertibkan tentunya akan menambah kenyamanan peziarah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-4923981106516339857?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/4923981106516339857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=4923981106516339857&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4923981106516339857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4923981106516339857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/08/wisata-hati-2-makam-sunan-giri.html' title='Wisata Hati (2) : Makam Sunan Giri'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SoY2VUGElPI/AAAAAAAAAJU/6LPLPu2yOE4/s72-c/Sunan_giri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-6734670673595050825</id><published>2009-08-13T01:59:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:07:37.162-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasionalisme'/><title type='text'>Mana Nasionalis-mu Bung !!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SoPdUAPocuI/AAAAAAAAAJM/-PJdwPx4NTk/s1600-h/bendera1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369378516488450786" src="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SoPdUAPocuI/AAAAAAAAAJM/-PJdwPx4NTk/s400/bendera1.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 143px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kurang dari seminggu lagi kita akan memperingati hari lahirnya bangsa ini. Tanggal 17 Agustus tinggal beberapa hari lagi, setiap orang tentu maklum bahwa pada tanggal tersebut harus diperingati dengan meriah. Setiap RT, RW, bahkan setiap gang, melakukan berbagai perayaan yang bertujuan untuk memeriahkan hari kemerdekaan ini. Beraneka ragam lomba diadakan, dari yang lomba olahraga yang umum sampai lomba yang aneh-aneh, dengan peserta anak-anak sampai kakek-kakek, bahkan ibu-ibu dengan balitanya juga. Setiap orang bergembira dengan perayaan ini, tidak terkecuali anak-anak yang tidak tahu-menahu dengan sejarah 17 Agustus.&lt;br /&gt;Namun dibalik semua kemeriahan tersebut, ada sesuatu yang telah mulai luntur dan menghilang di hati mereka itu. Secara fisik saja, masyarakat mulai enggan untuk menancapkan merah putih di muka rumah masing-masing. Entah apakah belum punya bendera dan tiangnya, atau apakah malas untuk mendirikan tiang bendera dan mengibarkan merah putih sebagai perlambang rasa nasionalis. Perkara mengibarkan bendera ini nampaknya merupakan hal yang sepele. Namun jika itu sangat menyolok, tentunya menjadi pertanyaan yang serius.&lt;br /&gt;Sampai saat ini, hanya kantor-kantor pemerintahan saja yang memasang umbul-umbul dan hiasan merah putih. Masyarakat sebagian besar masih belum memasang bendera merah putih. Sedangkan di toko-toko dan pusat perbelanjaan masih ramai dengan spanduk dan reklame iklan. Kondisi demikian tentunya memperihatinkan bagi penanaman nilai nasionalis kepada anak-anak dan remaja. Suatu saat mungkin anak-anak dan remaja akan melupakan sejarah 17 Agustus itu sendiri.&lt;br /&gt;Marilah kita ingat kembali, pesan Demang Lehman sebelum beliau digantung oleh Belanda, “Tanah Banjar kada lapas matan Walanda, mun kada di palas lawan darah”. Pesan ini mensyaratkan kepada kita bahwa, kemerdekaan dan kebebasan yang kita rasakan sekarang, tidak di dapat dengan gratis. Belanda dan Jepang tidak pernah menghadiahkan kemerdekaan bangsa ini kepada kita. Ingatlah bagaimana penderitaan Pangeran Antasari dalam melalui berbagai pertempuran kemudian beliau harus menahan rasa sakit sehingga wafat di persembunyian. Kemudian pertempuran di Marabahan yang menewaskan Panglima Wangkang. Demikian juga tewasnya para pejuang-pejuang di Martapura, Kandangan, Amuntai, Pelaihari, bahkan daerah-daerah Kaltim dan Kalteng.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-6734670673595050825?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/6734670673595050825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=6734670673595050825&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6734670673595050825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6734670673595050825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/08/mana-nasionalis-mu-bung.html' title='Mana Nasionalis-mu Bung !!!'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SoPdUAPocuI/AAAAAAAAAJM/-PJdwPx4NTk/s72-c/bendera1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-4660776950186787083</id><published>2009-08-12T20:37:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:07:47.943-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='atom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kimia'/><title type='text'>Seandainya Atom Sebesar Kelereng</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SoPbrA_OrlI/AAAAAAAAAJE/Juv3T71Bvgo/s1600-h/master-marble-glass2-300x300.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369376712801824338" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SoPbrA_OrlI/AAAAAAAAAJE/Juv3T71Bvgo/s400/master-marble-glass2-300x300.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 300px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membeli rambutan seikat, biasanya kita tidak menghitung berapa biji rambutan dalam ikatan itu. Karena sudah kebiasaan, dalam satu ikat rambutan biasanya terdiri dari 10 biji. Jadi kalau memebeli 10 ikat, maka jumlah rambutannya ada 100 biji.&lt;br /&gt;Sedangkan pada peralatan makan terdapat satuan lusin, yang menyatakan sebanyak 12 buah. Kalau 10 lusin gelas maka tentunya terdapat 120 buah gelas.&lt;br /&gt;Demikian juga pada satuan kodi, yang menyatakan jumlah 20 buah. Satuan-satuan tersebut populer di masyarakat, karena selalu dipakai dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, satuan mol juga demikian. Hanya saja, satuan mol hanya digunakan dalam telaah Ilmu Kimia yang terbatas pada pendidikan (akademis) dan penelitian, khususnya pada Ilmu Kimia. Satuan mol menyatakan jumlah benda sebanyak 602.000.000.000.000.000.000.000 buah atau ditulis secara matematis 6,02 x 10&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt;. Satuan mol digunakan untuk menyatakan jumlah zat yang terdiri dari jumlah atom atau molekul yang sangat mikro. Jadi kalau 10 mol zat berarti mengandung jumlah atom atau molekul sebanyak 6,02 x 10&lt;sup&gt;24&lt;/sup&gt; buah.&lt;br /&gt;Dalam sejarahnya, penentuan angka satuan mol melalui beberapa kali usulan. Namun angka 6,02 x 10&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt; yang merupakan usulan dari Avogadro dipakai sebagai besaran satuan mol, atau yang dikenal dengan Bilangan Avogadro. Angka ini terdapat dalam proposal Avogadro yang diajukan pada tahun 1811 tentang Teori Kinetik Gas. Kemudian banyak ilmuwan yang mengusulkan angka yang berbeda untuk menyatakan jumlah zat, seperti Loschmidt pada tahun 1865, dia mengusulkan angka 72×10&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt;, yang didapat dari jumlah molekul gas yang ada di bumi. Kemudian tahun 1908, Perrin mengusulkan angka 6,7 × 10&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt;, setahun kemudian Rutherford mengusulkan angka 6,16 x 10&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt;. Lalu Milikan dengan percobaannya pada tahun 1917 yaitu pada percobaan tetes minyak mengusulkan angka 6,064 x 10&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt;, dan yang terakhir yaitu Nouy pada tahun 1924 yang meneliti tentang molekul lapisan tipis mengusulkan angka 6,004 x 10&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt;.&lt;br /&gt;Pada dasarnya semua angka hampir menunjukkan besar yang sama, hanya Loschmidt yang agak beda jauh. Namun semua ilmuwan sepakat untuk menggunakan usulan Avogadro untuk menyatakan besaran satuan mol. Melalui pengukuran volum molar, didapat Bilangan Avogadro sebesar 6,0221335 x 10&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt;. &lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi untuk satuan mol adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Seandainya atom sebesar kelereng dengan isi 1 cm&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;, maka 1 mol kelereng memiliki volume sebesar 6,02 x 10&lt;sup&gt;23&lt;/sup&gt; cm3 atau 6,02 x 10&lt;sup&gt;8&lt;/sup&gt; km&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;. Jika kelereng disebar ke permukaan bumi, maka bumi akan tertutupi kelereng sampai ketinggian 50 mil.&lt;br /&gt;2. Jika menghitung 10 juta atom memerlukan waktu satu detik, maka menghitung satu mol menghabiskan waktu selama 2 milyar tahun. WOW&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-4660776950186787083?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/4660776950186787083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=4660776950186787083&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4660776950186787083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4660776950186787083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/08/seandainya-atom-sebesar-kelereng.html' title='Seandainya Atom Sebesar Kelereng'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SoPbrA_OrlI/AAAAAAAAAJE/Juv3T71Bvgo/s72-c/master-marble-glass2-300x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-1623244708202786167</id><published>2009-07-26T18:18:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:30:12.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sunan ampel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Wisata Hati (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sm0CphBapoI/AAAAAAAAAI8/P3h0IXoRlhg/s1600-h/Sunan_ampel.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362945643530331778" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sm0CphBapoI/AAAAAAAAAI8/P3h0IXoRlhg/s400/Sunan_ampel.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 158px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Ampel&lt;br /&gt;Paparan dibawah ini hanya sekedar pengalaman pribadi yang penulis lakukan beberapa waktu yang lalu. Kebetulan mumpung berada di Jawa Timur, penulis berkesempatan untuk melakukan perjalanan wisata religi dengan tujuan berziaran ke makam-makam para Wali Allah di daerah Jawa Timur.&lt;br /&gt;Hari pertama ditetapkan tujuan untuk mendatangi makam Sunan Ampel di Surabaya, makam Sunan Giri dan makam Syeh Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Berangkat dari Malang yaitu tempat bermukim penulis sementara menuju Surabaya dengan menggunakan angkutan bis. Kalau anda dari luar Jawa Timur maka pintu gerbang masuk ke daerah ini adalah Surabaya, tepatnya kalau dengan pesawat udara maka anda akan masuk lewat Bandara Juanda. Dari bandara Juanda, anda dapat menumpang bis DAMRI yang akan menuju Terminal Purabaya Bungurasih, tarifnya Rp. 15.000. Kalau anda masuk lewat laut, maka anda masuk lewat Pelabuhan Tanjung Perak, dari pelabuhan lokasi makam Sunan Ampel tidaklah jauh, anda dapat naik angkot atau angkutan lainnya.&lt;br /&gt;Dari Terminal Bungurasih perjalanan dilanjutkan dengan bis kota dengan tujuan JMP (Jembatan Merah Plaza), tarif yang dikenakan adalah Rp. 3.500. Sesampainya di JMP, penulis diantar dengan becak. Sebenarnya penulis tidak begitu suka naik becak, karena naik becak seakan menjadi beban bagi orang lain yang mengayuh becak dengan tenaga manusia ... Jaraknya sebenarnya tidak jauh, dan pada saat pulang, penulis hanya berjalan kaki. &lt;br /&gt;Di lokasi, kita akan disambut sebuah gapura yang bertuliskan “MASJID SUCI AMPEL”. Memasuki gapura kita memasuki pasar yang diisi oleh pedagang-pedagang yang menawarkan barang dagangan khas dari timur tengah dan muslim. Mulai dari kurma, kopiah, tasbih, sampai baju muslim beraneka model. Setelah menyusuri pasar kira-kira sejauh 100 m, kita memasuki wilayah Masjid Ampel yang megah. &lt;br /&gt;Lokasi makam berada di sebelah barat dari masjid. Ketika kita akan memasuki lokasi makam, kita diperingatkan untuk melepaskan alas kaki, tidak makan minum, dan tidak diperbolehkan mengambil foto di areal pemakaman Sunan Ampel. Areal pemakaman cukup luas, makam Sunan Ampel dan istri diberi pagar besi tersendiri, tidak berkubah atau cungkup, jadi seperti kondisi makam biasa yang terbuka, hanya diberi tanda nisan agak besar dan dibatasi pagar besi. Disamping pagar besi terdapat terdapat bangunan beratap yang diperuntukkan untuk peziarah untuk dapat berteduh dalam melakukan doa ataupun aktivitas ziarah lainnya.&lt;br /&gt;Menurut &lt;a href="http://sunatullah.com/wali-songo/sunan-ampel.html"&gt;sunatullah.com&lt;/a&gt; dalam Babad Gresik menyebutkan pada 1481, dengan  candrasengkala ”Ngulama Ampel Seda Masjid”. Sunan Ampel wafat saat sujud di masjid. Serat Kanda edisi Brandes menyatakan tahun 1406. Sumber lain menunjuk tahun 1478, setahun setelah berdirinya Masjid Demak. Ia dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, di areal seluas 1.000 meter persegi, bersama ratusan santrinya. Kompleks makam dikelilingi tembok besar setinggi 2,5 meter. Makam Sunan Ampel bersama istri dan lima kerabatnya dipagari baja tahan karat setinggi 1,5 meter, melingkar seluas 64 meter persegi. Khusus makam Sunan Ampel dikelilingi pasir putih. Setiap hari, penziarah ke makam Sunan Ampel rata-rata 1.000 orang, dari berbagai pelosok Tanah Air&lt;br /&gt;Tidak ada hal yang istimewa dari Masjid Ampel dan makam Sunan Ampel, arsitektur masjid seperti kebanyakan masjid lainnya. Hanya daerah Ampel merupakan wilayah kota tua dari Kota Surabaya. Kebanyakan masih menyisakan bangunan-bangunan tua yang dibangun kira-kira sejak jaman penjajahan. Bangunan yang lebih bagus digunakan sebagai perkantoran, sedangkan yang lain berupa toko-toko tua yang diisi dengan barang yang diperdagangkan ke luar pulau Jawa.&lt;br /&gt;Perjalanan kemudian penulis lanjutkan dengan tujuan Kota Gresik, yang berada di utara Surabaya. Di Gresik terdapat dua lokasi makam Wali Allah yaitu makam Sunan Giri dan Syeh Maulana Malik Ibrahim.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-1623244708202786167?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/1623244708202786167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=1623244708202786167&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1623244708202786167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1623244708202786167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/07/wisata-hati-1.html' title='Wisata Hati (1)'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sm0CphBapoI/AAAAAAAAAI8/P3h0IXoRlhg/s72-c/Sunan_ampel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-751166881236948454</id><published>2009-03-26T00:21:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:08:23.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RTH'/><title type='text'>Kearifan terhadap Ruang Terbuka Hijau</title><content type='html'>Tanggal 9 April tinggal dalam hitungan hari lagi, parpol dan caleg kian “menggila” melakukan promosi (baca = kampanye) tentang profil, visi dan misi yang dijanjikan untuk masa depan. Segala macam teknik promosi telah dipergunakan secara optimal, tidak ada celah sedikitpun yang lepas dari unjuk promosi parpol dan caleg. Bahkan salah seorang pembesar parpol “kelas kakap” telah mengklaim bahwa semua rumah di wilayah Indonesia telah dimasuki dan tahu tentang parpol mereka. Sungguh merupakan proses yang promosi yang begitu gencar dan tanpa jeda sejak masa kampanye dimulai.&lt;br /&gt;Salah satu teknik promosi yang paling umum dipakai adalah dengan cara membentang gambar atau tulisan di tempat umum. Mulai dari pamflet, brosur, sampai baliho super besar yang ditempatkan di wilayah yang paling sering terlihat oleh masyarakat umum. Memang cara ini paling efektif untuk memperkenalkan parpol atau diri caleg ke masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/ScsykW4Db_I/AAAAAAAAAIU/ZofDFLo2L14/s1600-h/poster4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317399385238368242" src="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/ScsykW4Db_I/AAAAAAAAAIU/ZofDFLo2L14/s400/poster4.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun dari sekian banyak penempatan poster atau baliho, masih banyak parpol atau caleg yang memasang di tempat-tempat atau pada lokasi yang tidak disarankan oleh undang-undang. Atau dengan kata lain, melanggar ketentuan undang-undang. Dalam UU No. 10 Tahun 2008 Pasal 101 menyebutkan bahwa pemasangan alat peraga kampanye harus mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan keindahan kota. Dalam hal ini, para tim sukses parpol atau caleg harus betul-betul mempertimbangkan suatu lokasi untuk pemasangan poster atau baliho, tidak hanya mempertimbangkan faktor supaya setiap orang dari sudut manapun dapat melihat.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SctL2pOowvI/AAAAAAAAAIs/pphqCxDm1Ds/s1600-h/poster8.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317427187193266930" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SctL2pOowvI/AAAAAAAAAIs/pphqCxDm1Ds/s400/poster8.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lokasi yang paling banyak dijadikan pemasangan identitas kampanye parpol atau caleg adalah ruang terbuka hijau (RTH) kota, yang merupakan ruang publik yang paling sering dikunjungi masyarakat sebagai tempat melakukan aktivitas ringan dan rileks. Salah satu fungsi RTH kota adalah sebagai tempat (lokasi) yang menyediakan nilai estetika agar pengunjung merasakan kesegaran dan rileks, jauh dari kesan rumit dan jenuh. Namun keberadaan poster dan bendera parpol, menjadikan RTH semakin semrawut dengan pemandangan warna-warni dan tidak tertata. Pengunjung yang semula bertujuan untuk melepas lelah dan penat akibat rutinitas, malah akan merasa tertekan melihat segala bentuk poster dan bendera, dengan segala tulisan visi dan misi masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SctM9nJ_gyI/AAAAAAAAAI0/7SqAH-XITk4/s1600-h/poster9.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317428406407627554" src="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SctM9nJ_gyI/AAAAAAAAAI0/7SqAH-XITk4/s400/poster9.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahkan beberapa parpol atau caleg dengan secara tidak “manusiawi” menggunakan tanaman yang merupakan komponen utama RTH sebagai alat bantu dalam “mempromosikan” parpolnya atau diri caleg. Tindakan ini terlihat seperti dengan memaku poster di pohon, dan mengikat bendera di pohon. Dalam tempo pendek memang tidak memberikan dampak serius, tetapi dengan melukai pohon akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman akan terganggu, apalagi jika tanaman tersebut adalah jenis tanaman yang tidak tahan terhadap vandalisme.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Scs0i3TZb5I/AAAAAAAAAIc/LMbKMLdaY3o/s1600-h/poster6.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317401558606507922" src="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Scs0i3TZb5I/AAAAAAAAAIc/LMbKMLdaY3o/s400/poster6.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan, hampir di semua ruas jalan akan terlihat poster yang dipaku di pohon. Pemasangan poster ini memang dapat menghemat biaya promosi, bahkan terkesan lebih kuat kalau ada terpaan angin atau hujan. Namun demikian, nampaklah jelas parpol atau caleg mana saja yang bisa menghargai tanaman sebagai bagian dari kehidupan masa depan. Apalagi parpol atau caleg tersebut memiliki visi untuk menyelamatkan RTH kota dari pembabatan kapitalis dan keserakahan pejabat pemerintah. Sungguh bertolak belakang dengan implementasi di kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SctIBQNcUyI/AAAAAAAAAIk/O6lWYuGN9N8/s1600-h/poster7.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317422971409421090" src="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SctIBQNcUyI/AAAAAAAAAIk/O6lWYuGN9N8/s400/poster7.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mengambil kebijakan yang arif dalam mengelola kualitas hidup menuju ke arah yang berkualitas. Peningkatan ruang terbuka hijau (RTH) jangan hanya dijadikan isu semata dengan tujuan meraup suara masyarakat kota. Namun jadikanlah RTH kota menjadi semakin segar dan hijau dalam upaya memberikan tempat publik yang lega, indah, interaktif, ilmiah, dan optimal dalam fungsi ekologis. Mari kita mulai dari diri kita masing-masing, buatlah RTH privat di rumah, kantor, sekolah, toko, atau dimanapun. Jangan jadikan lahan kosong ditutupi dengan elemen keras seperti semen, beton, aspal, dan lain-lain. Ingat bumi kita semakin panas, salah satu elemen yang membuat semakin panas adalah bahan logam dan batu, termasuk beton atau semen.&lt;br /&gt;Mari kita tanam satu pohon, jangan tebang satu pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini bukan bermaksud menjelek-jelekkan organisasi atau individu tertentu, ini hanya sebuah opini publik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-751166881236948454?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/751166881236948454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=751166881236948454&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/751166881236948454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/751166881236948454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/03/kearifan-terhadap-ruang-terbuka-hijau.html' title='Kearifan terhadap Ruang Terbuka Hijau'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/ScsykW4Db_I/AAAAAAAAAIU/ZofDFLo2L14/s72-c/poster4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-4560692944663822201</id><published>2009-03-03T16:57:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:08:35.166-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kimia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persamaan reaksi'/><title type='text'>Persamaan Reaksi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sa3ShqnOLAI/AAAAAAAAAIM/VId_uLkPhLw/s1600-h/Tum.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309131011555994626" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sa3ShqnOLAI/AAAAAAAAAIM/VId_uLkPhLw/s400/Tum.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 166px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada materi Persamaan  Reaksi, yang agak sulit adalah menyampaikan konsep penyetaraan reaksi. Karena kalau menggunakan metode “lihat kiri-lihat kanan” beberapa siswa terlihat bingung dan kurang cepat memahami. Kadang-kadang perlu beberapa latihan soal, baru siswa dapat terlatih dengan metode “kiri-kanan” tersebut. Sebenarnya dapat juga menggunakan metode aljabar, dengan mengganti koefisien reaksi dengan variabel. Namun untuk persamaan reaksi sederhana, dirasa metode ini membuang-buang energi dan bagi siswa akan terasa lebih rumit ( ... apalagi bagi anak yang sudah anti dengan matematika...)&lt;br /&gt;Tips ini diberikan oleh Pak Tumiran (sekarang Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Banjarmasin) yang disampaikan pada saat micro-teaching Pelatihan Guru Mata Pelajaran Kimia. Beliau memberik nama dengam Metode Penyetaraan Reaksi dengan LHO, maksudnya adalah penyetaraan seLain H dan O.&lt;br /&gt;Sebenarnya metode ini hanya menjabarkan langkah-langkah metode “ lihat kiri-lihat kanan”, namun karena ada langkah-langkah priorotas maka terlihat lebih terarah. &lt;br /&gt;Metode ini digunakan pada persamaan reaksi yang mengandung unsur H dan O. Prinsipnya, kata beliau, adalah prioritas setarakan dulu atom selain H dan O, baru kemudian setarakan atom H, dan yang terakhir baru setarakan atom O.&lt;br /&gt;Agar lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh sederhana berikut :&lt;br /&gt;C&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; + O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; --&amp;gt; CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; + H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;br /&gt;Langkah 1 : setarakan seLain atom H dan O, yaitu atom C&lt;br /&gt;C&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; + O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; --&amp;gt; 2 CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; + H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;br /&gt;Langkah 2 : setarakan atom H&lt;br /&gt;C&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; + O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; --&amp;gt; 2 CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; + 2 H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;br /&gt;Langkah 3 : setarakan atom O&lt;br /&gt;C&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;H&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; + 3 O&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; --&amp;gt; 2 CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; + H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;br /&gt;Selesai ...&lt;br /&gt;Untuk persamaan yang lebih rumit, kawan-kawan dapat berimprovisasi masing-masing ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa gunakan situs online untuk penyetaraan reaksi, bisa kunjungi di ....&lt;a href="http://richardbowles.tripod.com/chemistry/balance.htm"&gt;sini&lt;/a&gt; atau di &lt;a href="http://www.webqc.org/balance.php"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-4560692944663822201?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/4560692944663822201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=4560692944663822201&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4560692944663822201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4560692944663822201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/03/tips-dari-senior-lagi.html' title='Persamaan Reaksi'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/Sa3ShqnOLAI/AAAAAAAAAIM/VId_uLkPhLw/s72-c/Tum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-7621821432854871366</id><published>2009-02-24T08:27:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:08:49.477-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RTH'/><title type='text'>Taman Cahaya Bumi Selamat, perlu penataan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SaSUGwe0EhI/AAAAAAAAAH0/smJjtCNbJeg/s1600-h/TBB.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306529104763556370" src="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SaSUGwe0EhI/AAAAAAAAAH0/smJjtCNbJeg/s400/TBB.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lama tidak berkunjung ke Taman Cahaya Bumi Selamat (TCBS) Martapura, ternyata ada perubahan yang terjadi pada taman kebanggaan masyarakat Kota Intan tersebut. Perubahan tersebut berupa adanya tambahan bangunan yang menyerupai gazebo yang sepertinya dimaksudkan untuk tempat santai pengunjung yang teduh dengan atap peneduh dan duduk secara lesehan. Walaupun sebenarnya peneduh seperti ini malah menambah kesan mempersempit ruang terbuka, yang dipakai sebagai lahan bermain dan bersantai keluarga. Namun terlepas dari peneduh (gazebo) yang baru dibangun, banyak hal lain yang terasa mengurangi fungsi dari Taman Cahaya Bumi Selamat (TCBS) sebagai salah satu ruang terbuka publik yang digunakan oleh masyarakat Kota Martapura dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kenyamanan dan Kesan&lt;br /&gt;Kesan pertama kali ketika masuk ke area TCBS adalah semrawutnya pedagang kaki lima (PKL) yang secara bebas berdagang di dalam area taman. Mereka dengan enaknya menggelar dagangan di atas paving dan rumput, bahkan ada yang menggunakan tenda, meja dan kursi, lengkap seperti warung-warung di pasar. Sempat penulis amati, hampir semua pedagang memiliki mesin genset, yang berarti mereka beraktivitas sampai malam hari. Belum lagi pedagang asongan yang bertebaran di semua sudut, posisi mereka dimana-mana, mencari konsumennya masing-masing. Dengan kondisi demikian, pengunjung yang semula bertujuan untuk mencari suasana segar dan santai, malah akan melihat lebih suntuk dengan adanya aktivitas PKL yang tidak tertata demikian.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SaSUpobYmNI/AAAAAAAAAH8/_l-KWtlP3j8/s1600-h/TBB_PKL.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306529703897110738" src="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SaSUpobYmNI/AAAAAAAAAH8/_l-KWtlP3j8/s400/TBB_PKL.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal keamanan, penulis tidak menjumpai adanya petugas keamanan yang berjaga atau piket. Walaupun sebenarnya tidak terlalu urgen, tetapi pengalaman penulis di TCBS beberapa tahun lalu, sempat beberapa orang pemuda saling cekcok dan bahkan ada yang mengeluarkan senjata tajam. Pengunjung TCBS yang sebagian besar anak-anak tentunya merasa terganggu kejadian seperti ini. Untungnya pada saat itu, tenyata salah satu pengunjung ada seorang polisi yang sedang membawa keluarganya bersantai, beliau yang berinisiatif mengamankan beberapa pemuda yang kelihatannya juga sedang mabuk.&lt;br /&gt;Selain itu, sangat diperlukan petugas kebersihan yang stand by di area TCBS. Karena jika area dibersihkan hanya sekali sehari, maka pada waktu sore hari beberapa sampah telah bertebaran di semua lokasi. Memang fasilitas bak sampah sudah memadai, namun sosialisasi terhadap pengunjung supaya buang sampah di bak sampah nampaknya harus lebih diintesifkan. Bahkan ada bak sampah yang dipakai oleh pedagang untuk bak cucian ...&lt;br /&gt;Sebenarnya secara umum karakteristik fisik TCBS sudah bagus sebagai ruang terbuka hijau. Adanya rumput sebagai vegetasi bawah yang didukung beberapa pepohonan yang membuat TCBS terasa “hijau”. Artinya komponen lunak (tanaman) masih terlihat mendominasi dibanding komponen keras (areal yang dibangun). Hanya adanya dua buah gazebo yang terasa memakan tempat, agak kurang efektif untuk dirasakan manfaatnya. Yang perlu ditekankan adalah pada perawatan tanaman dengan penyiraman, pemotongan, pemeliharaan, dan penggantian pada tanaman yang mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penggunaan dan Aktivitas&lt;br /&gt;Dilihat dari sarana yang dibangun sudah mencukupi, dengan orientasi pada sarana bermain anak-anak. Namun dari beberapa sarana, cukup memprihatinkan hanya sebagian yang bisa digunakan, selebihnya rusak. Sarana bermain yang rusak seperti ayunan, jungkitan, dan nampaknya beberapa alat yang tinggal besinya saja. Dampaknya adalah anak-anak berebutan menggunakan alat yang dapat dipakai. Selain itu, kursi yang berbentuk batangan besi, nampaknya kurang begitu disukai oleh pengunjung, karena mungkin susah untuk duduk. Secara estetik mungkin bagus, namun tidak fungsional. Malah pengunjung lebih suka menduduki meja gazebo yang sebenarnya meja lesehan.&lt;br /&gt;Sebagai ruang terbuka publik, manfaat TCBS sudah dapat dinikmati oleh pengunjung. Ini terlihat dari beberapa aktivitas yang dilakukan, seperti anak-anak yang bermain sambil ditunggu oleh orang tua, yang sedang duduk santai menikmati kesegaran suasana. Beberapa orang yang lain sedang duduk sambil berbincang-bincang, mungkin mendiskusikan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Akses dan Keterhubungan&lt;br /&gt;TCBS memiliki lokasi yang strategis, dengan demikian sangat cocok sebagai ruang terbuka publik yang memiliki akses terbuka bagi semua lapisan masyarakat. Masyarakat dari manapun dapat datang ke lokasi dengan akses yang mudah dan tidak terbatas. TCBS yang berada di pinggir jalan utama Kota Martapura sangat mudah didatangi, baik dengan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Dekat dengan terminal, pasar dan Masjid Al Karomah sebagai masjid jami’ Kota Martapura dan sekitarnya. Selain itu, TCBS berada tepat dihadapan Kantor Bupati Banjar dan beberapa perkantoran lainnya.&lt;br /&gt;Namun yang perlu diperhatikan adalah lokasi parkir yang disediakan. Pada saat penulis berkunjung, tidak ada petugas parkir yang membantu pengunjung untuk memarkir kendaraan dan menjaga parkiran. Sehingga penulis merasa harus lebih sering melihat ke areal parkir, mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Dan yang membuat TCBS lebih semrawut adalah adanya pengunjung yang parkir di dalam areal taman. Mungkin ini dampak dari tidak adanya petugas parkir, sehingga pengunjung khawatir, oleh sebab itu mereka nekad memarkir kendaraannya di dekat sarana bermain anak. Padahal infrastruktur parkir cukup tersedia, dengan luasan yang cukup untuk parkir sepeda motor dan mobil.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SaSWlysyzLI/AAAAAAAAAIE/8s7AUwwcxAM/s1600-h/TBB_Parkir.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306531836958264498" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SaSWlysyzLI/AAAAAAAAAIE/8s7AUwwcxAM/s400/TBB_Parkir.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sosiabilitas&lt;br /&gt;Secara sosiabilitas, TCBS sudah memenuhi sebagai tempat untuk saling menikmati kesegaran suasana, interaksi sosial antar pengunjung, suasana bermain yang gembira, tidak adanya batas sosial antar pengunjung. Namun penulis tidak mengetahui karakteristik pengunjung pada saat malam hari. Apakah pada malam hari terjadi aktivitas tertentu, dengan pengunjung tertentu pula? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan pengelola TCBS dapat melakukan penataan yang berorientasi pada fungsionalitas ruang terbuka hijau sebagai ruang terbuka publik yang merupakan milik masyarakat, dan mereka berhak untuk menikmatinya. &lt;br /&gt;Mudahan tulisan ini memberikan sumbangan pemikiran yang berarti. Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-7621821432854871366?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/7621821432854871366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=7621821432854871366&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7621821432854871366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7621821432854871366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/taman-cahaya-bumi-selamat-perlu.html' title='Taman Cahaya Bumi Selamat, perlu penataan'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SaSUGwe0EhI/AAAAAAAAAH0/smJjtCNbJeg/s72-c/TBB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-1211386568971017132</id><published>2009-02-19T11:52:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:09:01.995-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='eksoterm'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kimia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='endoterm'/><title type='text'>Eksoterm dan Endoterm</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZ25YFCf9uI/AAAAAAAAAGs/RutHwaAssqc/s1600-h/BuWid.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304599759432972002" src="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZ25YFCf9uI/AAAAAAAAAGs/RutHwaAssqc/s200/BuWid.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 137px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika pada kesempatan berkunjung ke salah satu teman sejawat di SMAN 1 Banjarbaru, tanpa disangka malah bertemu dengan salah satu senior Guru Kimia yang telah purna bakti, yang akrab dipanggil Bu Wid. Dalam perbincangan singkat tersebut, masih sempat beliau menurunkan “ilmu”. Beliau menuturkan “gunakanlah benda-benda yang ada di kehidupan sehari-hari untuk menerangkan terjadinya proses kimia”.&lt;br /&gt;“Misalnya untuk reaksi eksoterm dan endoterm”, kata beliau, “Saya biasanya menggunakan produk larutan penyegar “AS” yang dilarutkan ke dalam air, lalu saya suruh siswa memegang gelas yang berisi larutan tersebut”, imbuh beliau.&lt;br /&gt;“Kalau untuk laju reaksi, biasanya saya menggunakan produk vitamin C “XYZ”. Satu tablet ditumbuk sedangkan satu tablet dalam bentuk kepingan, dilarutkan dalam air maka dapat dihitung kecepatan pelarutan masing-masing”, kata beliau.&lt;br /&gt;Dan diskusi singkat tentang topik tersebut berakhir, karena beliau mengatakan ingin pulang dan beristirahat. Dengan dipapah beliau berjalan keluar dari ruangan (... kira-kira sejak tiga tahun yang lalu, beliau terserang stroke...)&lt;br /&gt;Terima kasih Bu Wid... telah memberikan tauladan yang baik bagi juniormu. Selamat menikmati hari-harimu ...Mudahan Ibu selalu diberi keselamatan dan kesehatan... dan keikhlasan Ibu mengajar berbuah emas untuk masa depan siswa-siswa ...&lt;br /&gt;Untuk SMAN 1 Banjarbaru, selamat HUT yang ke-46, tambah jaya dan prestasi selalu ...&lt;br /&gt;Dari pertemuan singkat dengan Bu Wid, kira-kira prosedur pengamatan untuk “Reaksi Eksoterm dan Endoterm” adalah sebagai berkut :&lt;br /&gt;1. Siapkan dua buah gelas berisi dengan air (aquades)&lt;br /&gt;2. Siswa mengukur suhu larutan kedua gelas (bisa dengan meraba gelas atau kalau ada termometer lebih bagus lagi ...)&lt;br /&gt;3. Larutkan produk bubuk larutan penyegar sebanyak 1 bungkus ke gelas pertama, kemudian diukur suhunya (dengan di raba atau dengan termometer ...)&lt;br /&gt;4. Sedangkan untuk gelas kedua, larutkan bubuk kapur, juga diukur suhunya&lt;br /&gt;5. Catat hasil pengukuran&lt;br /&gt;Sedangkan untuk “Laju Reaksi” adalah sebagai berikut a;&lt;br /&gt;1. Siapkan dua buah gelas berisi air (aquades)&lt;br /&gt;2. Siapkan dua tablet produk vitamin C “XYZ”, yang salah satunya ditumbuk (dihaluskan) menjadi bubuk, dan juga stopwatch (atau jam tangan).&lt;br /&gt;3. Pada gelas pertama, larutkan satu tablet, ukur waktu pelarutan mulai dari tablet dimasukkan sampai habisnya gelembung pada saat pelarutan.&lt;br /&gt;4. Pada gelas kedua, larutkan bubuk vitamin C tersebut, dan ukur waktu pelarutan.&lt;br /&gt;5. Catat hasil pengamatan&lt;br /&gt;Namun Bu Wid sempat berkata,“Mungkin cara saya salah bagi teman-teman yang lain, namun itulah yang biasanya saya lakukan”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-1211386568971017132?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/1211386568971017132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=1211386568971017132&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1211386568971017132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1211386568971017132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/tips-dari-senior.html' title='Eksoterm dan Endoterm'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZ25YFCf9uI/AAAAAAAAAGs/RutHwaAssqc/s72-c/BuWid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-7693189677060234803</id><published>2009-02-16T17:38:00.000-08:00</published><updated>2010-07-27T00:35:03.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIK'/><title type='text'>Halaman Download</title><content type='html'>Silakan mengunduh file berikut :&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3320624/Ekwil_ilham.pdf.html"&gt;Wilayah Sebagai Salah Satu elemen Spasial dan Klasifikasi Wilayah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3331131/PerencAlokatif_ilham.pdf.html"&gt;Perencanaan Alokatif&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3534671/ModelPerenc_ilham.pdf.html"&gt;Model Proses Perencanaan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3545483/BUMDes_ilham.pdf.html"&gt;BUMDes Sebagai Penggerak Perekonomian Perdesaaan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-7693189677060234803?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/7693189677060234803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=7693189677060234803&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7693189677060234803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7693189677060234803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/halaman-download.html' title='Halaman Download'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-9155178422866875244</id><published>2009-02-16T14:44:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:09:13.232-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMDes'/><title type='text'>Potensi BUMDes</title><content type='html'>Oleh : Ilham Alfian Nor*, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Potensi BUMDes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Saragi (2005) ada beberapa potensi yang terangkum dalam pembentukan kegiatan BUMDes yaitu :&lt;br /&gt;1. Akumulasi Kapital internal &lt;br /&gt;Akumulasi kapital yang menonjol baru sebatas kapital ekonomi (simpanan dari anggota), padahal masih banyak jenis kapital lainnya misalnya bagaimana pengembangan manusianya, bagaimana pengelolaan kapital fisik desa (pasar desa, tanah kas desa) yang dapat juga dimanfaatkan sebagai kapital usaha produktif serta bagaimana kapital sosialnya terutama jaringan kerja. Salah satu kapital sosial yang penting yaitu kepercayaan, hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah simpanan anggota terutama simpanan sukarela, dan bertambahnya jumlah anggota Bumdes.&lt;br /&gt;2. Distribusi Kapital eksternal&lt;br /&gt;Kapital yang masuk ke desa (BUMDes) barulah kapital ekonomi yang berasal dari pemerintah kabupaten dan pihak ketiga. Padahal masih banyak jenis kapital eksternal lainnya yang dapat diperoleh bila kewenangan desa dan kewenangan BUMDes sudah ditetapkan. Saragi (2005) dalam makalahnya berjudul “Model Hipotetik Revitalisasi Kelembagaan Desa” menyebutkan diantara lebih dari 200 kewenangan yang terdapat dalam positif list yang disusun oleh Departemen Dalam Negeri, bidang-bidang kewenangan yang dapat didistribusikan ke BUMDes yaitu bidang perindustrian, pertambangan dan energi, pariwisata, perhubungan dan pekerjaan Umum (pembangunan prasarana desa)&lt;br /&gt;Kewenangan BUMDes di bidang perindustrian ada 3, yaitu pengelolaan pemasaran hasil industri, pengembangan hasil industri, pengelolaan pasar desa dan tempat pelelangan ikan. Bidang Pertambangan dan energi, hanya satu yang dapat dijadikan kewenangan BUMDes yaitu pengelolaan pertambangan bahan galian golongan C dibawah satu hektar tanpa memakai alat berat. Bidang pariwisata, ada 3 butir kewenangan yaitu pengelolaan obyek wisata dalam desa diluar rencana induk pariwisata, pengelolaan lokasi perkemahan dalam desa, pengelolaan tempat rekreasi dan hiburan umum dalam desa. Bidang Perhubungan, ada 4 butir yang dapat dijadikan kewenangan BUMDes yaitu pengelolaan parkir/pemangkalan kendaraan dipasar, tempat wisata dan lokasi lainnya yang ada dalam desa, pembangunan dan pemeliharaan jalan desa, pembangunan terminal angkutan desa, pengelolaan angkutan lintas sungai. Bidang Pekerjaan Umum, ada 5 kewenangan BUMDes. Butir kewenangan dimaksud yaitu pemeliharaan rutin jalan kabupaten yang berada di desa yang terdiri dari pembersihan semak, pembersihan saluran/bandar, irigasi desa meliputi pembangunan, pengawasan dan pemeliharaan, pengelolaan dan pemanfaatan air bersih, pengelolaan dan pemeliharaan pompanisasi, jaringan irigasi yang ada di desa, pemeliharaan. Distribusi kewenangan ini dilakukan sejalan dengan distribusi keuangan. &lt;br /&gt;3. Keanggotaan Bumdes juga adalah Lembaga&lt;br /&gt;BUMDes sebaiknya menjadi mitra ataupun payung dari beberapa organisasi pelaku ekonomi di desa. Jadi BUMDes tidak hanya kumpulan individu-individu yang melakukan usaha bersama. Beberapa organisasi lain seperti Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Pokmas IDT, Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Kelompok Tani (KTN), Koperasi Unit Desa (KUD), Lembaga Keuangan Mikro (LKM), Kelompok Tani Hutan (KTH), dan lain-lain. &lt;br /&gt;4. Unit Usaha dan Kemitraan&lt;br /&gt;Pengembangan unit usaha baru dapat dilakukan merujuk pada kewenangan BUMDes. Salah satu peluang yang dapat dikembangkan misalnya dalam bidang industri yang mengarah pada pemasaraan, BUMDes dapat membentuk unit usaha Pemasaran Hasil Desa. Unit ini bekerjasama dengan kelompok-kelompok industri, kelompok tani atau produsen lainnya yang ada di desa. Begitu pula sebaliknya, BUMDes dituntut untuk melakukan kemitraan dengan badan-badan usaha lainnya dalam rangka memperkuat posisi tawar misalnya kemitraan dengan pemasok sarana produksi pertanian atau menjadi supplier bagi usaha hilir lainnya (Pengusaha Lokal) diaras desa. &lt;br /&gt;5. Pembagian Sisa Hasil usaha (SHU)&lt;br /&gt;Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) merupakan bagian dari yang penting dalam pengembangan BUMDes. Hal inilah yang membedakan BUMDes dari badan usaha lainnya seperi pengusaha individu (CV) atau PT, Koperasi, dan lain-lain. Saragi (2004) dalam bukunya menyebutkan ada 5 tujuan pembentukan BUMDes yaitu &lt;br /&gt;a. Peningkatan kemampuan keuangan desa&lt;br /&gt;b. Pengembangan usaha masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan&lt;br /&gt;c. Mendorong tumbuhnya usaha masyarakat&lt;br /&gt;d. Penyedia jaminan sosial &lt;br /&gt;e. Penyedia pelayanan bagi masyarakat desa.&lt;br /&gt;Tujuan peningkatan kemampuan keuangan desa dan penyedia jaminan sosial sangat ditentukan bagaimana pengalokasian SHU yang diperoleh. Dengan demikian maka alokasi SHU harus diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Pihak-pihak yang terkait dalam pengembangan BUMDes seperti Pemerintah Desa, Pengurus BUMDes, LSM dan Masyarakat (individu/keluarga atau organisasi sebagai anggota) merumuskan bersama distribusi SHU tersebut. &lt;br /&gt;Namun Hal-hal yang pokok dapat dipertimbangkan adalah :&lt;br /&gt;a. Bahwa ada bagian tertentu yang dialokasikan untuk Kas Desa&lt;br /&gt;b. Jasa Pengurus&lt;br /&gt;c. Bagian untuk anggota&lt;br /&gt;d. Cadangan modal &lt;br /&gt;e. Jaminan sosial.&lt;br /&gt;Alokasi SHU untuk jaminan sosial sangat penting mengingat kekayaan desa (khususnya Kapital Fisik) yang digunakan BUMDes dalam kegiatan usaha merupakan milik/hak setiap warga desa, oleh karenanya mereka berhak atas perolehan keuntungan yang dihasilkan dengan memanfaatkan kekayaan tersebut. &lt;br /&gt;Dana-dana untuk jaminan sosial tersebut diserahkan BUMDes pada lembaga sosial yang ada di desa seperti panti asuhan, yatim piatu, orang jompo dan lain-lain. Dana tersebut dapat digunakan untuk santunan/jaminan hidup, beasiswa, bantuan perbaikan rumah/lingkungan pemukiman dan lain-lain. Dengan demikian BUMDs berkontribusi bagi upaya-upaya pengentasan kemiskinan di desa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kendala Pembentukan dan Pelaksanaan BUMDes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kendala yang ditemui dalam rencana pembentukan serta pelaksanaan BUMDes selama ini :&lt;br /&gt;1. Tidak adanya atau kurangnya modal. Masyarakat desa yang tergolong miskin pada umumnya adalah orang-orang yang tidak memiliki modal dalam berusaha. Mereka hanya mengandalkan sumber daya manusia dalam mencukupi kehidupan sehari-hari. Sehingga mereka sendiri sulit untuk berkembang dan berinisiatif dalam mencari dan menemukan potensi sumber pendapatan lainnya.&lt;br /&gt;Tetapi hal ini  dapat diatasi jika pemerintah desa lebih tanggap dengan mendatangkan investor yang mau menanamkan modalnya dalam BUMDes.&lt;br /&gt;2. Masyarakat cenderung akan memikirkan kesejahteraan masing-masing secara priorotas. Sehingga menjadi kendala dalam memberikan sosialisasi tentang manfaat dari BUMDes ini. Karena masyarakat akan menilai bahwa keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari BUMDes nantinya hanya dinikmati oleh para pemilik modal, sedangkan masyarakat hanya dianggap sebagai pekerja yang mendapat gaji.&lt;br /&gt;Untuk hal ini pemerintah khususnya pemerintah desa harus lebih aktif dalam mensosialisasikan tentang prinsip-prinsip BUMDes dan memberikan kejelasan tentang hasil-hasil yang didapat masyarakat jika usaha tersebut berjalan.&lt;br /&gt;3. Desa tidak memiliki sumber daya manusia yang baik, sehingga dalam pengelolaannya terjadi pengelolaan tradisional yang mengandalkan keuntungan semata tanpa memperhitungkan kondisi-kondisi akan datang, apakah ada kompetitor? Menipisnya bahan baku? Jarak pemasaran yang jauh? Dan lain-lain.&lt;br /&gt;Dalam awal pengelolaan diharapkan adanya pembinaan dari pemerintah atau pihak lainnya seperti LSM. Bahkan kalu perlu pemerintah dapat melakukan proteksi terhadap usaha-usaha lain agar BUMDes memiliki kesempatan untuk bersaing dengan jenis-jenis usaha lainnya.&lt;br /&gt;4. Belum terintegrasinya potensi-potensi desa dan sumber daya yang memiliki nilai jual kompetitif.&lt;br /&gt;Pemilihan jenis usaha yang tepat dan sesuai dengan potensi desa akan lebih memacu pertumuhan usaha. Jadi perlu adanya pendataan dan survey potensi-potensi desa serta pertimbanganpertimbangn yang bersifat memilih dan memprioritaskan jenis usaha yang ana yang lebih bisa dijalankan dan lebih menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembenahan BUMDes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan gagasan pengembangan BUMDes Saragi (2005) mengusulkan berbagai perubahan dan perbaikan. Perubahan tersebut diantaranya adalah : &lt;br /&gt;1. Reformulasi Kebijakan Pemerintah Daerah&lt;br /&gt;Sudah menjadi kesepakatan nasional bahwa salah satu asas penyelenggaraan negara adalah memberikan keleluasaan pemerintah daerah untuk berkreasi melalui paket kebijakan desentralisasi yang dikenal dengan UU No 32 dan 33 tahun 2004. Meskipun banyak pihak yang belum sepakat dengan berbagai substansi pengaturan yang dikandung kedua UU tersebut namun satu hal dapat dikatakan bahwa peran daerah (kabupaten/kota) perlu dioptimalkan. Reformulasi kebijakan dimaksud diarahkan agar : &lt;br /&gt;a. Pemerintah daerah (pemda) Kabupaten segera melakukan identifikasi, inventarisasi dan distribusi kewenangan serta alokasi dana ke desa dalam bentuk peraturan daerah&lt;br /&gt;b. Pemerintah daerah membatasi intervensi pengusaha lokal khususnya kontraktor untuk berperan hanya pada proyek-proyek diatas desa saja, sementara proyek-proyek di desa dilakukan masyarakat desa sendiri. Tentunya dibutuhkan fasilitasi dari pemda kabupaten&lt;br /&gt;c. Mengidentifikasi dan merevisi berbagai produk kebijakan daerah yang kurang sesuai dengan ide menjadikan BUMDes sebagai induk pelaku ekonomi desa serta mengusulkan revisi kebijakan nasional misalnya Keppres tentang pengadaan barang dan jasa. Syarat untuk menjadi rekanan tidak lagi didasarkan pada maksimal jumlah anggaran atau mengecualikan proyek/kegiatan yang dilaksanakan di desa&lt;br /&gt;d. Merubah landasan berfikir instansi terkait bahwa proyek bukan berarti pembangunan fisik atau penyaluran uang/bantuan. Instansi terkait hendaknya bergeser perannya yang semula sebagai penyedia/pelaksana berbagai proyek dimaksud di desa menjadi pelaksana proyek yang mengarah pada peningkatan kapasitas masyarakat seperti pelatihan, membangun sistem pemantauan dan evaluasi (monitoring/evaluasi) yang menjamin berlangsungnya transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana yang bersumber dari APBD kabupaten, memfasilitasi proses Musyawarah rencana kerja desa (Musrenbang) dan penyusunan buku panduan. Mereka harus rela bahwa pelaksana kegiatan/proyek didesa adalah masyarakat melalui organisasi mereka di desa, sementara instansi cukup sebagai katalisator saja; Kalaupun sebagai pelaksana proyek cukup untuk kegiatan diaras desa (kecamatan dan kabupaten); &lt;br /&gt;2. Sinergik Antar Pelaku&lt;br /&gt;Pelaku pembangunan sebagaimana telah diuraikan sebelumnya duduk sama-sama merancang kegiatan untuk membantu BUMDes berkembang. Peran aktor-aktor ini terutama pada upaya-upaya peningkatan kapasitas BUMDes seperti :&lt;br /&gt;a. LSM Lokal dan Nasional berperan dalam pengembangan sumber daya manusia (managemen yang handal), pengaturan sistem dan mekanisme akumulasi dan distribusi kapital, perbaikan administrasi dan perancangan imbal jasa serta pembagian keuntungan, inisiator usaha-usaha baru dan pengembangan jaringan. Tentunya mereka ini patut didukung oleh Lembaga Dana/Lembaga Internasional&lt;br /&gt;b. Pemerintah Kabupaten/ Ditjen PMD-Depdagri berperan untuk memfasilitasi reformulasi kebijakan yang mendukung tumbuh kembangnya Bumdes&lt;br /&gt;c. Pengusaha lokal, berperan sebagai penampung hasil-hasil usaha masyarakat dan pemasok kebutuhan usaha masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/halaman-download.html"&gt;&lt;br /&gt;Versi Lengkap PDF&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Guru SMK Negeri 3 Banjarbaru&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-9155178422866875244?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/9155178422866875244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=9155178422866875244&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/9155178422866875244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/9155178422866875244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/bumdes.html' title='Potensi BUMDes'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-8711924376923078734</id><published>2009-02-14T16:22:00.001-08:00</published><updated>2011-03-23T20:09:23.771-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Planologi'/><title type='text'>Kota yang Berkualitas</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZgZ3TkZqkI/AAAAAAAAAEE/CeUbjm7cKEM/s1600-h/22062008%28046%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303016999165209154" src="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZgZ3TkZqkI/AAAAAAAAAEE/CeUbjm7cKEM/s200/22062008%28046%29.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 144px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Herlina Maulidah *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kota adalah melihat manusianya. Keberadaan kota harus membuat kualitas kehidupan masyarakatnya bagus. Standar kualitas hidup sebuah kota akan mencerminkan kondisi kemajuan perkembangan kota.  &lt;br /&gt;Banjarmasin sebagai sebuah kota, minimal harus memiliki pelayanan sektor publik yang bagus dan berkualitas. Minimal sarana dan prasarana publik seperti air siap minum, listrik antibyarpet, jalan mulus dan lebar.&lt;br /&gt;Penataan ruang kota, termasuk memenuhi kewajiban amanat PP No 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang terbuka hijau (RTH). Ketentuan luasan 30 persen RTH di setiap perkotaan mesti dijalankan dengan adanya taman kota, termasuk pekarangan dan halaman rumah.&lt;br /&gt;Selain itu, sektor pendidikan juga mesti jadi prioritas. Semakin tinggi tingkat HDI (human development indeks) akan mendukung wajah kota yang berkualitas. Kalau perlu dibentuk dewan perencanaan kota seperti di luar negeri, terdiri dari para tokoh dan cendikiawan yang ahli di berbagai bidang dalam menyusun tata kota.&lt;br /&gt;Sebagai kota sungai perlu pembenahan yang komprehensif, tantang fungsi sungai dan perencanaan yang integratif sebagai kota sungai. Keberadaan sungai tidak hanya berfungsi sebagai septic tank, tapi bernilai ekonomis melalui eco tourism wisata sungai.&lt;br /&gt;Mari bangun kota yang memiliki standar kualitas hidup yang tinggi, maka kita bangga menjadi urang banua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Staf BAPPEDA Hulu Sungai Selatan, saat ini sedang menyelesaikan tesis di bidang Perencanaan  Pendidikan pada Program Pasca Sarjana Unibraw&lt;br /&gt;* email: herlinamaulidah@yahoo.co.uk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini telah dimuat di SKH Banjarmasin Post&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-8711924376923078734?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/8711924376923078734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=8711924376923078734&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/8711924376923078734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/8711924376923078734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/kota-yang-berkualitas.html' title='Kota yang Berkualitas'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZgZ3TkZqkI/AAAAAAAAAEE/CeUbjm7cKEM/s72-c/22062008%28046%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-9164069291285302161</id><published>2009-02-14T15:29:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:09:37.003-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMDes'/><title type='text'>Profil BUMDes</title><content type='html'>Oleh : Ilham Alfian Nor*, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi BUMDes menurut Maryunani (2008) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan membangun kerekatan sosial masyarakat yang dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Jadi BUMDes adalah suatu lembaga usaha yang artinya memiliki fungsi untuk melakukan usaha dalam rangka mendapatkan suatu hasil seperti keuntungan atau laba. Pengelolaan BUMDes sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah desa. Jadi pemerintah desa sebagi fasilitator dapat membentuk suatu kelompok kerja dalam mengoperasionalkan kegiatan BUMDes tersebut. Lalu tujuan didirikannya BUMDes adalah dalam rangka memperkuat perekonomian desa yang dalam arti detil adalah meningkatkan kesejahteraan dan kualitas penghidupan masyarakat desa tersebut, yang ditinjau dari segi ekonomi desa. Selain itu tujuan pembentukan BUMDes adalah membagun kerekatan sosial masyarakat desa, hal ini sebenarnya hanya tujuan sekunder dari BUMDes, karena pada dasarnya masyarakat desa pada awalnya sudah merupakan kesatuan sosial kulturan sehingga memiliki solidaritas tinggi selain karena adanya jaringan ikatan keluarga diantara mereka.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan kegiatannya, BUMDes harus berorientasi pada kebutuhan dan potensi desa. Artinya BUMDes memprioritaskan pada usaha dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarkat seperti pemenuhan pasokan barang sembako, fasilitas pemenuhan hajat hidup seperti sarana air bersih, sarana komunikasi, dan mobilitas agar masyarakat memiliki aksesbilitas yang baik untuk interaksi dengan luar desa. Dan usaha yang dikembangkan adalah yang merupakan potensi di desa itu, sehingga akan lebih baik lagi jika potensi tersebut adalah potensi yang unik dan khas serta memenuhi syarat sebagai pemenuhan kebutuhan msyarakat. Potensi desa yang bagus dikembangkan adalah sumber daya desa yang belum optimal dieskplorasi, atau bisa juga usaha-usaha masyarakat yang secara parsial belum terakomodasi dan terkendala oleh banyak hal, apakh dari segi modal, pemasaran atau dari lainnya.&lt;br /&gt;Ada hal lain yang menjadi tujuan dalam pembentukan BUMDes yaitu peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa). Jika PADesa bisa ditingkat maka secara makro ekonomi desa, akan didapat dana pengelolaan dan pembiayaan pembangunan untuk desa tersebut. Sehingga apabila pembangunan di desa dapat berjalan dengan baik, diharpkan akan berimbas pada naiknya kualitas hidup masyarakat. Karena salah satu tetapnya miskin desa yang tergolong miskin karena secara relatif tidak memiliki infrastruktur fasilitas-fasilitas penting yang hanya menunggu pembangunan dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip Pembentukan BUMDes&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ada beberapa prinsip yang dikemukakan oleh Maryunani (2008) tentang pembentukan BUMDes yaitu :&lt;br /&gt;a. Logika pembentukan BUMDesa didasarkan pada kebutuhan, potensi, dan kapasitas desa, sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa. &lt;br /&gt;b. Perencanaan dan pembentukan BUMDesa adalah atas prakarsa (inisiasi) masyarakat desa, serta mendasarkan pada prinsip-prinsip ko-operatif, partisipatif &amp;amp; emansipatif (user-owned, user-benefited, and user-controlled) dengan mekanisme member-base dan self-help. &lt;br /&gt;c. Pengelolaan BUMDesa harus dilakukan secara profesional, ko-operatif, dan mandiri. &lt;br /&gt;d. Bangun BUMDesa dapat beragam di setiap desa di Indonesia. &lt;br /&gt;Diharapkan pembentukan BUMDes berangkat dari partisipatif dan inisiatif masyarakat desa, karena yang mengetahui secara pasti dan detil tentang semua potensi desa dan sumber daya desa adalah masyarakat itu sendiri. Prinsip emansipatif pelru dikedepankan karena dalam hal ini perbedaan gender tidak boleh menjadi penghalangkemajuan desa. Bahkan potensi atau sumber daya yang dapat dikembangkan bisa berasal dari pihak wanita. Misalnya industri rumah tangga yang berbasis pada pembuatan makanan, alat rumah tangga ataupu kerajinan tangan yang memiliki nilai jual. &lt;br /&gt;Selain itu prinsip kebersamaan (member base) menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun sistem kerekatan antar anggota masyarakat, terutama dalam menjalankan usaha bersama. Dengan berusaha secara bersama-sama diharapkan akan membangkitkan kemandirian dalam diri masyarakat, sehingga tidak megharapkan lagi jenis-jenis bantuan dari pemerintah baik yang bersifat hibah ataupun pinjaman. &lt;br /&gt;Dalam pengelolaan BUMDes harus diperhatikan beberapa acuan, seperti yang disampaikan Maryunani (2008) :&lt;br /&gt;1. Sebagai pengelola adalah semua masyarakat desa yang memiliki orientasi melakukan usaha bersama dibantu aparat pemerintah desa sebagai fasilitator dan penyambung komunikasi dengan pemerintah daerah.&lt;br /&gt;2. Bentuk kegiatan harus bersifat kemitraan dan memiliki kontrak.&lt;br /&gt;3. Pembinaan bisa langsung dari pemerintah daerah atau dari lembaga-lembaga non profit, seperti LSM, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan lain-lain&lt;br /&gt;4. Wilayah cakupan tidak harus satu desa. Jika beberapa desa memiliki orientasi yang sama maka dapat melakukan usaha secara bersama-sama dalam satu wadah BUMDes (kluster). Apalagi jika bahan mentah dan produk disebarkan di beberapa desa.&lt;br /&gt;5. Bentuk badan usaha harus bersifat kebersamaan dan mandiri.&lt;br /&gt;6. Bentuk usaha bisa berbentuk pembiyaan seperti usaha simpan pinjam, ataupun berbentuk riil seperti usaha kerajinan, pertanian, peternakan, pasar, wisata dan lain-lain.&lt;br /&gt;7. Keanggotaan adalah semua masyarakat desa yang memiliki kepentingan yang sama dalam berusaha, selain itu aparat pemerintah desa juga akan memfasilitasi, dan bisa juga pihak ketiga (investor) yang menanamkan modalnya untuk dikembangkan dan menjadi usaha bersama.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendirian BUMDes&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1. Tahap 1 : Adanya kesepakatan antara masyarakat dengan pemerintah desa. &lt;br /&gt;a. Kesepakatan dapat dilakukan melalui musyawarah dengan memperhatikan semua usulan, sehingga akan terdata semua tentang harapan dan keinginan warga masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan.&lt;br /&gt;b. Menentukan jenis usaha yang akan dilakukan dalam BUMDes dengan melihat daftar potensi dan sumber daya desa.&lt;br /&gt;c. Merumuskan AD-ART untuk organisasi BUMDes, sehingga memiliki legimitasi hukum.&lt;br /&gt;d. Memeprkuat kedudukan BUMDes dengan menetapkan dalam peraturan desa.&lt;br /&gt;2. Tahap 2 : Pengelolaan BUMDes&lt;br /&gt;b. Pembentukan struktur organisasi BUMDes beserta tugas dan fungsinya (job desk), sehingga tidak terjadi pelebaran kewenangan dan tumpang tindih dalam pelaksanaan organisasi.&lt;br /&gt;c. Semua kegiatan BUMDes harus mengacu pada AD-ART yang telah disusun, sehingga terjalin komunikasi dan jalur birokrasi yang tertib.&lt;br /&gt;d. Transparansi pengelolaan sehingga masyarakat mengetahui baik secara periodik dan kontinyu.&lt;br /&gt;1. Tahap 3 : Pengawasan&lt;br /&gt;a. Perlu dibuat prosedur pengawasan agar dalam pengelolaan BUMDes terhindar dari kesalahan-kesalahan yang disengaja, sehingga prinsip transparansi berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;b. Badan pengawas dapat berasal dari beberapa unsur elemen masyarakat desa, misalnya dari pemerinta desa, LSM dan masyarakat itu sendiri.&lt;br /&gt;c. Waktu pengawasan bisa secara periodik dan berlangsung terus-menerus, sehingga akuntabilitas menjadi terpercaya dan msyarakat akan lebih bersimpati terhadap pengelola BUMDes.&lt;br /&gt;2. Tahap 4 : Pertanggung jawaban&lt;br /&gt;a. Setiap akhir dari periode tahun anggaran harus ada laporan pertanggung jawaban yang disampaikan dalam musyawarah seluruh elemen desa.&lt;br /&gt;b. Dalam laporan pertanggungjawaban tersebut mencakup laporan kinerja pengelola, laporan keuangan, laporan realisasi kegiatan usaha dan perkembangannya, serta laporan kegiatan yang belum dapat direalisasikan.&lt;br /&gt;c. Laporan pertanggungjawaban ini disesuaikan dngan AD-ART yang telah disepakati bersama pada awal pendirian BUMDes.&lt;a href="http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/halaman-download.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi Lengkap PDF&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Guru SMK Negeri 3 Banjarbaru&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-9164069291285302161?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/9164069291285302161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=9164069291285302161&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/9164069291285302161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/9164069291285302161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/profil-bumdes.html' title='Profil BUMDes'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-7708785062028938981</id><published>2009-02-11T06:56:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:09:47.442-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMDes'/><title type='text'>BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) SEBAGAI PENGGERAK PEREKONOMIAN DI PERDESAAAN</title><content type='html'>Oleh : Ilham Alfian Nor*, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini diperbolehkan untuk dikutip sebagian atau keseluruhan untuk kepentingan non-komersial&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak lahirnya UU No. 22 Tahun 1999, desa menjadi sorotan sebagai daerah yang memiliki lingkup paling kecil dalam sistem pemerintahan daerah. Otonomi daerah yang diusung semenjak dicetuskannya reformasi, membawa perubahan dalam paradigma pemikiran tentang sistem pemerintahan desa, yang disadari dari dulu sebenarnya desa merupakan wilayah otonom yang benar-benar melaksanakan otonomi sendiri. Tetapi selama era sentralisasi, desa benar-benar tidak diberi kesempatan dalam hal pengelolaan dan pembiayaan untuk diri sendiri. Hal ini karena adanya batasan-batasan yang didoktrin oleh pemerintahan masa itu, dan juga sistem politik yang begitu mengikat sehingga ide tentang desa sebagai daerah otonomi tidak bisa berkembang dan berdinamika.&lt;br /&gt;Namun pada saat itu sempat juga dicetuskan oleh Prof. Selo Soemardjan untuk membentuk Pemerintah Daerah Tingkat III yaitu Pemerintahan Desa, yang masa itu disebutkan bahwa berada dibawah Pemerintah Daerah Tingkat I dan Pemerintah Daerah Tingkat II. Tetapi ide itu juga tidak ada tanggaopan serius dari pemerintah pusat.&lt;br /&gt;Ide berikutnya yaitu dari Ryaas Rasyid, yang mencetuskan untuk membentuk daerah otonom asli (self governing community) yaitu desa yang merupakan satu-kesatuan asli yang terbentuk di masyarakat karena lebih pada keaslian sosial budaya, atropologis dan kultural. Tampaknya Ryaas Rasyid ingin mengatakan bahwa kewenangan pengelolaan desa hendaknya diserahkan sepenuhnya ke pihak masyarakat desa itu sendiri, dan pengaruh dan tanggung jawab pemerintah daerah diminimalisasi.&lt;br /&gt;Dari pakar ilmu tatahukum Universitas Brawijaya, Ibnu Tricahyo mengatakan sebaiknya desa ditempatkan sebagai daerah otonom langsung dibawah pemerintah pusat (negara). Jadi bukan berada dibawah kabupaten atau kota, atau desentralisasi hendaknya terjadi di tingkat desa, sehingga penyaluran dana pembangunan dari APBN langsung dikucurkan ke desa sebagai daerah otonom bukan ke tingkat kabupaten atau kota. &lt;br /&gt;Namun perkembangan sekarang desa menjadi komunitas terkecil dalam hal pelaksanakan otonomi daerah yang dilakukan oleh pemrintah kabupaten. Desa sebagai wilayah kecil memang sangat ideal untuk dijadikan daerah otonom asli sebagai pemerintah lokal dan organisasi komunitas yang relatif homogen dan solidaritas masyarakat masih sangat baik. &lt;br /&gt;Sesuai dengan prinsip otonomi daerah bahwa “kewenangan mengikuti pembiayaan”, maka desa memiliki hak untuk mengatur diri sendiri dan mengelola keuangan untuk pembiayaan pembangunan yang salah satu agendanya tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tersebut. Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi masyarakat unruk mengatur diri sendiri dan berusaha sendiri untuk meningkatkan kemakmuran dan kualitas hidup meraka.&lt;br /&gt;Menurut Maryunani (2008), persentase desa yang masih tergolong miskin adalah sebesar 45,86 %, ini merupakan hampir setengah dari jumlah desa yang ada. Tentunya ini adalah kabar yang masih belum menggembirakan dalam gambaran kita tentang kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dari bagian tersebut, sebesar 3,89 % adalah tergolong desa sangat miskin. Yaitu desa yang hampir tidak memiliki fasilitas-fasilitas hidup yang layak, aksesbilitas untuk transportasi rendah serta jalur komunikasi ke pemerintah tidak ada. Tentunya ini sangat memprihatinkan, apalagi bagi negara sedang berkembang seperti Indonesia.&lt;br /&gt;Dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, ada beberapa langkah yang telah ditempuh oleh pemerintah. Banyak sudah program pengentasan kemiskinan sudah dijalankan, sedikit banyak ini sudah mulai mengangkat masyarakat Indonesia yang empat terpuruk pada era krisis moneter tahun 1997. Namun dari sekian banyak program pengentasan kemiskinan, sangat sedikit sekali partisipatif masyarakat diikutkan. Masyarakat hanya adijadikan obyek sebagi masyarakat miskin yang diberi bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Salah satu upaya mandiri yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan pendapatan mereka adalah pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang merupakan badan usaha milik bersama yang dilakukan oleh masyarakat dan diawasi juga oleh masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/halaman-download.html"&gt;Versi Lengkap PDF&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis adalah Guru SMK Negeri 3 Banjarbaru, Kalsel&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-7708785062028938981?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/7708785062028938981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=7708785062028938981&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7708785062028938981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7708785062028938981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/badan-usaha-milik-desa-bumdes-sebagai.html' title='BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) SEBAGAI PENGGERAK PEREKONOMIAN DI PERDESAAAN'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-7306285539989316420</id><published>2009-02-09T06:24:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:11:31.242-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='random sampel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='statistik'/><title type='text'>Random Sampling : Teknik Pengambilan Sampel Online</title><content type='html'>Bagi rekan-rekan yang akan atau sedang melakukan penelitian &lt;span style="text-decoration: line-through;"&gt;(PTK)&lt;/span&gt; tentunya harus menentukan jumlah sampel dari populasi penelitian, sebagai salah satu tahapan persiapan sebelum pelaksanaan penelitian. Disini penulis tidak akan membicarakan tentang definisi atau penjelasan tentang teknik pengambilan sampel secara acak (random sampling). Tetapi hanya pada teknik penentuan sampel secara acak dengan menggunakan bantuan dunia maya (on line).&lt;br /&gt;Kalau secara tradisional, diperlukan waktu dan tenaga ekstra dalam menentukan sampel acak. Apalagi jika jumlah sampel diatas 100, lumayah penat mengacak dan mengambil nomor sampel ...&lt;br /&gt;Pengalaman ini penulis dapatkan juga dari saran seorang ahli statistik, yang menyarankan untuk meninggalkan cara tradisional dan mencoba menggunakan pengacakan secara online.&lt;br /&gt;Oke, langsung ke contoh kasus saja, misalnya sebuah penelitian dengan jumlah populasi sebanyak 500 siswa. Dengan menggunakan perumusan Slovin (dengan tingkat kesalahan 5%) didapat jumlah sampel sebanyak 223. Sebelumnya buat dulu daftar populasi dengan nomor urut 1 sampai 500. Kemudian langkah berikutnya adalah :&lt;br /&gt;1. Buka &lt;a href="http://www.blogger.com/www.randomizer.org"&gt;www.randomizer.org&lt;/a&gt;, anda akan dihadapkan pada halaman pembuka yang berisi kata pengantar dan lain sebagainya&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZjDvEj2L1I/AAAAAAAAAGU/vIxgbYNcqdQ/s1600-h/RandomMuka.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303203774674120530" src="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZjDvEj2L1I/AAAAAAAAAGU/vIxgbYNcqdQ/s400/RandomMuka.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 315px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Klik buton &lt;span style="font-style: italic;"&gt;randomize now&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZjEVidPkuI/AAAAAAAAAGc/PUvx_OnPmBc/s1600-h/RandomIsi.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303204435534516962" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZjEVidPkuI/AAAAAAAAAGc/PUvx_OnPmBc/s400/RandomIsi.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 328px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;3. Isi How many sets of numbers do you want to generate? ... dengan angka jumlah kelompok sampel yang ingin kita dapatkan, pada kasus ini kita isi dengan angka 1.&lt;br /&gt;4. Isi How many numbers per set?... dengan jumlah sampel pada setiap kelompok, pada kasus ini kita isi dengan angka 223.&lt;br /&gt;5. Isi Number range.... dengan nomor urut populasi, yaitu mulai 1 sampai 500.&lt;br /&gt;6. Do you wish each number in a set to remain unique? ... pilih Yes untuk memilih hasil berbentuk unik&lt;br /&gt;7. Do you wish to sort the numbers that are generated?... dipilih No, maka angka hasil random tidak akan diurutkan, pilih ... untuk mengurutkan dari kecil ke besar atau sebaliknya.&lt;br /&gt;8. How do you wish to view your random numbers? ... berbagai pilihan untuk menandai nomor sampel&lt;br /&gt;9. Klik buton &lt;span style="font-style: italic;"&gt;randomize now&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;10. Akan tampil jendela hasil random, yaitu nomor urut populasi sebanyak jumlah sampel.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZjEkDAM7mI/AAAAAAAAAGk/1n5khCCDG78/s1600-h/RandomHasil.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303204684789247586" src="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZjEkDAM7mI/AAAAAAAAAGk/1n5khCCDG78/s400/RandomHasil.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 157px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;11. Bisa dicetak atau di donlot dalam bentuk xls.&lt;br /&gt;12. Selesai ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-7306285539989316420?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/7306285539989316420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=7306285539989316420&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7306285539989316420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7306285539989316420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/random-sampling-teknik-pengambilan.html' title='Random Sampling : Teknik Pengambilan Sampel Online'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZjDvEj2L1I/AAAAAAAAAGU/vIxgbYNcqdQ/s72-c/RandomMuka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-7202025530162918443</id><published>2009-02-06T23:54:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:11:38.105-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blog'/><title type='text'>Tampilan baru : Merasa lebih elegan</title><content type='html'>Bosan dengan tampilan standar blogspot, saya coba googling mencari template blog tiga kolom. Setelah bergerilya dengan Om Google, akhirnya menemukan template yang sederhana, namun cukup elegan dengan warna hitamnya.  Dengan bekal tutorial yang juga saya dapatkan dari hasil googling, akhirnya jadilah penampilan blog saya seperti yang anda lihat sekarang. Namun ada hal yang sedikit menjengkelkan setelah blog ini berganti wajah, yaitu hampir semua widget yang terpasang hilang. &lt;br /&gt;Sebenarnya sudah saya coba mengantisipasi seperti &lt;a href="http://www.cumie.net/2008/11/tips-ganti-template-blogspot-tanpa.html"&gt;tutorial yang saya baca disini&lt;/a&gt;, tapi entah ada kesalahan dimana sehingga saya harus menata kembali asesoris blog. Termasuk widget jumlah pengunjung dan komentar yang turut hilang ...&lt;br /&gt;Untuk tutorial mengganti template, saya kira banyak sekali di dunia blog telah ditulis. Tapi sebagai pemula, saya juga boleh-kan menulis langkah-langkah mengganti template blogspot ...&lt;br /&gt;1. Cari dan download template blog yang ingin anda gunakan, bisa di &lt;a href="http://kangtrias.blogspot.com/2008/09/template-blog-menarik.html"&gt;blog berikut&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;2. Jika anda sudah sign in di blog anda, klik tab &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tata Letak&lt;/span&gt;, kemudian klik tab &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Edit HTML&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;3. Pada bagian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Backup/Restore Template&lt;/span&gt;, klik buton &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;browse&lt;/span&gt; untuk mencari file template yang sudah anda download, kemudian klik buton &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;unggah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4. Baca betul-betul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;peringatan&lt;/span&gt; yang tampil, jika anda yakin klik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;simpan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;5. Jika sudah selesai anda bisa melihat blog anda telah berubah&lt;br /&gt;6. Selesai ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-7202025530162918443?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/7202025530162918443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=7202025530162918443&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7202025530162918443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/7202025530162918443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/tampilan-baru-merasa-lebih-elegan.html' title='Tampilan baru : Merasa lebih elegan'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-6653230216366105840</id><published>2009-02-06T23:47:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:11:49.313-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='basa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kimia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indikator'/><title type='text'>Membuat Indikator Asam Basa dari Bahan Alami</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZfIL8oovrI/AAAAAAAAAD8/7f5dkdcFkkE/s1600-h/Kembang+Sepatu+Merah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302927193832734386" src="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZfIL8oovrI/AAAAAAAAAD8/7f5dkdcFkkE/s200/Kembang+Sepatu+Merah.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama ini indikator asam basa banyak menggunakan zat kimia atau lakmus. Namun bagi sekolah yang tidak memiliki bahan tersebut tentunya akan kesulitan dalam prosedur pengamatan larutan asam basa. Selain itu, zat kimia atau lakmus, harganya cukup mahal. Diperlukan kreativitas Guru Kimia untuk menggunakan alat dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;Sebenarnya indikator asam basa dapat dibuat dengan menggunakan bahan dari lingkungan sekitar. Prinsip indikator adalah bahan yang memberikan warna berbeda pada lingkungan asam dan basa. Pada umumnya bahan yang memiliki warna menyolok memiliki sifat memberikan warna yang berbeda pada kedua suasana tersebut.&lt;br /&gt;Dari pengalaman penulis, beberapa jenis bunga dengan warna menyolok dapat dijadikan menjadi indikator asam basa. Jenis bunga yang bagus adalah Bunga Sepatu, yang memiliki warna merah menyala.  Prosedur pembuatannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Siapkan bahan, yaitu beberapa kuntum bunga&lt;br /&gt;2. Siapkan alat, yaitu lumpang dan alu (uleg), kain saringan, beberapa gelas, &lt;br /&gt;3. Kelopak bunga dihaluskan dengan lumpang dan alu, setelah cukup halus ditambahkan dengan aquades (air murni) sebanyak 30 mL.&lt;br /&gt;4. Larutan di aduk sampai merata sehingga bewarna merah hitam, kemudian disaring dengan kain untuk memisahkan larutan dengan padatan, sehingga didapat larutan yang siap dipakai sebagai indikator alami.&lt;br /&gt;5. Untuk prosedur pengujian, larutan yang akan diuji sebaiknya tidak terlalu banyak, cukup beberapa tetes dalam cekungan (plat tetes), kemudian ditambahkan larutan indikator 2-3 tetes.&lt;br /&gt;Larutan indikator bunga sepatu akan memberikan warna merah hitam pada larutan asam, dan bewarna hijau tua pada larutan basa. Untuk uji coba dapat dilakukan pada larutan perasan jeruk sebagai larutan asam, dan air sabun sebagai larutan basa. Contoh larutan asam lainnya seperti larutan vitamin C, air aki, sedangkan contoh larutan basa, seperti cairan pembersih, cairan pemutih, dan beberapa larutan lainnya.&lt;br /&gt;Bahan alami lain yang dapat digunakan sebagai indikator adalah kunyit dan bunga kertas, namun dari pengalaman, beberapa bahan seperti bunga terompet dan wortel memberikan perbedaan warna yang hampir sama, sehingga cukup sulit bagi siswa untuk membedakan dalam uji larutan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tugasilham.googlepages.com/LEMBARKERJASISWA.doc"&gt;Contoh LKS Siswa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mohon tanggapan, usulan, ataupun kritik terhadap artikel ini, baik dari teman sejawat ataupun kimiawan lainnya. Silakakan posting komentar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-6653230216366105840?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/6653230216366105840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=6653230216366105840&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6653230216366105840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6653230216366105840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/membuat-indikator-asam-basa-dari-bahan.html' title='Membuat Indikator Asam Basa dari Bahan Alami'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZfIL8oovrI/AAAAAAAAAD8/7f5dkdcFkkE/s72-c/Kembang+Sepatu+Merah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-4680198013878656327</id><published>2009-02-01T05:21:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:12:15.107-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='air terjun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Wisata : Air Terjun Janda</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SYdajzDr9lI/AAAAAAAAADo/_Qb_8kCXQKw/s1600-h/Blog2a.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298303057672271442" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SYdajzDr9lI/AAAAAAAAADo/_Qb_8kCXQKw/s320/Blog2a.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Jawa disebutkan sebagai Cuban Rondo. Terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari Malang, diperjalanan kita disuguhi dengan lansekap alam yang begitu memukau dengan patahan-patahan bumi yang menghijau oleh tanaman rakyat atau hutan lebat. Jalan menuju lokasi wisata terbilang mulus, dengan tikungan-tikungan tajam di tebing pegunungan. Bahkan ada suatu tempat yang amat bagus untuk mengarahkan pandangan ke Kota Batu dari ketinggian.&lt;br /&gt;Tiket masuk seharga Rp. 8.000 untuk satu orang dewasa di bayar pada loket masuk. Zona pertama yang ditemui adalah taman bermain dan pertokoan suvenir, sedangkan lokasi air terjun masih lebih naik lagi. Di lokasi wisata air terjun telah dibangun beberapa prasarana dasar untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan, diantaranya adalah lapangan parkir yang luas, pertokoan suvenir, warung makanan dan minuman, tempat ibadah, WC dan kamar mandi. Jalan menuju air terjun berupa jalan setapak berbatu, sedangkan dikiri kanan masih rimbun dengan pepohonan besar, sesekali terlihat beberapa monyet kecil yang nampaknya sudah jinak.Dari lapangan parkir ke lokasi air terjun tidaklah terlalu jauh, mungkin sekitar 100 m. &lt;br /&gt;Disebelah kanan jalan terdapat sungai kecil yang berasal dari air terjun. Dinginnya air yang mengalir di sungai kecil membuat badan lumayan menggigil. Sangat disarankan bagi anda yang mudah masuk angin agar tetap memakai jaket, karena selain suhu air yang sangat dingin, turbulensi udara di lembah air terjun juga sangat deras. Percikan air memenuhi  lembah air terjun.&lt;br /&gt;Karakteristik air terjun Cuban Rondo seperti yang tertera pada papan informasi di lokasi wisata adalah berada pada ketinggian 1.135 m di permukaan laut, tinggi air terjun sepanjang 84 m, suhu air rata-rata sekitar 22oC, curah hujan sebesar 1.721 mm/tahun menghasilkan debit air mencapai 150 L/detik. Air terjun ini bersumber pada mata air Cemoro Dudo. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SYdYz90P9bI/AAAAAAAAADg/M8kqqK4Fhwo/s1600-h/Blog1a.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298301136414963122" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SYdYz90P9bI/AAAAAAAAADg/M8kqqK4Fhwo/s320/Blog1a.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Air terjun ini juga menyimpan legenda menarik terkait dengan namanya yang unik. Diceritakan pada suatu masa sepasang pengantin yang baru melangsungkan pernikahannya, yaitu Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro dengan Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi, melakukan perjalanan setelah 36 hari pernikahan mereka ke Gunung Anjasmoro. Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang lelaki yang bernama Joko Lelono, yang ternyata terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati. Perkelahianpun tak dapat dihindarkan, Raden Baron Kusumo memerintahkan pengawalnya untuk menyelamatkan sang istri ke sebuah air terjun (coban) untuk bersembunyi. Perkelahian kedua laki-laki tersebut menyebabkan keduanya terluka parah dan tewas . Sedangkan Dewi Anjarwati yang telah menjanda (rondo) tetap berada di dekat air terjun terus menunggu sang suami yang sebenarnya sudah tewas. Dengan demikian terkenalah air terjun tersebut dengan nama Coban Rondo. &lt;br /&gt;Bagi anda yang berkesempatan ke Coban Rondo bisa mencarter mobil atau bis. Sedangkan angkutan umum tidak mencapai lokasi wisata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-4680198013878656327?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/4680198013878656327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=4680198013878656327&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4680198013878656327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/4680198013878656327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/wisata-air-terjun-janda.html' title='Wisata : Air Terjun Janda'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SYdajzDr9lI/AAAAAAAAADo/_Qb_8kCXQKw/s72-c/Blog2a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-8499512316665281539</id><published>2009-01-30T14:53:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:12:34.668-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Planologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perencanaan'/><title type='text'>MODEL PROSES PERENCANAAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SYdb4Gj_gNI/AAAAAAAAADw/vRnS7e3iuXw/s1600-h/Blog4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298304506017054930" src="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SYdb4Gj_gNI/AAAAAAAAADw/vRnS7e3iuXw/s200/Blog4.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 92px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ilham Alfian Nor *), Jumadi **) &amp;amp; Syahruddin ***), 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini boleh dikutip sebagian atau keseluruhan dengan tetap mencantumkan sumber aslinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abraham Kaplan (1963), seorang ahli politik mengemukakan bahwa perancangan adalah suatu persiapan mental untuk melakukan suatu tindakan. Pendapat ini didasarkan pada berbagai tekanan dan kesulitan bagi perencana dalam melaksanakan tujuannya yang lebih merupakan proses politik baik dalam perumusan tujuan dimana perencana harus mampu menampung dan mengolah berbagai keinginan dan kepentingan semua golongan masyarakat, maupun dalam proses pemilihan dan evaluasi alternatif-alternatif rencana dimana si perencana harus menyakinkan akan kelemahan atau keampuhan suatu rencana, bahkan juga didalam proses pelaksanaan setelah satu rencana dipilih dan disetujui bersama.&lt;br /&gt;Quode (1968) seorang ahli dalam bidang sistem analisa dan Beer (1966) seorang ahli operasional riset juga mengemukakan suatu batasan yang kurang lebih sama pengertiannya, yaitu mereka menyatakan bahwa perencanaan adalah penerapan metoda ilmiah terhadap penyusunan kebijaksanaan atau proses pengambilan keputusan. Yang dimaksud dalam hal ini adalah bahwa usaha-usaha secara sadar dilakukan untuk meningkatkan kebanaran kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam hubungannya dengan situasi lingkungan pada masa kini dan situasi lingkungan yang diinginkan pada masa depan.&lt;br /&gt;Menurut Paul Davidoff dan Thomas A. Reiner (1962) perencanaan hakekatnya adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui suatu urutan pilihan-pilihan. Kata “menentukan” mempunyai dua pengertian, yaitu mencari dan menyakinkan. Sedangkan kata “tepat” mengandung arti suatu kriteria untuk membuat pemikiran mengenai keadaan-keadaan yang diinginkan atau lebih tepatnya keadaan-keadaaan yang lebih diinginkan. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan memasukkan suatu pengertian tentang tujuan-tujuan.&lt;br /&gt;Perencanaan dapat dibedakan atas perencanaan fisik dan perencanaan non fisik. Perencanaan fisik secara sederhana dilakukan dalam lingkup fisik keruangan (spasial), seperti bangunan-bangunan. Sedangkan perencanaan non fisik, seperti kebijakan ekonomi dan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/halaman-download.html"&gt;Versi Lengkap PDF&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;*) Guru SMK Banjarbaru&lt;br /&gt;**) Kasubbid BAPPEDA Hulu Sungai Utara&lt;br /&gt;***) Guru SMA Paringin, Balangan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-8499512316665281539?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/8499512316665281539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=8499512316665281539&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/8499512316665281539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/8499512316665281539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/01/model-proses-perencanaan.html' title='MODEL PROSES PERENCANAAN'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SYdb4Gj_gNI/AAAAAAAAADw/vRnS7e3iuXw/s72-c/Blog4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-1741085581751595956</id><published>2009-01-28T16:44:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:12:48.449-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Planologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perencanaan'/><title type='text'>PERENCANAAN ALOKATIF</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SYdXCPPYSoI/AAAAAAAAADY/hWzuoXj-w24/s1600-h/With+Sidik.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298299182587071106" src="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SYdXCPPYSoI/AAAAAAAAADY/hWzuoXj-w24/s320/With+Sidik.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 182px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ilham Alfian Nor*) &amp;amp; Sidik Widiantoro**), 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini boleh dikutip sebagian atau keseluruhan dengan tetap mencantumkan sumber aslinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan Alokatif (Allocative Planning) berkenaan dengan menyukseskan rencana umum yang telah disusun pada level yang lebih tinggi atau telah menjadi kesepakatan bersama. Jadi inti kegiatannya berupa koordinasi dan sinkronisasi agar system kerja untuk mencapai tujuan itu dapat berjalan secara efektif dan efisiens sepanjang waktu. Karena sifatnya, model perencanaan ini kadan-kadang disebut regulatory planning (mengatur pelaksanaan). &lt;br /&gt;Sebagai contoh, suatu dinas/instansi di kabupaten yang diberi tugas membuat rencana menaikkan produksi pangan sebesar 10%, dinas itu kemudian membuat rencana kerja untuk menyukseskan tercapainya kenaikan produksi sebesar 10%. Kepala Dinas menetapkan apa yang harus dilakukan oleh masing-masing bagian. Selanjutnya, dinas mengawasi kegiatan masing-masing bagian sesuai dengan prosedur yang ada (tidak membuat prosedur atau metode baru). Sasaran yang dimaksud adalah berfungsinya sistem yang ada secara lebih efektif.&lt;br /&gt;Anen dalam bukunya ”Pelaksanaan Penyusunan Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional” menyebutkan beberapa jenis perencanaan :&lt;br /&gt;1. Perencanaan dari atas ke bawah (Top Down Planning)&lt;br /&gt;Perencaaan di sini disusun oleh pucuk pimpinan di suatu struktur organisasi di dalam hal ini misalnya pemerintah pusat yang kemudian rencana tersebut disampaikan ke tingkat menengah dan seterusnya ke level paling bawah (propinsi/kabupaten/kota) untuk ditindak lanjuti. Perencanaan semacam ini biasanya bersifat makro atau nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perencanaan dari bawah ke atas ( Bottom – Up Planning )&lt;br /&gt;Perencanaan semacam ini disusun oleh tenaga perencana di tingkat bawah dari suatu organisasi misalnya dibuat di tingkat Kabupaten / Kota yang selanjutnya disampaikan pusat melalui tingkat propinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perencanaan menyerong Kesamping (Diagonal Planning)&lt;br /&gt;Seorang pimpinan bila hendak menyusun suatu rencanan tidak selalu harus memperoleh data dan informasi dari pejabat yang langsung berada di bawahnya, tetapi kadangkala harus dari pejabat lain yang berada di level bawah baik yang berada di dalam suatu struktur organisasi maupun di luar struktur organisasinya. Misalnya hubungan antara Departemen Pendidikan Nasional di Pusat dan Bappeda Tingkat I dalam rangka penyusunan rencana sektoral daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perencanaan Mendatar (Horizontal Planning)&lt;br /&gt;Perencanaan mendatar biasanya dilakukan pada saat pembahasan rencana lintas sektoral. Perencanaan di sini dilakukan oleh para pimpinan organisasi yang setigkat misalnya para pejabat eselon satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perencanaan Menggelinding (Rolling Plan)&lt;br /&gt;Perencanaan menggelinding biasanya diterapkan pada perencanaan jangka menengah atau jangka panjang yang telah dibuat pembabakannya per tahun sehingga jelas target-target yang harus dicapai setiap tahun. Setiap akhir tahun target-target tersebuit di evaluasi dan bilamana terjadi sesuatu hal misalnya target tidak tercapai, maka rencana dapat digelindingkan ke tahun berikutnya guna mencapai target yang di harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gabungan antara Perencanaan dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas ( Top-Down and Bottom-Up Planning)&lt;br /&gt;Gabungan antara perencanaan dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas dimaksudkan agar perencanaan yang diusun dapatmengakomodasikan kepentingan dari kedua belah pihak baik dari pihak atasan maupun bawahan. Di Indonesia, dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional menerapkan kjenis perencanaan ini di dalam bentuk Rakor, Rakerda, dan Rakorda dengan maksud agar apa yang telah direncanakan dapat dimplemantasikan di daerah dan dari segi penyediaan dana dapat disediakan oleh pusat dan target nasional dapat terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/halaman-download.html"&gt;Versi Lengkap PDF&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Guru SMK Negeri 3 Banjarbaru, Kalimantan Selatan&lt;br /&gt;**) Staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-1741085581751595956?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/1741085581751595956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=1741085581751595956&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1741085581751595956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1741085581751595956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/01/perencanaan-alokatif.html' title='PERENCANAAN ALOKATIF'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SYdXCPPYSoI/AAAAAAAAADY/hWzuoXj-w24/s72-c/With+Sidik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-1071144752078654634</id><published>2009-01-28T16:17:00.001-08:00</published><updated>2010-07-27T00:38:27.611-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muatan Lokal'/><title type='text'>Terselamatkannya Hasan Basri</title><content type='html'>Maaf, postingan ini dipindah ke Blog Bumi Banjar, &lt;a href="http://bumibanjar.blogspot.com/2010/05/satu-peristiwa-hasan-basri.html"&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-1071144752078654634?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/1071144752078654634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=1071144752078654634&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1071144752078654634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1071144752078654634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/01/terselamatkannya-hasan-basri.html' title='Terselamatkannya Hasan Basri'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-1651383631261829461</id><published>2009-01-27T16:43:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:13:09.981-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spasial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wilayah'/><title type='text'>WILAYAH SEBAGAI SUATU ELEMEN STRUKTUR SPASIAL DAN KLASIFIKASI WILAYAH</title><content type='html'>Oleh : Ilham Alfian Nor, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini boleh untuk diambil keseluruhan atau sebagian dengan tetap mencantumkan sumber aslinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;Perkembangan ilmu ekonomi juga menyentuh sisi spasial yang merupakan akibat dari adanya perhitungan jarak dan ruang. Pada mulanya dalam ilmu ekonomi klasik, hal ini tidak menjadi perhatian, karena konsentrasi ilmu ekonomi pada waktu itu hanya tertuju pada produsen, distribusi dan konsumen. Perkembangan selanjutnya, faktor jarak dan waktu menjadi variabel yang signifikan dalam distribusi barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Selain itu karakteristik tata ruang juga sangat mempengaruhi jenis produksi, waktu produksi dan cara produksi barang atau jasa.&lt;br /&gt;Sehingga jika faktor spasial dimasukkan sebagai variabel dalam perkembangan pertumbuhan ekonomi, maka akan menimbulkan beberapa permasalahan. Secara umum permasalahan ekonomi wilayah adalah seperti jenis, frekuensi dan durasi suatu kegiatan ekonomi yang terjadi di atas suatu wilayah. Akibatnya faktor spasial akan sangat mempengaruhi suatu kegiatan atau pertumbuhan ekonomi pada wilayah tersebut, bahkan bisa terasa secara nasional. Selain itu akan terjadi interaksi antar daerah dan setiap daerah akan melakukan kegiatan ekonomi yang unik dan optimal untuk masing-masing daerah. Untuk itu, maka sangat diperlukan suatu pengaturan atau kebijakan atas kegiatan ekonomi pada wilayah tertentu yang tentunya dilakukan oleh pihak pemerintah atau yang bekuasa.&lt;br /&gt;Akibat adanya dinamika kegiatan ekonomi pada suatu wilayah, maka akan terbetnuk wilayah-wilayah yang kalu dilihat secara umum dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, tergantung dasar pengklasifikasian yang dipakai. Namun secara global wilayah dapat digolongkan menjadi empat jenis yaitu wilayah homogen, wilayah nodal (polarisasi), wilayah program (perencanaan) dan wilayah administrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://simpangmahar.blogspot.com/2009/02/halaman-download.html"&gt;Versi lengkap PDF&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-1651383631261829461?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/1651383631261829461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=1651383631261829461&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1651383631261829461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1651383631261829461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2009/01/wilayah-sebagai-suatu-elemen-struktur.html' title='WILAYAH SEBAGAI SUATU ELEMEN STRUKTUR SPASIAL DAN KLASIFIKASI WILAYAH'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-5240984855027603681</id><published>2008-12-23T20:32:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T20:13:28.724-07:00</updated><title type='text'>Numpang jepret ...</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-5240984855027603681?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/5240984855027603681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=5240984855027603681&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/5240984855027603681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/5240984855027603681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2008/12/numpang-jepret.html' title='Numpang jepret ...'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-3038191300156644840</id><published>2008-07-26T02:32:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:13:23.668-07:00</updated><title type='text'>Akhirnya ... Pulang kampung</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-3038191300156644840?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/3038191300156644840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=3038191300156644840&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/3038191300156644840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/3038191300156644840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2008/07/akhirnya-pulang-kampung.html' title='Akhirnya ... Pulang kampung'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-8941971380043489839</id><published>2008-07-26T02:21:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:13:36.675-07:00</updated><title type='text'>TPA, capek deeh!!!</title><content type='html'>Pertama datang ke lokasi TPA, wuih ... banyak banget pesertanya, untungnya muka-muka yang udah dikenal, sudah nongkrong sambil melambai-lambaikan tangannya ( ... ada juga yang masih asik belajar, ...)&lt;br /&gt;Dengan peraturan serba ketat, dimulailah pelaksanaan tes, satu jam pertama soal-soal dikerjakan dengan semanagat 45, satu jam kedua ... udah mulai kendor, satu jam ketiga ... pusiiiiing&lt;br /&gt;Soal yang dikeluarkan BAPPENAS sungguh diluar dugaan, semalaman belajar tak satupun soal yang mirip dengan buku-buku TPA yang dipelajari ....&lt;br /&gt;Soal verbal kebanyakan istilah ilmiah bidang hukum dan sains, 50% kata-katanya memang tidak tahu maknanya .... gawat nih!!!&lt;br /&gt;Berlanjut soal matematika menghitung cepat, juga demikian, maunya dimateri ini lebih untuk mendapat skor, tapi apa dikataa ... deret matematisnya sulit diterka, dan perhitungannta rumit dengan angka desimal dua atau tiga angka dibelakang koma, hancur deh. &lt;br /&gt;Sedangkan soal logika, semakin ribet ... logikanya sulit dicerna perlu waktu lama memahami, eee waktunya habis ... untungnya soal bergambar lebih mudah diterka jawabannya ....&lt;br /&gt;Targetnya sih ... tidak prestasi nih, cukup diatas standar lulus. Mudahan, Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-8941971380043489839?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/8941971380043489839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=8941971380043489839&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/8941971380043489839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/8941971380043489839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2008/07/tpa-capek-deeh.html' title='TPA, capek deeh!!!'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-3299011880687486169</id><published>2008-07-15T21:19:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:13:47.151-07:00</updated><title type='text'>Mozaik Sains</title><content type='html'>Hasil pengukuran Archimedes terhadap mahkota raja menunjukkan bahwa emas pada mahkota tidak terbuat dari emas murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebuah kilat nampak dari jarak 3 km, maka suaranya akan sampai selama 10 detik kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya merambat lebih lambat dalam bahan padat, sedangkan suara akan merambat lebih cepat dalam bahan padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat badan kita jika di bulan hanya sebesar seperenam berat badan kita di bumi, dan jika diukur dipermukaan matahari maka berat badan kita menjadi tiga puluh kali berat badan di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain ski bukan meluncur di atas es, tetapi meluncur di atas lapisan air yang tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-3299011880687486169?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/3299011880687486169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=3299011880687486169&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/3299011880687486169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/3299011880687486169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2008/07/pcmav-14.html' title='Mozaik Sains'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-5832105214363255908</id><published>2008-07-15T20:34:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:13:54.475-07:00</updated><title type='text'>Buku Tamu</title><content type='html'>Silakan mengisi Buku Tamu dengan sebagai salam perkenalan. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="800" scrolling="auto" src="http://www4.shoutmix.com/?ilhamulub" title="ilhamulub" width="550"&gt;&amp;amp;lt;p&amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;lt;br /&amp;amp;amp;amp;gt; &amp;amp;amp;amp;lt;a href="http://www4.shoutmix.com/?ilhamulub"&amp;amp;amp;amp;gt;View shoutbox&amp;amp;amp;amp;lt;/a&amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;lt;br /&amp;amp;amp;amp;gt; &amp;amp;lt;/p&amp;amp;gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.shoutmix.com/" title="Get your own free shoutbox chat widget at ShoutMix!"&gt;ShoutMix chat widget&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-5832105214363255908?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/5832105214363255908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=5832105214363255908&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/5832105214363255908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/5832105214363255908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2008/07/peta-persebaran-sekolah.html' title='Buku Tamu'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-6542200077580578600</id><published>2008-07-01T21:02:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:14:00.608-07:00</updated><title type='text'>Album Simpang Mahar, banua hulu sungai</title><content type='html'>Inilah suasana kampung halaman ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVG-geHRD_I/AAAAAAAAACg/nBaZ7-4ZcQM/s1600-h/100_0083.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283213302930935794" src="http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVG-geHRD_I/AAAAAAAAACg/nBaZ7-4ZcQM/s320/100_0083.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jalan utama di kampung halaman ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVG-_j4pONI/AAAAAAAAACo/WbTgYuHEw2A/s1600-h/100_0045.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283213837056162002" src="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVG-_j4pONI/AAAAAAAAACo/WbTgYuHEw2A/s320/100_0045.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masjid Al Amin berdiri kokoh sejak 1952&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVG_4TzflmI/AAAAAAAAACw/l_95mwc8P4M/s1600-h/100_0096.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283214811992135266" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVG_4TzflmI/AAAAAAAAACw/l_95mwc8P4M/s320/100_0096.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Barisan pohon karet milik petani, salah satu komoditas unggulan di kampung halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVHAX0Ty4NI/AAAAAAAAAC4/9YLX4mzOFaw/s1600-h/100_0104.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283215353293496530" src="http://1.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVHAX0Ty4NI/AAAAAAAAAC4/9YLX4mzOFaw/s320/100_0104.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tinggal kenangan, padahal sering menikmati buah mangganya, hmmmm ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVHBJaFi3EI/AAAAAAAAADA/4CEECh0O-uI/s1600-h/100_0102.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283216205247863874" src="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVHBJaFi3EI/AAAAAAAAADA/4CEECh0O-uI/s320/100_0102.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menjaring matahari di bawah kebun karet ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVHBwGCzspI/AAAAAAAAADI/j7ujIE92hMc/s1600-h/100_0062.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283216869882573458" src="http://3.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVHBwGCzspI/AAAAAAAAADI/j7ujIE92hMc/s320/100_0062.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pasar wadai di kota&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-6542200077580578600?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/6542200077580578600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=6542200077580578600&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6542200077580578600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/6542200077580578600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2008/07/survey-di-plta-riam-kanan.html' title='Album Simpang Mahar, banua hulu sungai'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SVG-geHRD_I/AAAAAAAAACg/nBaZ7-4ZcQM/s72-c/100_0083.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4771764592586596450.post-1213960811017663917</id><published>2008-06-24T20:31:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T20:14:06.779-07:00</updated><title type='text'>Profil Simpang Mahar</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;Selamat Pagi .../Siang .../Sore .../Malam ...&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZ5fpAbTJ_I/AAAAAAAAAG0/pjocKe_S2ys/s1600-h/Selekta1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304782569182799858" src="http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZ5fpAbTJ_I/AAAAAAAAAG0/pjocKe_S2ys/s200/Selekta1.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 155px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkap Ilham Alfian Nor, kelahiran Simpang Mahar, HST pada 23 Mei 1976. Memulai pendidikan di SDN Kolam Kiri 2, Batola, tamat tahun 1988, kemudian melanjutkan ke SMPN Barambai, Batola, lulus tahun 1991,&amp;nbsp; dan kemudian diteruskan ke SMAN Marabahan, lulus tahun 1994.&lt;br /&gt;Pada awalnya ingin menjadi insinyur teknik namun tidak disetujui orang tua, malah dimasukkan ke FKIP Unlam Program Studi Pendidikan Kimia. Setelah berkutat selama 5 tahun lebih, akhirnya dapat gelar Sarjana Pendidikan.&lt;br /&gt;Selama kuliah sudah menjadi guru yaitu di MTs Noor Aini, Alalak, Banjarmasin, tahun 1996 - 1998, juga di SMA PGRI 4 Banjarmasin dan SMAN 3 Banjarmasin pada tagun 1998 - 2000. Kemudian mengikuti Program Guru Kontrak GSE tahun 2000 - 2001, ditempatkan di MTsN Batu Benawa, HST. Pada tahun 2001 diangkat sebagai PNS di SMAN 1 Wanaraya. Kemudian dimutasikan ke SMKN 3 Banjarbaru pada tahun 2006, dan masih di sekolah ini sampai sekarang. Di SMKN 3 Banjarbaru ditugaskan untuk mengajar IPA/Kimia dan KKPI (Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi)&lt;br /&gt;Pada tahun 2007, mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Konsentrasi Perencanaan Pendidikan. Studi ini dapat diselesaikan selama 18 bulan, selesai pada tahun 2009.&lt;br /&gt;Memiliki hobi membaca dan sedikit-tentang TIK. Punya harapan agar semua guru memiliki koneksi internet gratis dan tidak terbatas. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4771764592586596450-1213960811017663917?l=simpangmahar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simpangmahar.blogspot.com/feeds/1213960811017663917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4771764592586596450&amp;postID=1213960811017663917&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1213960811017663917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4771764592586596450/posts/default/1213960811017663917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simpangmahar.blogspot.com/2008/06/pulang-kampung.html' title='Profil Simpang Mahar'/><author><name>Simpang Mahar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_78bweFugfRU/SZ5fpAbTJ_I/AAAAAAAAAG0/pjocKe_S2ys/s72-c/Selekta1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry></feed>
